@thelordof23:

The Lord of the...
The Lord of the...
Open In TikTok:
Region: TH
Wednesday 22 July 2026 10:01:38 GMT
125
1
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @thelordof23, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

penjelasan 👇👇 Aurora merupakan fenomena optik alami yang terjadi di lapisan atmosfer atas bumi akibat interaksi antara partikel bermuatan dari matahari dengan medan magnet dan atmosfer bumi. Fenomena ini terbentuk ketika matahari melepaskan aliran partikel bermuatan yang dikenal sebagai angin matahari (solar wind), yang terdiri atas elektron dan proton berenergi tinggi. Partikel-partikel tersebut bergerak melintasi ruang angkasa dan sebagian memasuki magnetosfer bumi, yaitu wilayah yang dipengaruhi oleh medan magnet bumi. Medan magnet bumi berfungsi sebagai pelindung alami yang membelokkan sebagian besar partikel bermuatan tersebut. Namun, di wilayah kutub utara dan kutub selatan, garis medan magnet bumi cenderung terbuka sehingga memungkinkan partikel-partikel dari angin matahari masuk ke atmosfer bagian atas. Ketika partikel bermuatan tersebut bertabrakan dengan atom dan molekul gas atmosfer, terutama oksigen dan nitrogen, terjadi proses transfer energi yang menyebabkan atom dan molekul berada dalam keadaan tereksitasi. Atom dan molekul yang tereksitasi tidak dapat mempertahankan kondisi tersebut dalam waktu lama, sehingga akan kembali ke keadaan stabil dengan melepaskan energi dalam bentuk pancaran cahaya. Pancaran cahaya inilah yang terlihat sebagai aurora di langit malam. Warna aurora bergantung pada jenis gas atmosfer yang terlibat dan ketinggian terjadinya tumbukan. Oksigen pada ketinggian sekitar 100–300 kilometer menghasilkan cahaya hijau yang merupakan warna aurora paling umum, sedangkan oksigen pada ketinggian lebih tinggi dapat menghasilkan warna merah. Nitrogen menghasilkan warna biru, ungu, atau merah muda tergantung pada tingkat energi tumbukan yang terjadi. Fenomena aurora lebih sering muncul di daerah lintang tinggi dekat kutub bumi, seperti Alaska, Kanada, Greenland, Norwegia, dan Antartika. Aurora di belahan bumi utara dikenal sebagai Aurora Borealis, sedangkan aurora di belahan bumi selatan disebut Aurora Australis. Intensitas aurora dipengaruhi oleh aktivitas matahari, terutama saat terjadi badai matahari (solar storm) atau lontaran massa korona (coronal mass ejection), yang meningkatkan jumlah partikel bermuatan menuju bumi. Secara ilmiah, aurora tidak hanya menjadi fenomena visual yang indah, tetapi juga menunjukkan adanya hubungan erat antara aktivitas matahari, medan magnet bumi, dan dinamika atmosfer atas. Oleh karena itu, penelitian mengenai aurora sangat penting dalam bidang astronomi dan geofisika karena dapat membantu memahami pengaruh aktivitas matahari terhadap lingkungan antariksa dan sistem magnet bumi. #jjedukasi #aurora #matahari #foryou #fyp
penjelasan 👇👇 Aurora merupakan fenomena optik alami yang terjadi di lapisan atmosfer atas bumi akibat interaksi antara partikel bermuatan dari matahari dengan medan magnet dan atmosfer bumi. Fenomena ini terbentuk ketika matahari melepaskan aliran partikel bermuatan yang dikenal sebagai angin matahari (solar wind), yang terdiri atas elektron dan proton berenergi tinggi. Partikel-partikel tersebut bergerak melintasi ruang angkasa dan sebagian memasuki magnetosfer bumi, yaitu wilayah yang dipengaruhi oleh medan magnet bumi. Medan magnet bumi berfungsi sebagai pelindung alami yang membelokkan sebagian besar partikel bermuatan tersebut. Namun, di wilayah kutub utara dan kutub selatan, garis medan magnet bumi cenderung terbuka sehingga memungkinkan partikel-partikel dari angin matahari masuk ke atmosfer bagian atas. Ketika partikel bermuatan tersebut bertabrakan dengan atom dan molekul gas atmosfer, terutama oksigen dan nitrogen, terjadi proses transfer energi yang menyebabkan atom dan molekul berada dalam keadaan tereksitasi. Atom dan molekul yang tereksitasi tidak dapat mempertahankan kondisi tersebut dalam waktu lama, sehingga akan kembali ke keadaan stabil dengan melepaskan energi dalam bentuk pancaran cahaya. Pancaran cahaya inilah yang terlihat sebagai aurora di langit malam. Warna aurora bergantung pada jenis gas atmosfer yang terlibat dan ketinggian terjadinya tumbukan. Oksigen pada ketinggian sekitar 100–300 kilometer menghasilkan cahaya hijau yang merupakan warna aurora paling umum, sedangkan oksigen pada ketinggian lebih tinggi dapat menghasilkan warna merah. Nitrogen menghasilkan warna biru, ungu, atau merah muda tergantung pada tingkat energi tumbukan yang terjadi. Fenomena aurora lebih sering muncul di daerah lintang tinggi dekat kutub bumi, seperti Alaska, Kanada, Greenland, Norwegia, dan Antartika. Aurora di belahan bumi utara dikenal sebagai Aurora Borealis, sedangkan aurora di belahan bumi selatan disebut Aurora Australis. Intensitas aurora dipengaruhi oleh aktivitas matahari, terutama saat terjadi badai matahari (solar storm) atau lontaran massa korona (coronal mass ejection), yang meningkatkan jumlah partikel bermuatan menuju bumi. Secara ilmiah, aurora tidak hanya menjadi fenomena visual yang indah, tetapi juga menunjukkan adanya hubungan erat antara aktivitas matahari, medan magnet bumi, dan dinamika atmosfer atas. Oleh karena itu, penelitian mengenai aurora sangat penting dalam bidang astronomi dan geofisika karena dapat membantu memahami pengaruh aktivitas matahari terhadap lingkungan antariksa dan sistem magnet bumi. #jjedukasi #aurora #matahari #foryou #fyp

About