@ai_tkm_official: Daýza Gowy biznes etti aý Livikte 🤣🤣🇹🇲 #livikmap #doner #turkmenistan #nahar #pubglover

Aı video Türkmen 🇹🇲
Aı video Türkmen 🇹🇲
Open In TikTok:
Region: TR
Wednesday 22 July 2026 12:58:58 GMT
6019
151
13
45

Music

Download

Comments

emir_7500
. :
hakyky😂
2026-07-22 14:48:51
2
yoldashov05
yoldashov_s :
vay bila 😂 mana energetigem gosh 😂
2026-07-22 20:39:13
0
shatlyk.allaberdi5
🇹🇲 Shatlyk Allaberdiyew 🇹🇷 :
😂😂😂
2026-07-22 16:26:48
2
yhlas647
yhlas647 :
Her hili zat tapýalaraý 😂😂@.
2026-07-22 14:48:01
3
yhlas647
yhlas647 :
😂😂😂
2026-07-22 14:47:39
2
ezko80
™Ezko™ :
😂😂😂
2026-07-22 16:16:42
2
evil33488
Evil :
😂😂😂
2026-07-22 14:22:00
2
king_seraj_
KİNG_SERAJ_♠️ :
❤️❤️❤️
2026-07-22 18:47:12
0
kral22238
kral2 :
😂😂😂
2026-07-22 19:49:09
0
karol.kese0
™🇹🇲 :
🥰🥰🥰
2026-07-22 18:37:11
1
cr7038109
Arap :
😁
2026-07-22 19:45:00
0
aannus2
A❤️S :
👍👍👍
2026-07-22 15:11:59
2
ejes0021
20Ejeş14 :
👍👍👍😂😂😂👍👍👍
2026-07-22 18:41:02
1
To see more videos from user @ai_tkm_official, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Hari Selasa Kliwon adalah agenda rutin Keraton Surakarta Hadiningrat untuk melaksanakan tradisi mengeluarkan sekotak wayang dari tempat penyimpanannya secara bergiliran tiap 35 hari sekali atau weton Anggara kasih, banyak tujuan yang bisa dicapai baik secara spiritual maupun secara teknis yang di antaranya untuk menghindarkan kulit bahan wayang itu dari jamur dengan  mengangin-anginkan secara langsung di udara terbuka dalam beberapa jam. Kegiatan yang dilakukan meliputi Ngisis Wayang dan Ngisis Bedhaya Ketawang. Khusus untuk pelaksanaan ritual “Ngisis wayang” atau mengangin-anginkan wayang, hanya dikeluarkan satu kotak dari total 18 kotak wayang koleksi Karaton. Untuk diangin-anginkan tidak harus sesuai urutan nama dan waktunya, melainkan lebih melihat dari sisi kondisional fisik wayang. Selama ngisis wayang, juga dilakukan pengecekan secara fisik agar apabila ditemukan kerusakan baik skala kecil atau besar segera dilakukan perbaikan. Sampai detik ini koleksi wayang Karaton menjadi acuan bagi dunia seni khususnya pedalangan dan para penggiat seni, terlebih para dalang baik yang dikategorikan dalang muda mauoin dalang sepuh atau senior. Hal tersebut juga berlaku meluas, tidak hanya di wilayah pulau Jawa, termasuk juga referensi pengetahuan mengenai Lakon atau judul tema pagelaran Wayang, oleh sebab itu seni pedalangan “gaya” Kraton Mataram Surakarta menjadi gaya khas tersendiri yang dikenal luas sebagai “gaya” atau “Gagrag” Surakarta. Sepeninggal Ki Redi Suta (Wonogiri) di tahun 1980-an hingga akhir tahun 1990-an, hanya Ki Panut Darmoko yang muncul untuk tetap melanjutkan aktivitas ngisis wayang hingga karaton ditutup pada tahun 2017 dan pada sekaligus pada tahun yang sama  beliau yang merupakan“dalang sepuh” asal Nganjuk itu juga wafat.   #KaratonSurakartaHadiningrat #KaratonSolo #KaratonSurakarta  #fyp  #RitualSelasaKliwon #ngisiswayang #tradisi
Hari Selasa Kliwon adalah agenda rutin Keraton Surakarta Hadiningrat untuk melaksanakan tradisi mengeluarkan sekotak wayang dari tempat penyimpanannya secara bergiliran tiap 35 hari sekali atau weton Anggara kasih, banyak tujuan yang bisa dicapai baik secara spiritual maupun secara teknis yang di antaranya untuk menghindarkan kulit bahan wayang itu dari jamur dengan mengangin-anginkan secara langsung di udara terbuka dalam beberapa jam. Kegiatan yang dilakukan meliputi Ngisis Wayang dan Ngisis Bedhaya Ketawang. Khusus untuk pelaksanaan ritual “Ngisis wayang” atau mengangin-anginkan wayang, hanya dikeluarkan satu kotak dari total 18 kotak wayang koleksi Karaton. Untuk diangin-anginkan tidak harus sesuai urutan nama dan waktunya, melainkan lebih melihat dari sisi kondisional fisik wayang. Selama ngisis wayang, juga dilakukan pengecekan secara fisik agar apabila ditemukan kerusakan baik skala kecil atau besar segera dilakukan perbaikan. Sampai detik ini koleksi wayang Karaton menjadi acuan bagi dunia seni khususnya pedalangan dan para penggiat seni, terlebih para dalang baik yang dikategorikan dalang muda mauoin dalang sepuh atau senior. Hal tersebut juga berlaku meluas, tidak hanya di wilayah pulau Jawa, termasuk juga referensi pengetahuan mengenai Lakon atau judul tema pagelaran Wayang, oleh sebab itu seni pedalangan “gaya” Kraton Mataram Surakarta menjadi gaya khas tersendiri yang dikenal luas sebagai “gaya” atau “Gagrag” Surakarta. Sepeninggal Ki Redi Suta (Wonogiri) di tahun 1980-an hingga akhir tahun 1990-an, hanya Ki Panut Darmoko yang muncul untuk tetap melanjutkan aktivitas ngisis wayang hingga karaton ditutup pada tahun 2017 dan pada sekaligus pada tahun yang sama beliau yang merupakan“dalang sepuh” asal Nganjuk itu juga wafat. #KaratonSurakartaHadiningrat #KaratonSolo #KaratonSurakarta #fyp #RitualSelasaKliwon #ngisiswayang #tradisi

About