@youngchu725: edit pake lagu lucy-corbon omodio #reigenarataka #mobpsycho100 #mob #blizzardyoung #100

blizzard young
blizzard young
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 25 July 2026 06:40:06 GMT
279
17
2
1

Music

Download

Comments

To see more videos from user @youngchu725, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

8 Agustus menjadi hari yang istimewa bagi para penggemar sejarah maritim karena pada tanggal inilah kapal tempur Yamato resmi diluncurkan ke air pada tahun 1940 di Galangan Kapal Kure, Jepang. Sebagai kapal pertama dari kelas Yamato, ia dirancang menjadi kapal tempur terbesar dan terkuat yang pernah dibuat, dengan bobot penuh sekitar 72.000 ton serta dipersenjatai sembilan meriam utama kaliber 460 mm—meriam terbesar yang pernah dipasang pada sebuah kapal perang. Yamato dibangun sebagai simbol kejayaan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dan dipersiapkan untuk menghadapi armada Amerika Serikat. Namun, perkembangan Perang Dunia II membuktikan bahwa kapal induk dan pesawat tempur telah mengambil alih peran kapal tempur sebagai penguasa lautan. Akibatnya, Yamato lebih sering digunakan sebagai armada cadangan dan hanya beberapa kali terlibat dalam pertempuran besar. Salah satu hal yang paling menarik dari Yamato adalah proses pembangunannya yang dijaga dengan kerahasiaan luar biasa. Pemerintah Jepang menutupi Galangan Kapal Kure dengan pagar dan tirai raksasa agar ukuran sebenarnya tidak dapat diketahui oleh mata-mata asing. Bahkan banyak pekerja hanya mengetahui bagian yang mereka kerjakan tanpa memahami keseluruhan desain kapal. Jepang juga sengaja menyebarkan informasi yang tidak benar mengenai spesifikasi Yamato. Selama perang, mereka mengklaim kapal ini hanya menggunakan meriam kaliber 406 mm, padahal kenyataannya Yamato dipersenjatai meriam raksasa kaliber 460 mm. Kebohongan ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan proyek militer dan membuat negara-negara lain meremehkan kemampuan sebenarnya dari kapal tersebut. Setelah Jepang menyerah, banyak dokumen, foto, dan cetak biru Yamato juga sengaja dimusnahkan agar informasi tentang kapal ini tidak jatuh ke tangan Sekutu. Kehebatan Yamato tidak hanya terletak pada ukurannya, tetapi juga pada persenjataannya. Sembilan meriam utama 460 mm miliknya mampu menembakkan proyektil seberat sekitar 1,46 ton hingga jarak lebih dari 40 kilometer. Yamato juga memiliki dua kapal saudara, yaitu Musashi dan Shinano. Musashi tenggelam akibat serangan udara Amerika dalam Pertempuran Teluk Leyte, sementara Shinano diubah menjadi kapal induk sebelum selesai dibangun. Ironisnya, Shinano hanya bertahan sekitar sepuluh hari setelah resmi bertugas sebelum ditenggelamkan oleh kapal selam Amerika. Riwayat Yamato berakhir pada 7 April 1945 saat menjalankan Operasi Ten-Go, sebuah misi satu arah menuju Okinawa. Tanpa perlindungan udara yang memadai, kapal raksasa itu diserang ratusan pesawat dari kapal induk Amerika. Setelah dihantam banyak bom dan torpedo, Yamato akhirnya tenggelam disertai ledakan dahsyat yang menewaskan lebih dari 3.000 awaknya. Meskipun masa pengabdiannya relatif singkat dan tidak pernah benar-benar menentukan jalannya perang, Yamato tetap dikenang sebagai kapal tempur terbesar yang pernah beroperasi dalam sejarah. Kisahnya menjadi simbol ambisi, kemajuan teknologi, sekaligus perubahan besar dalam peperangan laut, ketika dominasi kapal tempur akhirnya digantikan oleh kekuatan kapal induk dan pesawat tempur. Hingga kini, nama Yamato masih hidup melalui museum, buku, film, anime, dan berbagai gim, menjadikannya salah satu kapal perang paling ikonik sepanjang masa. #ijnyamato #yamato #History #fouryou #fyp
