@sosok_ejeh: CHAPTER 14 #POV #Jeoghan Hari kedua di Korea berjalan lebih santai dari yang gue kira. Nggak ada jadwal yang terlalu padat. Kami cuma keliling kota. Coba makanan. Masuk toko. Lihat-lihat barang. Foto di beberapa tempat. Mira sama Jeonghan lebih sering jalan berdua. Ya jelas. Mereka pasangan. Mira dari tadi heboh ngajak Jeonghan foto sana sini. "Han sini." "Apa lagi?" "Foto." "Baru foto lima menit lalu." "Terus kenapa?" Jeonghan cuma ketawa kecil. "Iya iya." Gue cuma lihat dari jauh sambil senyum kecil. Mereka emang keliatan cocok. Sementara itu gue sama Mingyu ya jalan sendiri. Bukan karena sengaja. Cuma kalau Mira sama Jeonghan lagi sibuk, otomatis gue sama Mingyu yang ngobrol. Mingyu juga orangnya gampang diajak ngomong. Jadi ya nyambung aja. Kadang dia berhenti pas gue berhenti lihat sesuatu. Kadang dia nanya gue mau coba makanan apa. Hal kecil. Nggak lebih. Tapi ternyata...Ada satu orang yang dari tadi nggak bisa santai. Jeonghan. Awalnya dia masih biasa. Masih ketawa sama Mira. Masih ikut foto. Masih nemenin. Tapi makin lama...Matanya makin sering ke arah gue sama Mingyu. Apalagi pas lihat Mingyu bawain beberapa kantong belanjaan gue. Entah kenapa ekspresi dia langsung berubah. HP gue getar. Gue buka. Han: jangan jauh jauh Gue baca sambil senyum kecil. Gue nengok ke arah dia. Dia lagi berdiri sama Mira. Mukanya biasa aja. Kayak nggak terjadi apa-apa. Gue: apaan sih Nggak lama. Han:gue bilang jangan jauh jauh Gue: kita cuma jalan Balasan dia cepat. Han: gue tau Gue: terus kenapa? Beberapa detik. Han: ga usah deket-deket amat Nah. Mulai. Gue senyum kecil. Awalnya lucu. Karena Jeonghan jarang banget nunjukin dia terganggu. Gue: lu cemburu? Lama nggak dibalas. Terus masuk. Han: enggak Gue langsung ketawa kecil. Bohong banget. Tapi ternyata dia nggak berhenti. Beberapa menit kemudian. Han: lu ngapain jalan terus sama dia? Gue langsung balas. Gue: han... Han: apa Gue: kita cuma jalan doang Han: iya gue tau Gue: terus? Lama. Han: ya nggak usah berdua mulu Gue mulai bingung. Gue: Berdua gimana? Orang kita lagi liburan berempat. Beberapa menit kemudian HP gue getar lagi. Han: tas lu kenapa dia yang bawa? Gue lihat Mingyu yang lagi pegang kantong belanjaan. Gue: berat Balasan dia langsung. Han: lu nggak punya tangan? Gue langsung berhenti baca. Serius? Gue: apaan sih Han: gue nanya Gue: tangan gue ada lh Han: terus? Gue: ya terus kenapa lu yang sewot? Typing muncul. Hilang. Muncul lagi. Han: gue ga suka Gue geleng sambil senyum kecil. Awalnya masih lucu. Tapi lama-lama...Satu jam. Dua jam. Isi chat dia masih sama. Han: jangan jauh jauh sini aja ngapain duduk sebelahan sama dia kursi samping gue kosong lu denger gue nggak? jawab! Gue lihat layar HP. Terus gue matiin suara chat dia. Bukan blokir. Cuma silent. Karena gue udah capek. Bukan capek sama Jeonghan. Tapi capek debat sama orang yang marah padahal nggak ada apa-apa. Sore itu kami berhenti di sebuah cafe. Mira duduk sama Jeonghan. Gue sama Mingyu duduk di depan mereka. Dan bener aja...Jeonghan langsung lihat posisi duduk gue. HP gue getar lagi. Han: serius? Gue buka. Gue: apalagi? Han: duduk samping dia? Gue langsung lihat kursi kosong di sisi lain Jeonghan. Gue ketawa kecil. Gue: kenapa emang? Balasan dia cepat. Han: kursi sini kosong. Gue tarik napas. Gue: lu ribut banget hari ini. Beberapa detik. Han: gue cuma bilang. Gue: iya iya setara lu Gue simpan HP lagi. Di depan semua orang, Jeonghan masih duduk manis di samping Mira. Masih dengerin cerita Mira. Masih senyum. Tapi gue tahu. Dia lagi kesel. Dan lucunya...Dia sendiri mungkin nggak sadar kalau alasan dia kesel cuma satu. Dia nggak suka lihat gue nyaman sama orang lain. #seventeen #FYP #xybca