@zuziagura:

Zuzia normalna ryba2
Zuzia normalna ryba2
Open In TikTok:
Region: PL
Friday 24 July 2026 17:55:27 GMT
17452
1403
7
117

Music

Download

Comments

tajson921
marcellus :
To ty śpiewasz?
2026-08-18 13:25:30
0
xpbit
xpbit :
dobre warunki 👌😎
2026-07-25 09:00:52
4
kamil.sonny
Kamil :
2026-07-24 17:58:43
5
szustti
juliett :
boże dziewczyno figurę to masz wiesz fajną 😂 hahha a tak serio to dobra dupeczka ❤️
2026-07-28 09:57:19
1
m0racz
M0racz :
2026-07-24 18:04:40
3
michcik_ste
🤝 :
2026-07-25 13:04:44
0
To see more videos from user @zuziagura, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara, punya kepemilikan tidak langsung 27,5% di Supra Sekuritas, menurut laporan Katadata 29 Oktober 2026. Kepemilikan itu lewat PT Asha Artha Sehati. Supra adalah sekuritas berkode broker SS, yang dalam pemberitaan dikaitkan dengan penindakan OJK di kasus saham DSSA. Dalam siaran pers 21 Oktober 2026, OJK menyebut manipulasi harga saham DSSA dilakukan secara terencana dan terstruktur lewat transaksi nasabah, dengan melibatkan sejumlah anggota bursa. Sembilan anggota bursa kena sanksi administratif, dan OJK cuma mencantumkan inisial, salah satunya PT SS. Sampai berita Katadata tayang, OJK belum menjawab apakah PT SS itu Supra Sekuritas. Pandu menyatakan kepemilikannya minoritas dan pasif, dalam kapasitas pribadi, dan dia tidak terlibat di operasional maupun pengambilan keputusan perusahaan. Nggak ada tuduhan pelanggaran ke Pandu dalam laporan-laporan itu. Yang perlu diperjelas: pelanggaran apa yang dilakukan tiap pihak, apa dasar sanksi OJK, dan apakah ada bukti yang menghubungkan pemilik perusahaan dengan pelanggaran itu. Kepemilikan investasi, tanggung jawab perusahaan, dan keterlibatan pribadi itu tiga hal yang berbeda. Menurut kalian, pemilik sekuritas harusnya ikut dibuka ke publik saat ada sanksi, atau cukup perusahaannya saja? Sumber: Katadata, CNBC Indonesia, Warta Ekonomi, Periskop (29 Okt 2026), siaran pers OJK 21 Okt 2026 via Bareksa dan Kontan. Footage: What Is Up, Indonesia?, CNBC Indonesia, IDX Channel. Saham produk berisiko tinggi, tidak cocok untuk semua kalangan, analisa sendiri sebelum memutuskan. #PanduSjahrir #Danantara #SupraSekuritas #DSSA #OJK
Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara, punya kepemilikan tidak langsung 27,5% di Supra Sekuritas, menurut laporan Katadata 29 Oktober 2026. Kepemilikan itu lewat PT Asha Artha Sehati. Supra adalah sekuritas berkode broker SS, yang dalam pemberitaan dikaitkan dengan penindakan OJK di kasus saham DSSA. Dalam siaran pers 21 Oktober 2026, OJK menyebut manipulasi harga saham DSSA dilakukan secara terencana dan terstruktur lewat transaksi nasabah, dengan melibatkan sejumlah anggota bursa. Sembilan anggota bursa kena sanksi administratif, dan OJK cuma mencantumkan inisial, salah satunya PT SS. Sampai berita Katadata tayang, OJK belum menjawab apakah PT SS itu Supra Sekuritas. Pandu menyatakan kepemilikannya minoritas dan pasif, dalam kapasitas pribadi, dan dia tidak terlibat di operasional maupun pengambilan keputusan perusahaan. Nggak ada tuduhan pelanggaran ke Pandu dalam laporan-laporan itu. Yang perlu diperjelas: pelanggaran apa yang dilakukan tiap pihak, apa dasar sanksi OJK, dan apakah ada bukti yang menghubungkan pemilik perusahaan dengan pelanggaran itu. Kepemilikan investasi, tanggung jawab perusahaan, dan keterlibatan pribadi itu tiga hal yang berbeda. Menurut kalian, pemilik sekuritas harusnya ikut dibuka ke publik saat ada sanksi, atau cukup perusahaannya saja? Sumber: Katadata, CNBC Indonesia, Warta Ekonomi, Periskop (29 Okt 2026), siaran pers OJK 21 Okt 2026 via Bareksa dan Kontan. Footage: What Is Up, Indonesia?, CNBC Indonesia, IDX Channel. Saham produk berisiko tinggi, tidak cocok untuk semua kalangan, analisa sendiri sebelum memutuskan. #PanduSjahrir #Danantara #SupraSekuritas #DSSA #OJK

About