@rianaaijh: POV: Rebo Wekasan menjadi tradisi turun temurun yang diwariskan masyarakat di tanah Jawa. Ketika surya tenggelam tepat pada hari Selasa, garis waktu resmi memasuki malam Rabu Pungkasan—hari Rabu terakhir di bulan Safar penanggalan Jawa. Ini menandai momen yang diyakini sakral guna memohon keselamatan lantaran malam ini waktu diturunkannya ratusan ribu penyakit atau bala ke muka bumi. Keraton Surakarta mengundang Evan untuk bergabung pada acara sedekah bumi, mengingat kadipatennya masih di bawah kekuasaan keraton induk. Acara tersebut diselenggarakan dengan doa bersama di halaman keraton. Masyarakat beserta abdi dalem berkumpul menjadi satu. Usai merapalkan doa, khalayak mulai makan bersama di ruang terbuka sebagai wujud penolakan bala. “Sayang, mau saya ambilkan apa lagi?” “Eh, tidak usah, Mas Evan. Ini sudah cukup,” tolakmu lembut ketika Evan beralih duduk di sebelahmu. Ia mengulurkan piring rotan anyam yang memuat nasi gurih di atasnya. “Buka mulutnya atau saya cium kamu di depan orang-orang,” titah Evan terbesit ancaman saat kepalamu menggeleng tolak terhadap uluran tangannya yang siap memberi suapan. “Selalu saja ancamannya begitu,” gerutumu sebal sebelum membuka mulut terpaksa. Pria itu tersenyum manis kala kamu menerima suapannya. Evan menggamit singkat satu bulir nasi yang tertinggal di ujung bibir kanan. Kedua alismu terangkat singkat merasakan rasa makanan yang mewah. “Enak lho, Mas. Mas Evan tidak makan sekalian?” tanyamu memperhatikannya. Blangkon Evan tampak sedikit miring. Kamu tergerak guna merapikan sesaat, mengingat tangan Evan sendiri kotor akibat makanan. Pria itu terlihat senang akan perhatianmu sekarang. Sehingga benaknya tergugah untuk memberi kecupan kilat pada pipi kanan. “Nanti saja setelah royok gunungan,” ucapnya dengan senyum jahil. Kamu memukul lutut kirinya yang menekuk sila. Wajahmu berubah padam sebab malu menjadi buah bibir masyarakat. Banyak kaum hawa yang berseru lucu melihat tingkah seorang Kanjeng Gusti tengah kecintaan. “Mas, jangan cium-cium di sini,” bisikmu tegas pada Evan. Namun pria itu seolah tak mengindahkan ujaranmu barusan. Kepalanya merunduk dengan alis bertaut. “Kenapa, Sayang? Ingin Mas cium lagi? Nanti saja ya setelah acara.” Evan berucap sedikit meninggikan suara, sengaja agar pasang telinga lain mendengar bagaimana ia menggoda istrinya. “Ih, Mas! Dasar Kanjeng Gusti budek.” Orang-orang refleks menutup mulut mereka menahan tawa akibat cemoohanmu barusan. Evan hampir saja membalas, tetapi langsung urung ketika mulutmu terbuka menuntut suapan selanjutnya. Ia hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum gemas. “Manis sekali istri saya satu ini.” Kamu refleks mencubit lengan kiri Evan. Sejujurnya kamu salah tingkah. Setiap pujian yang Evan lontarkan tidak pernah absen menciptakan semburat kemerahan. “Jangan gombal terus, Mas. Saya malu…” “Mau saya peluk?” Kamu menggeleng cepat. Namun Evan sedikit memundurkan kepala dengan raut wajah heran. “Lho? Bukannya biasanya kalau malu ingin saya peluk?” Wajahmu berpaling singkat, pipimu terasa panas mendengar lontaran fakta dari Evan. Kedua tanganmu meremas ujung kebaya akibat debar di balik dada. “Y-ya tidak di depan umum begini, Mas… itu nanti bisa di kamar…” gumammu malu-malu. Evan terkekeh manis. “Saya tagih ucapan kamu ini nanti, (Y/N). Habis saya suapin langsung ke kamar, jangan mampir ke mana-mana.” “Iya, Mas.” Kamu mengangguk patuh dengan dawuhnya. Sudah sering kamu menerima permintaan Evan tanpa setitik penolakan. Entah kenapa juga kamu tidak pernah merasa berat dengan apa yang ia minta. Usai makan bersama warga desa, kamu pergi terlebih dahulu meninggalkan Evan yang masih mengikuti rangkaian adat gunungan. Tujuanmu tentu saja beristirahat di dalam kamar. Namun ketika melintasi selasar, netramu tak sengaja menangkap anak muda berdiri di depan sumur keramat. “Dek! Ayo masuk ke rumah!” ajakmu saat keberadaan Nala, putri abdi dalem yang kamu kenal, melambaikan tangan antusias. “Aku ingin minum air, Gusti!” (+(1-3)) #EVAN #HEESEUNG

luvdraw
luvdraw
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 25 July 2026 10:40:35 GMT
3529
685
47
54

Music

Download

Comments

rianaaijh
luvdraw :
LANJUTAN 1-3 DI SINI 💗✨
2026-07-25 10:43:35
10
themultifandommmm
myself 🐰 :
kak riaa makasih banget ya makin cinta dh💕💕💕, tau aja kalo aku masih belum bisa move on dari semua pov yang ka ria buat 🥲🥲
2026-07-25 11:02:58
6
_5aabblahhhh
mieayam :
epannya buat aku aja ya kak
2026-07-25 10:53:58
3
amaaa5118
ann :
yippiiee yippieeee ga pernah ngecewain kalo tulisannya kak ria mahhh
2026-07-25 14:36:14
2
dewiseptt_
🍅🥑 :
HUHUHUHU INI YANG AKU TUNGGU-TUNGGU, LOF YU KAK RIA🥺🥺🥺🥺🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💞💞💞💞💞
2026-07-25 14:24:29
1
stvrlighttfahlefy_0320
cloudtears ssvnrise🌧️➹ :
Omoooooo kakakkkk
2026-07-25 11:41:58
1
heejestic
evanlee :
YA AMPUUN GAK NYANGKAA ADA EXTRA PART??SUMPAH POV KAMU TUH GAK ADA YG GAGAL KAK AKU SUKA SEMUAA🫶🫶
2026-07-25 11:40:40
1
ilylhvann
thAn :
YEYYYEYEYY ADA EXTRA PART NYA, tau aja aku blum moveon dri kanjeng gusti evan
2026-07-25 11:24:14
1
eka.cintya64
. :
kk love you
2026-07-25 11:05:41
1
millieessy
millieessy :
YEEEEYYYYY
2026-07-25 10:48:00
1
shissein
bula :
OMAYGATTT HEESEUNG JAWAAAAA
2026-07-25 16:56:28
0
nothoingconnectanymore
ꫀꪗꪗꪜꪖꪀ :
karii kamu tau ngga kenapa seri jawa kamu tuh yang selalu di tunggu-tunggu,SOALNYA POV NYA KEK RELATE BGT!?!? wdym,di tradisi rabu wekasan,acara sedekah bumi,di suapin evan,jadi istrinya,OMAYGAT ITU SANGAT INDAH SEKALI KARIII!!!😫😵 bacanya serasa jadi penjual keong sih,HUH HAH HUH HAH mulu bawaannya,pokonya BEST!!😭🫶🏻🙌🏻
2026-07-25 17:33:02
0
To see more videos from user @rianaaijh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About