@zarbex: Dj Ötzi bei der nächsten RentnerTour?

zarbex
zarbex
Open In TikTok:
Region: DE
Wednesday 22 July 2026 11:41:29 GMT
53106
4144
34
172

Music

Download

Comments

stv.710
stv.710🧉 :
Clipfarming Tour 2026
2026-07-22 15:27:33
23
pmtgy
ᴘᴍᴛɢʏ :
"du redest" - "du bist fahrer"
2026-07-24 07:49:48
5
unknown6363637
Youmadbro? :
Ist das langweilig
2026-07-22 16:37:03
3
28_devinnn
devin_28 :
Erster 🥇
2026-07-22 11:45:34
28
emil12844
🇦🇹🦅🔱MRT_Emil🔱🇷🇸🇭🇷 :
Zarbex in imst bevor Gta6😂
2026-07-22 22:28:45
3
bluelightspotter_1
Blaulicht_Spotter :
Wann seit ihr in Bregenz?
2026-07-24 09:39:59
1
patrickpko
Patrick Busse :
Bregenz 👌
2026-07-23 18:13:09
0
28_devinnn
devin_28 :
Hahahahahha beste
2026-07-22 11:44:56
0
ghost199821
Ghost199821 :
Also von Bregenz bis Hohenems ist Vignetten Frei gg xD ✌
2026-08-11 15:53:59
0
deinmou
Mou :
pro box 500€ das summiert sich ab der 11. box wird die rente gepfändet
2026-07-24 01:28:37
1
To see more videos from user @zarbex, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: The Engineering Badboy. Suara deru mesin berkapasitas besar memecah ketenangan lorong Fakultas Teknik Mesin siang itu. Asap tipis membubung dari area parkir belakang, menyebarkan aroma bensin dan oli terbakar yang sudah sangat dihafal oleh seluruh penghuni kampus. Di sana, tiga orang mahasiswa semester tujuh sedang tertawa lepas di atas motor sport masing-masing, seolah tempat itu adalah sirkuit pribadi milik nenek moyang mereka. Siapa lagi kalau bukan James, Martin, dan Juhoon. Tiga serangkai yang oleh pihak dekanat sering dijuluki sebagai “Musibah Berjalan.
POV: The Engineering Badboy. Suara deru mesin berkapasitas besar memecah ketenangan lorong Fakultas Teknik Mesin siang itu. Asap tipis membubung dari area parkir belakang, menyebarkan aroma bensin dan oli terbakar yang sudah sangat dihafal oleh seluruh penghuni kampus. Di sana, tiga orang mahasiswa semester tujuh sedang tertawa lepas di atas motor sport masing-masing, seolah tempat itu adalah sirkuit pribadi milik nenek moyang mereka. Siapa lagi kalau bukan James, Martin, dan Juhoon. Tiga serangkai yang oleh pihak dekanat sering dijuluki sebagai “Musibah Berjalan." James berada di posisi paling depan. Pria itu bersandar santai di stang motor hitam miliknya. Tubuhnya yang tegap, bahu lebar, serta rahang tegas yang dihiasi luka gores tipis di dekat telinga kenang-kenangan dari balapan liar minggu lalu. Kaos hitam polos berbalut jaket kulit yang lengannya digulung hingga siku memperlihatkan otot lengan yang terbentuk sempurna dan dihiasi sedikit tato di pergelangan tangan. Parasnya tampan, tipe ketampanan yang berbahaya dan membuat siapa saja tahu bahwa mendekatinya sama saja dengan mencari masalah. "James! Martin! Juhoon!" Sebuah suara melengking yang sangat familiar terdengar dari ujung koridor. Pak Burhan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, berlari-lari kecil sambil membawa kertas yang digulung, napasnya tersengal-sengal, wajahnya merah padam menahan amarah. "Sudah berapa kali saya bilang, parkiran belakang bukan tempat tes mesin! Suara motor kalian itu mengganggu kelas!" teriak Pak Burhan begitu sampai di hadapan mereka. Martin, yang duduk di atas motonya sambil mengunyah permen karet, hanya menyeringai santai. "Lho, Pak Burhan... Kita kan mahasiswa Teknik Mesin. Justru kalau motor kita halus suaranya, kita nanti disuruh masuk fakultas kedokteran dong, Pak." Juhoon menimpali sambil menepuk-nepuk tangannya yang berlepotan oli hitam ke celana jeansnya yang sudah robek-robek. "Betul itu, Pak. Ini namanya praktik lapangan. Membuktikan kalau kompresi mesin kita masih berfungsi dengan sangat baik dan sangar." "Kalian ini benar-benar tidak ada kapoknya!" Pak Burhan menunjuk James yang dari tadi hanya menyunggingkan senyum tipis yang sangat provokatif. "James! Kamu ini ketua angkatan! Bukannya memberi contoh yang baik buat adik tingkat, malah makin menjadi-jadi! Surat panggilan ortu kamu yang bulan lalu saja belum kamu selesaikan!" James menurunkan kacamata hitamnya sedikit ke ujung hidung, menatap sang wakil dekan dengan mata tajamnya yang terkesan malas. "Aduh, Pak Burhan yang terhormat... Jangan bawa-bawa orang tua lah, kasihan papi saya sibuk nyari uang buat bayar UKT saya yang mahal ini," sahut James santai, suaranya berat dan serak-serak basah. "Lagian Pak, kalau mesin enggak digeber, oli bawahnya ngendap. Nanti kalau motor saya mogok di jalan, siapa yang mau dorong? Pak Burhan mau?" "Kamu... kamu benar-benar!" Pak Burhan mengelus dadanya, hampir jantungan melihat kelakuan tiga mahasiswa bengal di depannya ini. "Ikut saya ke ruangan Dekan! Sekarang!" "Yah, Pak... Bosen ah ke ruang Dekan. Acnya kurang dingin, mending kita nongkrong di bengkel luar," celetuk Juhoon tanpa rasa dosa. "Enggak ada alasan! Ikut saya!" James hanya tertawa terkeh pelan, menyisir rambut hitamnya yang agak berantakan ke belakang menggunakan jari-jarinya. Tanpa beban, ia mematikan mesin motornya dan melangkah turun. Keluar masuk ruang Dekan sudah menjadi rutinitas mingguan bagi mereka. Mulai dari kasus keributan antar fakultas, balapan liar di jalan depan kampus yang menutup akses jalan umum, sampai aksi nekat memasang knalpot racing di mobil dinas kampus. Di mata seluruh kampus, James adalah definisi sempurna dari kata red flag, bad boy, dan pria brengsek yang harus dihindari jika seseorang ingin hidupnya tenang. Namun, di balik reputasi buruknya yang mentereng itu, ada satu kenyataan yang membuat semua orang menggelengkan kepala heran. Kabar dipanggilnya trio maksiat teknik mesin ke ruang Dekan menyebar dengan cepat. (lanjut di komentar) ⚠️JUST POV⚠️ #POV #JAMES

About