@8.44.10: Adeyemi smile when hansi flick meeting 💫💙❤️#barcelona #fyp #adeyemi #m4n #hansiflick

✪𝐌4𝐍🕊💙❤
✪𝐌4𝐍🕊💙❤
Open In TikTok:
Region: SO
Friday 24 July 2026 17:13:14 GMT
8142
1370
15
12

Music

Download

Comments

user406625282124
ziilboy21 :
222☺️☺️
2026-07-24 17:24:53
1
sarhngsurchi
Waad Surchi :
🥰🥰🥰
2026-07-24 17:15:03
1
user7756361652723
بارسونا مسی :
🥰🥰
2026-07-24 17:55:02
1
degr.zagbahi
Richmond le degré 😎👊 :
🥰🥰🥰
2026-07-24 17:23:03
1
zianisatouti
zianisatouti :
🥰🥰🥰
2026-07-24 17:17:06
1
talibehsussoko1
user87212666783141 :
🥰🥰🥰
2026-07-24 18:52:18
0
smanytnw03o
باوكوبارسي ❤ :
🥰🥰🥰
2026-07-24 20:14:52
0
abbni71
abbni71 :
🥰🥰🥰
2026-07-24 20:56:33
0
youssouf.alhadji2
Youssouf Alhadji :
🥰🥰🥰
2026-07-24 19:51:26
0
sanuci.ceesay.fro
sanuci ceesay 5461989 :
🥰🥰🥰
2026-07-24 20:40:51
0
neymar.diallo221
Neymar diallo221 :
🥰🥰🥰
2026-07-24 19:41:46
0
razak9662r1
Razak :
🥰🥰🥰
2026-07-24 19:58:49
0
user41678319920226
user4167831992022 RAchide Ou :
😍😍😍
2026-07-24 18:45:40
0
user4322810016911
user4322810016911 :
💯💯💯
2026-07-24 18:03:06
0
eur8607
thiapa tate😎💙🫅 :
🥰🥰🥰
2026-07-24 21:43:58
0
To see more videos from user @8.44.10, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Pesta pernikahan yang tidak pernah kamu duga betulan direalisasikan keluarga Nishimura. Hari pengikatan hidup berlangsung singkat, tetapi penuh makna. Tidak banyak tamu yang diundang. Kebanyakan dari mereka ialah rekan bisnis terdekat Ni-ki dan ayahnya. Kamu? Jangan ditanya. Semenjak pendidikanmu terisolasi, komunikasi antar teman terputus semua. Di dunia yang luas ini kamu dipaksa bergantung hanya pada Ni-ki, dan hal tersebut bukanlah masalah. Pria itu membeli jiwa serta ragamu dengan tanggung jawab yang besar. “Kak, kakiku pegal,” keluhmu berbisik pada Ni-ki. Pria itu tadinya senyum ramah menjabat tangan setiap insan yang turut berbahagia akan pernikahan kalian.  Kepala Ni-ki merunduk ke arahmu. “Kenapa, Sayang?” “Kaki aku sakit. Aku pegal berdiri, Kak. Nggak kebiasaan pakai heels begini,” jawabmu terus mengeluh. Ni-ki menatap wajahmu yang menekuk lucu. Ia tertawa tipis seraya menggamit dagumu singkat. “Sebentar, sepuluh menit lagi kita pergi dari sini.” “Kamu udah bilang gitu setengah jam yang lalu,” cibirmu mulai kesal menorehkan perasaan. “Marah?” tanya Ni-ki usil. Ia tidak bisa menahan senyum gemas mengamati perubahan wajah cantikmu menuju roman cemberut. Kamu menggeleng tipis dengan tarikan napas dalam. “Bukan marah, tapi capek.” Ni-ki tergelak kecil mendapati bagaimana kakimu menghentak tanah lantaran kaku yang merayapinya. Ia mengalihkan perhatian sejenak ke arah ajudannya yang berdiri sigap di dekat wedding stage.  “Mana kunci mobilnya?” “Ini, Tuan.”  Telapak tangan Ni-ki mengambil alih kunci mobil pribadinya. Ia menyempatkan diri berpamitan pada petinggi perusahaan lain dan ayahnya sebelum pergi bersamamu meninggalkan pesta.  “Kak, jangan cepat-cepat jalannya.” Ni-ki terus berjalan mendahuluimu. Kedua sudut bibirnya tertarik serempak tak kuasa menahan senyum usilan. Ia sengaja menggodamu sekarang.  