@muhammadibnu2644: #katakata #kulisawit #fyp #fypシ゚viral #fyppppppppppppppppppppppp

muhammadibnu2644
muhammadibnu2644
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 23 July 2026 06:37:41 GMT
6905
465
4
25

Music

Download

Comments

hary_wandira
BG.raa✓ :
ijin ambil sound ny bro🤙
2026-07-29 12:33:17
1
al_amin2808
aleebb__ :
👍👍👍
2026-07-23 14:00:55
1
To see more videos from user @muhammadibnu2644, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Durdhara merupakan sosok yang dikenal dalam tradisi mengenai Chandragupta Maurya, pendiri Kekaisaran Maurya pada abad ke-4 SM. Kisah mengenai dirinya terutama dikenal melalui Parishishtaparvan, karya Acharya Hemachandra yang ditulis pada abad ke-12 M dan merupakan bagian dari tradisi sastra Jain. Dalam tradisi tersebut, Durdhara disebut sebagai putri dari Dhana Nanda, penguasa terakhir Dinasti Nanda, yang kemudian menjadi permaisuri Chandragupta Maurya. Meskipun hubungan keluarga dan kisah pernikahan mereka tidak dapat dipastikan sepenuhnya melalui sumber sejarah sezaman, Durdhara tetap dikenang sebagai tokoh penting dalam tradisi mengenai keluarga awal Kekaisaran Maurya. Menurut kisah Jain, kehidupan Durdhara sebagai permaisuri berlangsung ketika Kekaisaran Maurya mulai berdiri kokoh. Ia digambarkan sebagai perempuan yang anggun dan memiliki kedudukan penting di istana, terlebih ketika mengandung calon pewaris takhta. Pada masa itu, Mahamentri Chanakya dipercaya menerapkan langkah-langkah perlindungan yang sangat ketat terhadap Chandragupta. Dalam legenda tersebut diceritakan bahwa Chanakya memberikan racun dalam dosis kecil kepada makanan sang kaisar secara bertahap, dengan tujuan membangun kekebalan tubuh Chandragupta terhadap kemungkinan racun dari musuh. Suatu hari, tanpa mengetahui rahasia tersebut, Durdhara memakan makanan yang sebelumnya telah diberikan kepada Chandragupta. Racun tersebut kemudian membuat sang permaisuri berada dalam keadaan kritis. Chanakya yang mengetahui kejadian itu segera berusaha menyelamatkan bayi yang dikandung Durdhara. Dalam kisah tradisional tersebut, Durdhara akhirnya meninggal, tetapi bayinya berhasil diselamatkan dan dilahirkan melalui tindakan darurat yang dilakukan Chanakya. Konon, setetes racun menyentuh tubuh sang bayi dan meninggalkan sebuah tanda, sehingga bayi tersebut kemudian dikenal dengan nama Bindusara, yang dalam tradisi kisah ini dikaitkan dengan kata bindu, yaitu
Durdhara merupakan sosok yang dikenal dalam tradisi mengenai Chandragupta Maurya, pendiri Kekaisaran Maurya pada abad ke-4 SM. Kisah mengenai dirinya terutama dikenal melalui Parishishtaparvan, karya Acharya Hemachandra yang ditulis pada abad ke-12 M dan merupakan bagian dari tradisi sastra Jain. Dalam tradisi tersebut, Durdhara disebut sebagai putri dari Dhana Nanda, penguasa terakhir Dinasti Nanda, yang kemudian menjadi permaisuri Chandragupta Maurya. Meskipun hubungan keluarga dan kisah pernikahan mereka tidak dapat dipastikan sepenuhnya melalui sumber sejarah sezaman, Durdhara tetap dikenang sebagai tokoh penting dalam tradisi mengenai keluarga awal Kekaisaran Maurya. Menurut kisah Jain, kehidupan Durdhara sebagai permaisuri berlangsung ketika Kekaisaran Maurya mulai berdiri kokoh. Ia digambarkan sebagai perempuan yang anggun dan memiliki kedudukan penting di istana, terlebih ketika mengandung calon pewaris takhta. Pada masa itu, Mahamentri Chanakya dipercaya menerapkan langkah-langkah perlindungan yang sangat ketat terhadap Chandragupta. Dalam legenda tersebut diceritakan bahwa Chanakya memberikan racun dalam dosis kecil kepada makanan sang kaisar secara bertahap, dengan tujuan membangun kekebalan tubuh Chandragupta terhadap kemungkinan racun dari musuh. Suatu hari, tanpa mengetahui rahasia tersebut, Durdhara memakan makanan yang sebelumnya telah diberikan kepada Chandragupta. Racun tersebut kemudian membuat sang permaisuri berada dalam keadaan kritis. Chanakya yang mengetahui kejadian itu segera berusaha menyelamatkan bayi yang dikandung Durdhara. Dalam kisah tradisional tersebut, Durdhara akhirnya meninggal, tetapi bayinya berhasil diselamatkan dan dilahirkan melalui tindakan darurat yang dilakukan Chanakya. Konon, setetes racun menyentuh tubuh sang bayi dan meninggalkan sebuah tanda, sehingga bayi tersebut kemudian dikenal dengan nama Bindusara, yang dalam tradisi kisah ini dikaitkan dengan kata bindu, yaitu "tetes". Bindusara kemudian tumbuh menjadi penerus Chandragupta Maurya dan menjadi kaisar kedua Kekaisaran Maurya. Ia selanjutnya menjadi ayah dari Ashoka, salah satu penguasa Maurya yang paling terkenal dalam sejarah India. Dengan demikian, Durdhara dikenang dalam tradisi Jain bukan hanya sebagai permaisuri Chandragupta, tetapi juga sebagai ibu Bindusara yang kisah kematiannya menjadi bagian dari legenda mengenai lahirnya penerus Kekaisaran Maurya. Namun, perlu ditegaskan bahwa kisah tentang Durdhara, racun, dan kelahiran Bindusara berasal dari tradisi yang ditulis jauh setelah masa mereka hidup, sehingga tidak seluruh detailnya dapat dipastikan sebagai fakta sejarah. #durdhara #chandraguptamaurya #pranalighoghare #fyp #india

About