8 Agustus menjadi hari yang istimewa bagi para penggemar sejarah maritim karena pada tanggal inilah kapal tempur Yamato resmi diluncurkan ke air pada tahun 1940 di Galangan Kapal Kure, Jepang. Sebagai kapal pertama dari kelas Yamato, ia dirancang menjadi kapal tempur terbesar dan terkuat yang pernah dibuat, dengan bobot penuh sekitar 72.000 ton serta dipersenjatai sembilan meriam utama kaliber 460 mm—meriam terbesar yang pernah dipasang pada sebuah kapal perang. Yamato dibangun sebagai simbol kejayaan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dan dipersiapkan untuk menghadapi armada Amerika Serikat. Namun, perkembangan Perang Dunia II membuktikan bahwa kapal induk dan pesawat tempur telah mengambil alih peran kapal tempur sebagai penguasa lautan. Akibatnya, Yamato lebih sering digunakan sebagai armada cadangan dan hanya beberapa kali terlibat dalam pertempuran besar. Salah satu hal yang paling menarik dari Yamato adalah proses pembangunannya yang dijaga dengan kerahasiaan luar biasa. Pemerintah Jepang menutupi Galangan Kapal Kure dengan pagar dan tirai raksasa agar ukuran sebenarnya tidak dapat diketahui oleh mata-mata asing. Bahkan banyak pekerja hanya mengetahui bagian yang mereka kerjakan tanpa memahami keseluruhan desain kapal. Jepang juga sengaja menyebarkan informasi yang tidak benar mengenai spesifikasi Yamato. Selama perang, mereka mengklaim kapal ini hanya menggunakan meriam kaliber 406 mm, padahal kenyataannya Yamato dipersenjatai meriam raksasa kaliber 460 mm. Kebohongan ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan proyek militer dan membuat negara-negara lain meremehkan kemampuan sebenarnya dari kapal tersebut. Setelah Jepang menyerah, banyak dokumen, foto, dan cetak biru Yamato juga sengaja dimusnahkan agar informasi tentang kapal ini tidak jatuh ke tangan Sekutu. Kehebatan Yamato tidak hanya terletak pada ukurannya, tetapi juga pada persenjataannya. Sembilan meriam utama 460 mm miliknya mampu menembakkan proyektil seberat sekitar 1,46 ton hingga jarak lebih dari 40 kilometer. Yamato juga memiliki dua kapal saudara, yaitu Musashi dan Shinano. Musashi tenggelam akibat serangan udara Amerika dalam Pertempuran Teluk Leyte, sementara Shinano diubah menjadi kapal induk sebelum selesai dibangun. Ironisnya, Shinano hanya bertahan sekitar sepuluh hari setelah resmi bertugas sebelum ditenggelamkan oleh kapal selam Amerika. Riwayat Yamato berakhir pada 7 April 1945 saat menjalankan Operasi Ten-Go, sebuah misi satu arah menuju Okinawa. Tanpa perlindungan udara yang memadai, kapal raksasa itu diserang ratusan pesawat dari kapal induk Amerika. Setelah dihantam banyak bom dan torpedo, Yamato akhirnya tenggelam disertai ledakan dahsyat yang menewaskan lebih dari 3.000 awaknya. Meskipun masa pengabdiannya relatif singkat dan tidak pernah benar-benar menentukan jalannya perang, Yamato tetap dikenang sebagai kapal tempur terbesar yang pernah beroperasi dalam sejarah. Kisahnya menjadi simbol ambisi, kemajuan teknologi, sekaligus perubahan besar dalam peperangan laut, ketika dominasi kapal tempur akhirnya digantikan oleh kekuatan kapal induk dan pesawat tempur. Hingga kini, nama Yamato masih hidup melalui museum, buku, film, anime, dan berbagai gim, menjadikannya salah satu kapal perang paling ikonik sepanjang masa. #ijnyamato #yamato #History #fouryou #fyp

About