fadsen :
Krating Daeng dan Red Bull memiliki sejarah yang saling berkaitan. Krating Daeng pertama kali diciptakan oleh Chaleo Yoovidhya di Thailand pada tahun 1976 sebagai minuman energi untuk membantu pekerja, sopir, dan buruh tetap bertenaga saat bekerja.
Pada tahun 1982, pengusaha Austria bernama Dietrich Mateschitz mencoba Krating Daeng saat berkunjung ke Thailand. Ia melihat potensi besar minuman tersebut untuk dipasarkan secara internasional. Bersama Chaleo Yoovidhya, ia kemudian mendirikan perusahaan Red Bull GmbH pada tahun 1984.
Formula Krating Daeng kemudian disesuaikan dengan selera pasar Eropa, dibuat lebih ringan dan bersoda. Red Bull resmi diluncurkan di Austria pada tahun 1987 dan berkembang menjadi salah satu merek minuman energi terbesar di dunia. Nama "Red Bull" sendiri merupakan terjemahan langsung dari "Krating Daeng" yang berarti "Banteng Merah".
Namun kejeniusan Red Bull tidak hanya berhenti pada penjualan minuman energi. Mereka memahami bahwa olahraga adalah media pemasaran paling kuat untuk membangun citra merek. Karena itu, Red Bull mulai berinvestasi besar-besaran di dunia sepak bola dengan membeli dan mengembangkan klub-klub seperti Red Bull Salzburg di Austria pada tahun 2005 dan RB Leipzig di Jerman pada tahun 2009.
Strategi Red Bull berbeda dari kebanyakan perusahaan. Mereka tidak hanya menjadi sponsor, tetapi membangun jaringan klub yang saling terhubung. Pemain muda berbakat direkrut dari seluruh dunia, dikembangkan melalui akademi dan klub afiliasi, lalu dipromosikan ke level yang lebih tinggi sesuai perkembangan mereka. Sistem ini membuat Red Bull mampu menemukan talenta sebelum menjadi bintang dunia.
Banyak pemain top pernah berkembang dalam sistem Red Bull, seperti Sadio Mané, Erling Haaland, Dominik Szoboszlai, Dayot Upamecano, dan Josko Gvardiol. Mereka dibeli dengan harga relatif murah, dikembangkan, lalu dijual dengan nilai transfer yang jauh lebih tinggi. Strategi ini membuat klub tetap kompetitif sekaligus menghasilkan keuntungan besar.
RB Leipzig menjadi contoh paling nyata. Klub yang dibangun Red Bull berhasil naik dari divisi bawah hingga menjadi salah satu kekuatan Bundesliga dan mampu bersaing di Liga Champions hanya
2026-07-26 07:37:31