Bibirmu betah menggerutu kesal lantaran gaun pengantin yang kamu kenakan cukup berat. Meski kedua tanganmu menarik kain kuat ke atas, langkah besarmu masih tidak bisa mengimbangi jejak Ni-ki di depan. Entah kenapa kamu kesal dengan sendirinya. “Kak!” “Iya, iya. Sini kakak gendong,” sahut Ni-ki tak tega. Ia membalikkan badan cepat dengan kekehan senang. Tangannya bergerak lekas untuk membawa tubuhmu dalam gendongan miringnya. Kala tanganmu bertumpu pada leher Ni-ki, tiba-tiba saja kamu tergerak mengecup bibirnya yang mana membuat sang empu menatap heran. “Tumben sekali cium-cium.” “Kan udah jadi suami,” balasmu dengan cengir manis. Tak berselang lama, Ni-ki spontan membalas perlakuan yang sama.  “Senang nggak kalau aku jadi suami kamu?” tanya Ni-ki berjalan pelan menuju parkiran privat. Kamu yang sedari tadi memandangi wajahnya mengangguk ceria.  “Awalnya nggak senang,” jawabmu yang membuat kepala Ni-ki menoleh cepat. “Soalnya Kak Ni-ki selalu paksa aku. Tapi semakin ke sini aku sadar nggak bisa lepas dari kamu, Kak.” “Jadi cintanya terpaksa?” Kamu menggeleng dengan senyum manis.  “Mau kamu paksa atau nggak, aku tetap cinta sama Kak Ni-ki!” sahutmu gembira mengecup kuat pipi kirinya. Hal ini betulan menggugah perasaan bungah Ni-ki. Batinnya tergelitik gemas dengan sikap manismu yang telah menerimanya ke dalam kehidupan. Sepanjang perjalanan menuju parkiran, kamu dan Ni-ki tak hentinya saling melempar tawa bahagia. Ada lontaran manis dan lucu yang menyisipi pembicaraan kalian tentang tamu undangan, sesi pemotretan, sampai penyuntingan busana pernikahan sebelumnya. Suasana hati kali ini sangat hangat. Penuh akan cinta dari masing-masing awak. “Sebentar, aku lupa taruh kuncinya.” Kamu berdecak singkat saat kalian tiba di depan mobil. Ni-ki menempatkan tubuhmu di kap mobil bagian depan untuk sementara. Tangan pria itu merogoh saku tuxedo mencari keberadaan kunci mobilnya.  Namun manik matamu menangkap keberadaan objek yang tampak jelas di saku celananya. Dalam hitungan detik tanganmu melesap masuk ke sana guna mengeluarkannya. Hanya saja perlakuanmu sekarang membuat Ni-ki tersentak tegang.  “(Y/N),” kata Ni-ki dalam menahanmu. (+(1-2)) #NI_KI #ENHYPEN
POV: Pesta pernikahan yang tidak pernah kamu duga betulan direalisasikan keluarga Nishimura. Hari pengikatan hidup berlangsung singkat, tetapi penuh makna. Tidak banyak tamu yang diundang. Kebanyakan dari mereka ialah rekan bisnis terdekat Ni-ki dan ayahnya. Kamu? Jangan ditanya. Semenjak pendidikanmu terisolasi, komunikasi antar teman terputus semua. Di dunia yang luas ini kamu dipaksa bergantung hanya pada Ni-ki, dan hal tersebut bukanlah masalah. Pria itu membeli jiwa serta ragamu dengan tanggung jawab yang besar. “Kak, kakiku pegal,” keluhmu berbisik pada Ni-ki. Pria itu tadinya senyum ramah menjabat tangan setiap insan yang turut berbahagia akan pernikahan kalian. Kepala Ni-ki merunduk ke arahmu. “Kenapa, Sayang?” “Kaki aku sakit. Aku pegal berdiri, Kak. Nggak kebiasaan pakai heels begini,” jawabmu terus mengeluh. Ni-ki menatap wajahmu yang menekuk lucu. Ia tertawa tipis seraya menggamit dagumu singkat. “Sebentar, sepuluh menit