@ashbg.motherhood: People always say your kids need a regulated mum more than they need a clean house. And I hear that. I understand the intention. It is trying to give exhausted mothers permission to let things go. To sit on the floor and play instead of wiping the benches for the third time. To be present instead of productive. But can we talk about those of us who can only be regulated because the house is clean? Because for a lot of women the mess is not just aesthetic. It is cognitive load. Every unwashed dish is a task undone. Every cluttered surface is evidence of the invisible labour that nobody else is noticing or doing. The visual noise of a disorganised home does not feel like freedom. It feels like more things to carry. She cannot relax in a messy house not because she is a perfectionist or a control freak or has unrealistic standards. But because the mess is a constant reminder that she is the only one who noticed it needed doing. And if she stops noticing, nobody else will start. The advice to lower your standards assumes the standard is arbitrary. That she is choosing to care about it. That if she just decided not to, she could be regulated in a messy house. It is rarely that simple. The solution is not to tell her to care less about the house. The solution is for someone else in the house to care too. Regulate the mother by sharing the load. Not by asking her to stop noticing it.

Ash BG
Ash BG
Open In TikTok:
Region: AU
Thursday 23 July 2026 00:21:18 GMT
14216
564
8
37

Music

Download

Comments

rudniktheroan
Rudnik the Roan :
THIS. The messier the house the more IM a mess 😭🥲
2026-07-23 03:54:27
10
its_madi_hardacre
Madi : Claw Queen :
You work on creating internal safety not external 🤍 it’s a working progress though
2026-07-25 11:51:37
0
beaudeisha_bmco
Beige Mum Collective :
Never a truer sentence 😂
2026-07-23 00:23:27
2
tnntncc
♋️ :
Right?! Like I’m sorry but I simply can’t rest in messy spaces. Anywhere. Anytime. I am unable to can.
2026-07-23 03:15:20
1
motherfutch
Your Mom :
This is why I get rid of everything. I can’t live in mess 😭
2026-07-23 13:03:34
0
kyliebrooke.b
Kylie B :
It’s really so difficult to balance 😅
2026-07-23 01:00:06
0
leighleigh81
Leighleigh13 :
Hey twin 💚
2026-07-23 02:10:06
0
kathleenmacleod44
kathleen macleod :
Yeah this me too
2026-07-23 18:12:48
0
To see more videos from user @ashbg.motherhood, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Korban mengaku awalnya dihubungi oleh seorang debt collector (DC) terkait tagihan sebesar Rp4,4 juta. Korban menjelaskan bahwa dirinya belum memiliki uang untuk membayar karena kondisi ekonomi yang tidak stabil. Setelah itu, korban diajak bertemu oleh DC untuk membicarakan penagihan dan akhirnya menyetujui pertemuan tersebut. Dalam pertemuan pertama, korban menyampaikan belum mampu melunasi tagihan, DC kemudian memberikan tenggang waktu selama satu minggu. Namun, sebelum batas waktu tersebut habis, DC kembali menghubungi korban dan mengajak bertemu lagi. Saat berbicara mengenai pelunasan utang, DC menawarkan cara lain agar utang dianggap lunas dan penagihan dihentikan, yakni dengan meminta korban memenuhi nafsu bejatnya. Menurut pengakuan korban, permintaan tersebut disampaikan secara berulang dan dikaitkan dengan jangka waktu tertentu. Setelah pertemuan itu selesai, DC sempat pergi dan sekitar 10 menit kemudian kembali menelepon korban sambil mengatakan, “Oke deal ya besok hari Rabu,” yang merujuk pada 15 Juli 2026. Setelah itu, DC tidak langsung menghubungi korban lagi, hingga pada 21 Juli 2026 kembali meminta pembayaran tagihan. Korban mengaku telah menolak ajakan tersebut, tetapi tetap mendapat tekanan untuk menuruti keinginan DC. Korban kemudian dibawa ke sebuah rumah kos di wilayah Bayan, Purworejo, Jawa Tengah. Di lokasi itu, korban mengaku dipaksa masuk ke kamar dan mengalami tindakan yang tidak diinginkan, termasuk bagian tubuhnya dipegang serta diminta melakukan tindakan tertentu terhadap DC. Saat ini, korban dan pihak terkait berada di Polsek Bayan, Purworejo, Jawa Tengah, untuk menjalani proses pelaporan dan penanganan lebih lanjut.
Korban mengaku awalnya dihubungi oleh seorang debt collector (DC) terkait tagihan sebesar Rp4,4 juta. Korban menjelaskan bahwa dirinya belum memiliki uang untuk membayar karena kondisi ekonomi yang tidak stabil. Setelah itu, korban diajak bertemu oleh DC untuk membicarakan penagihan dan akhirnya menyetujui pertemuan tersebut. Dalam pertemuan pertama, korban menyampaikan belum mampu melunasi tagihan, DC kemudian memberikan tenggang waktu selama satu minggu. Namun, sebelum batas waktu tersebut habis, DC kembali menghubungi korban dan mengajak bertemu lagi. Saat berbicara mengenai pelunasan utang, DC menawarkan cara lain agar utang dianggap lunas dan penagihan dihentikan, yakni dengan meminta korban memenuhi nafsu bejatnya. Menurut pengakuan korban, permintaan tersebut disampaikan secara berulang dan dikaitkan dengan jangka waktu tertentu. Setelah pertemuan itu selesai, DC sempat pergi dan sekitar 10 menit kemudian kembali menelepon korban sambil mengatakan, “Oke deal ya besok hari Rabu,” yang merujuk pada 15 Juli 2026. Setelah itu, DC tidak langsung menghubungi korban lagi, hingga pada 21 Juli 2026 kembali meminta pembayaran tagihan. Korban mengaku telah menolak ajakan tersebut, tetapi tetap mendapat tekanan untuk menuruti keinginan DC. Korban kemudian dibawa ke sebuah rumah kos di wilayah Bayan, Purworejo, Jawa Tengah. Di lokasi itu, korban mengaku dipaksa masuk ke kamar dan mengalami tindakan yang tidak diinginkan, termasuk bagian tubuhnya dipegang serta diminta melakukan tindakan tertentu terhadap DC. Saat ini, korban dan pihak terkait berada di Polsek Bayan, Purworejo, Jawa Tengah, untuk menjalani proses pelaporan dan penanganan lebih lanjut.

About