@ncheng07:

ebe 2m👾
ebe 2m👾
Open In TikTok:
Region: VN
Friday 24 July 2026 16:09:29 GMT
37
6
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @ncheng07, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV(1): Suasana ruang rapat sekretariat BEM mendadak membeku. Di ujung meja, Ohyul berdiri tegak dengan almamater yang terpasang rapi. Tatapannya yang tajam bak pisau mengabsen satu per satu anggota di hadapannya, sebelum akhirnya berhenti tepat pada divisi konsumsi.
POV(1): Suasana ruang rapat sekretariat BEM mendadak membeku. Di ujung meja, Ohyul berdiri tegak dengan almamater yang terpasang rapi. Tatapannya yang tajam bak pisau mengabsen satu per satu anggota di hadapannya, sebelum akhirnya berhenti tepat pada divisi konsumsi. "Rincian anggaran makanan untuk seminar esok masih acak-acakan. Tim konsumsi kerja pakai apa?" suara Ohyul terdengar dingin, rendah, namun sanggup merontokkan keberanian siapa pun di ruangan itu. "Kalau memang tidak siap kerja kompak, mending lepas nametag kalian sekarang." Sabina menunduk dalam-dalam. Dadanya sesak mendengarkan kalimat menusuk itu, apalagi ketika tatapan menakutkan sang Ketua BEM tertuju lurus padanya. Tak ada privilage, tak ada dispensasi. Di mata seorang Ohyul yang perfeksionis, Sabina hanyalah anggota tim konsumsi biasa yang berbuat salah—bukan kekasih yang tiap malam menemaninya bertukar cerita. Sebagai pacar rahasianya, Sabina tahu betul perangai Ohyul. Laki-laki itu memang tak pernah main-main dengan tanggung jawab. Namun, tetap saja ada rasa nyeri yang menjepit hatinya. Menjalani hubungan backstreet dengan figur publik kampus selevel Ohyul adalah ujian kesabaran tanpa akhir. Selesai rapat dibubarkan dengan ketegangan yang masih menyisa, Sabina bergegas keluar menuju lorong kampus yang sepi. Langkahnya gontai, membawa sejuta sesak yang tak bisa ia utarakan di depan anggota lain. Sebuah usapan lembut di bahunya tiba-tiba membuyarkan lamunan Sabina. Luna sudah berdiri di sampingnya dengan tatapan prihatin. "Sabar, ya, Bin..." bisik Luna pelan sambil merangkul sahabatnya itu. "Kamu tahu sendiri kan Si Ketua BEM itu kalau lagi mode kerja kayak gimana? Jangan dimasukin ke hati." Sabina menghembuskan napas panjang, tersenyum tipis pada Luna. Sejak SMP, hanya Luna yang selalu ada untuknya. Dan di kampus ini, Luna pulalah satu-satunya orang yang memegang rahasia paling besar dalam hidup Sabina—satu-satunya saksi bahwa di balik sosok Ohyul yang dingin dan ditakuti itu, ada hati yang sebenarnya telah terkunci untuk Sabina. Ohyul sendiri tahu kalau Luna mengetahui hubungan mereka, dan ia cukup percaya pada sahabat kekasihnya itu untuk menjaga rapat-rapat rahasia ini. Ponsel di saku celana Sabina tiba-tiba bergetar pendek. Ia merogohnya dan mendapati satu pesan masuk. Ohyul: Maaf soal yang tadi di rapat. Kamu tahu aku harus profesional, kan? Nanti malam aku jemput Beli es krim kesukaanmu. Sabina menatap layar ponselnya perlahan. Rasa sesak yang tadi mengimpit perlahan menguap, berganti dengan helaan napas lega. Menjalani hubungan tersembunyi memang tidak pernah mudah, tapi selama ada rasa saling pengertian di antara mereka—dan satu sahabat setia yang menjaga rahasia—Sabina yakin mereka bisa melewatinya. Dinginnya Ohyul bukanlah topeng atau akting untuk menyembunyikan hubungan rahasia mereka dari mata-mata penasaran di kampus. Itu memang watak aslinya. Ohyul adalah tipikal manusia yang menuntut kesempurnaan dan tidak pernah main-main jika sudah menyangkut tanggung jawab, siapa pun orangnya. Hari itu, suasana sekretariat BEM benar-benar mencekam. Keheningan yang menakutkan mengudara saat Ohyul memukul meja rapat dengan pelan namun cukup untuk membuat jantung semua orang melompat. "Kalian sadar tidak dampak hilang data ini seperti apa?" suara Ohyul bergema dingin, tanpa nada bercanda sedikit pun. "Data konsumsi dan koordinasi dengan divisi lain ada di situ semua. Kerja tim ini gimana sebenarnya?" Di sudut ruangan, Sabina meremas ujung bajunya rapat-rapat. Matanya sudah berkaca-kaca. Flashdisk tim itu tak sengaja hilang dari genggamannya saat ia terburu-buru mengurus vendor tadi siang. Meski yang dimarahi habis-habisan adalah seluruh divisi—bahkan menyambar ke divisi lain yang ikut berkoordinasi—Sabina merasa dadanya dihantam batu besar. Rasa guilty yang luar biasa menggerogoti hatinya. Ini salahnya, tapi teman-temannya harus ikut menanggung amukan sang Ketua BEM. #ohyul #ohyulpov

About