aylin :
bener banget kak
jadi ingat Dulu, waktu aku semester 3, ayahku jatuh sakit dengan kondisi yang cukup parah. Saat itu, yang paling membuatku bingung bukan cuma memikirkan kondisi kesehatan beliau, tapi juga bagaimana caranya aku bisa membayar uang kuliah dan biaya kos. Sebelum ayah sakit, beliau yang selalu berusaha mencukupi semua kebutuhanku. Jadi ketika beliau sakit, aku mulai merasa bingung harus mengandalkan siapa.
Aku memang bekerja sambil kuliah, tapi penghasilanku tetap belum cukup untuk memenuhi semua kebutuhan. Aku juga nggak tega meminta bantuan kepada orang tua, karena aku tahu ayah sedang membutuhkan biaya yang sangat besar untuk berobat. Aku punya saudara laki-laki, tapi aku juga sungkan meminta bantuannya karena dia sudah berkeluarga dan punya istri serta anak yang harus dinafkahi.
Akhirnya aku memilih memendam semuanya sendiri. Bahkan ke keluarga besar pun aku nggak pernah cerita tentang kesulitan yang sedang aku alami. Bukan karena aku nggak percaya sama mereka, tapi karena aku merasa sungkan kalau harus merepotkan orang lain.
Saat itu aku benar-benar berada di titik krisis keuangan. Aku masih ingat, pada malam itu aku terbangun dan nggak bisa tidur lagi. Lalu aku melakukan sholat tahajjud dan berdoa kepada Allah untuk meminta agar rezekiku dilancarkan dan semoga diberi pekerjaan tambahan dengan penghasilan yang lebih baik, supaya aku bisa membayar uang kuliah dan biaya kos tanpa harus membebani siapa pun.
Dan benar, doa itu dikabulka,. Aku mendapat jalan untuk memenuhi kebutuhan kuliah dan biaya hidupku. Namun, di tengah rasa syukur itu, Allah juga memberikan ujian yang paling berat dalam hidupku. Yaitu kehilangan ayah.
2026-07-24 18:46:06