lagi kita pergi dari sini.” “Kamu udah bilang gitu setengah jam yang lalu,” cibirmu mulai kesal menorehkan perasaan. “Marah?” tanya Ni-ki usil. Ia tidak bisa menahan senyum gemas mengamati perubahan wajah cantikmu menuju roman cemberut. Kamu menggeleng tipis dengan tarikan napas dalam. “Bukan marah, tapi capek.” Ni-ki tergelak kecil mendapati bagaimana kakimu menghentak tanah lantaran kaku yang merayapinya. Ia mengalihkan perhatian sejenak ke arah ajudannya yang berdiri sigap di dekat wedding stage. “Mana kunci mobilnya?” “Ini, Tuan.” Telapak tangan Ni-ki mengambil alih kunci mobil pribadinya. Ia menyempatkan diri berpamitan pada petinggi perusahaan lain dan ayahnya sebelum pergi bersamamu meninggalkan pesta. “Kak, jangan cepat-cepat jalannya.” Ni-ki terus berjalan mendahuluimu. Kedua sudut bibirnya tertarik serempak tak kuasa menahan senyum usilan. Ia sengaja menggodamu sekarang. Bibirmu betah menggerutu kesal lantaran gaun pengantin yang kamu kenakan cukup berat. Meski kedua tanganmu menarik kain kuat ke atas, langkah besarmu masih tidak bisa mengimbangi jejak Ni-ki di depan. Entah kenapa kamu kesal dengan sendirinya. “Kak!” “Iya, iya. Sini kakak gendong,” sahut Ni-ki tak tega. Ia membalikkan badan cepat dengan kekehan senang. Tangannya bergerak lekas untuk membawa tubuhmu dalam gendongan miringnya. Kala tanganmu bertumpu pada leher Ni-ki, tiba-tiba saja kamu tergerak mengecup bibirnya yang mana membuat sang empu menatap heran. “Tumben sekali cium-cium.” “Kan udah jadi suami,” balasmu dengan cengir manis. Tak berselang lama, Ni-ki spontan membalas perlakuan yang sama. “Senang nggak kalau aku jadi suami kamu?” tanya Ni-ki berjalan pelan menuju parkiran privat. Kamu yang sedari tadi memandangi wajahnya mengangguk ceria. “Awalnya nggak senang,” jawabmu yang membuat kepala Ni-ki menoleh cepat. “Soalnya Kak Ni-ki selalu paksa aku. Tapi semakin ke sini aku sadar nggak bisa lepas dari kamu, Kak.” “Jadi cintanya terpaksa?” Kamu menggeleng dengan senyum manis. “Mau kamu paksa atau nggak, aku tetap cinta sama Kak Ni-ki!” sahutmu gembira mengecup kuat pipi kirinya. Hal ini betulan menggugah perasaan bungah Ni-ki. Batinnya tergelitik gemas dengan sikap manismu yang telah menerimanya ke dalam kehidupan. Sepanjang perjalanan menuju parkiran, kamu dan Ni-ki tak hentinya saling melempar tawa bahagia. Ada lontaran manis dan lucu yang menyisipi pembicaraan kalian tentang tamu undangan, sesi pemotretan, sampai penyuntingan busana pernikahan sebelumnya. Suasana hati kali ini sangat hangat. Penuh akan cinta dari masing-masing awak. “Sebentar, aku lupa taruh kuncinya.” Kamu berdecak singkat saat kalian tiba di depan mobil. Ni-ki menempatkan tubuhmu di kap mobil bagian depan untuk sementara. Tangan pria itu merogoh saku tuxedo mencari keberadaan kunci mobilnya. Namun manik matamu menangkap keberadaan objek yang tampak jelas di saku celananya. Dalam hitungan detik tanganmu melesap masuk ke sana guna mengeluarkannya. Hanya saja perlakuanmu sekarang membuat Ni-ki tersentak tegang. “(Y/N),” kata Ni-ki dalam menahanmu. (+(1-2)) #NI_KI #ENHYPEN

About