@84matasapi: Londo Ireng (bahasa Jawa yang berarti Belanda Hitam) dan Belanda memiliki hubungan historis yang erat, namun keduanya merujuk pada kelompok yang berbeda dalam konteks sejarah kolonial di Indonesia. ☑️☑️☑️☑️☑️☑️☑️ Makam Militer Terbesar Kedua di Dunia Lokasi Situs: Terletak di pusat kota Banda Aceh, tepatnya di sebelah Museum Tsunami Aceh. Jumlah Korban: Menampung lebih dari 2.200 makam tentara kolonial yang tewas selama Perang Aceh yang berdarah. Komposisi Pasukan: Sebagian besar nama yang terukir di dinding gerbang dan nisan Kerkhof bukanlah orang Belanda asli, melainkan prajurit pribumi—termasuk pasukan asal Jawa, Ambon, dan Madura—serta tentara dari Afrika (Afrika Barat/Ghana) yang mengabdi pada ratu Belanda. Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan dan keterkaitan antara keduanya: 1. Arti Secara Harfiah dan Sejarah Belanda (Londo): Merujuk pada bangsa Eropa (kulit putih) yang datang ke Nusantara untuk berdagang hingga akhirnya menjajah Indonesia selama berabad-abad. Londo Ireng (Belanda Hitam): Istilah kolonial yang awalnya merujuk pada Zwarte Hollanders, yaitu tentara bayaran berkulit hitam asal Afrika Barat (seperti Ghana) yang direkrut oleh pemerintah kolonial Belanda. Antara tahun 1831 hingga 1872, mereka didatangkan untuk memperkuat pasukan Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) pasca Perang Diponegoro. Jejak permukiman mereka masih bisa ditemui di Kampung Afrikan, Purworejo, Jawa Tengah. 2. Pergeseran Makna Menjadi "Pengkhianat" Seiring berjalannya waktu, penggunaan istilah Londo Ireng mengalami pergeseran makna di kalangan masyarakat pribumi: Istilah ini mulai ditujukan kepada orang asli Indonesia (pribumi) yang menjadi tentara KNIL atau bekerja sebagai antek-antek pemerintah kolonial Belanda. Mereka disebut "Londo Ireng" bukan karena warna kulitnya saja, melainkan karena perilaku dan jiwanya yang bertindak kejam seperti penjajah Belanda terhadap bangsa mereka sendiri. Dalam ingatan kolektif masyarakat, istilah ini melekat dengan stigma negatif sebagai pengkhianat bangsa, kaki tangan penjajah, atau orang yang tidak patriotik. 3. Konteks Modern dan Politik Saat Ini Istilah Londo Ireng kembali ramai dibahas setelah dihidupkan lagi oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Juli 2026. Metafora Politik: Di era modern, istilah ini digunakan sebagai metafora untuk menyebut orang Indonesia yang dinilai lebih berpihak pada kepentingan asing daripada kepentingan nasional. Sorotan Publik: Pernyataan tersebut memicu perbincangan luas dan polemik di masyarakat, karena dikaitkan dengan kritik terhadap elemen masyarakat sipil seperti LSM, jurnalis, atau pengamat yang dinilai tidak nasionalis dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah. #sejarahmelayu #sejarahnusantara #aceh #sejarahindonesia #pulausumatra

MATA SAPI 🛜
MATA SAPI 🛜
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 24 July 2026 14:04:20 GMT
39480
2204
0
244

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @84matasapi, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About