@atkpops: If you were Kim Min Hee, which one would you choose? #koreanactress #fyp #kimminhee

atkpops
atkpops
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 25 July 2026 10:55:59 GMT
800957
23785
181
515

Music

Download

Comments

charitychary21
charitychary21 :
I too would choose hype owner over mingyu or jungkook 😭😭😭😭😭😭😭
2026-08-10 15:03:39
301
chachawicha8
Chacha Wicha :
Lee Soo Hyuk 😭😭😭 shocked bgt
2026-07-29 11:10:48
17
rismamari.72
Bagjastoreku :
emang ini orangtua kaya banget yah?
2026-07-27 04:38:21
2139
deskasm
Deska Sm :
dia cape kah sama cowo ganteng😭
2026-07-26 11:24:22
7516
li_kai94
li_kai94 :
its just a piece of her not the whole, we don't know how she was treated in by her ex, to choose him over...maybe she find the right one for her by the wrong person. wrong not because he's too old but a married man
2026-08-11 04:45:45
43
amygn6
amygn6 :
she so pretty and talented. The handmaiden was so good because of her and kim tae ri but people only talk and praise kim tae ri. why would she sacrifice her name for the old man. she must have love him so much. 😭
2026-08-11 05:41:09
20
cca19934d5c
fifi :
what they see in her
2026-08-06 13:32:15
65
keirarasheed
Perintilan Keira ✨ :
IT’S THE JO INSUNG!!!
2026-08-07 05:49:17
272
hanniewifeeee
paduka Yoon is back 🥰🎉🎉🎉🥰 :
padahal lee soo Hyuk semantep itu 😭😭
2026-07-27 03:01:30
1333
sucikhairida
Suciiii :
Mantan kamu jo in sung mbaak 😭😭😭
2026-07-29 00:44:58
343
rosesa726
Matcha :
Padahal kim min hee juga salah satu aktris yang aktingnya bagus lohh. Dia juga pernah dapat baeksang awards kategori best actress. Tapi semenjak kasus dia sama tuh bapa bapa karir dia juga jadi redup.
2026-07-29 04:01:43
975
zzzzeeeezz
satuduadantiga :
Padahal mantan mantanya cakep dan tajir loh
2026-07-29 08:50:50
45
kimnamjoonku
anisa :
negara yang sangat memihak istri sah ya korea😁😁😁😁😁
2026-07-29 03:32:26
44
whitewhinnycat
nong tee :
padahal mungkin mau jadi selingkuhan karena ngincer hartanya tapi dihadang hukum perceraian korea😅 seumur hidup dicap mistress dan gak berhak dapet apa-apa even harus ngelepasin hak hukum anaknya😅
2026-07-31 02:11:56
138
loneygone
Loney :
Dari LSH anjay 😭
2026-07-29 05:17:43
5
dyoxme
kyungie28 :
ini sakit sampe ke mama nya ngebela loh, sakit banget satu keluar si cwe tuh 😭
2026-07-27 14:25:40
115
haoisa8
hao8 :
salut sih sama netizen Korea, kalok emg bermasalah langsung di cancel culture, pdhl yg cwe termasuk aktris bagus, di indo nih berharap yg beneran masalah bisa dilangsung cancel culture bukan diundang kesana sini
2026-07-31 04:14:50
7
hannahera5
Herra🌸 :
ceweknya yang main di film the Handmaiden ya?
2026-07-31 22:33:40
8
706notf0und
𝑀𝑒𝑔𝒶 :
gambaran go minsi ntr tua nya gmna 😭
2026-07-27 04:22:50
43
abil_sd
abil_sd :
Jadi kabar istri sah nya begimana tu
2026-07-27 17:26:54
45
supranadiary
nadiary :
kalo di indo ibarat mayangsari kah??
2026-07-29 14:52:51
8
dllaurll
della :
jo in sung loh ituuu😭😭😭😭
2026-07-29 05:24:48
10
elinejeonnn
𝐂𝐡𝐞𝐫𝐲𝐥ᡣ𐭩 :
Jo in sung sama lee soo hyuk anjir😭
2026-08-06 16:27:14
6
To see more videos from user @atkpops, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Werner Hartenstein adalah seorang perwira angkatan laut Jerman selama Perang Dunia II yang memimpin kapal selam U-156. Ia menerima Salib Ksatria dari Salib Besi, namanya menjadi terkenal saat terlibat dalam Insiden Laconia pada September 1942, sebuah peristiwa tragis di Samudra Atlantik yang kemudian dikenang sebagai salah satu insiden kemanusiaan paling ironis dalam perang laut. Pada 12 September 1942, U-156 yang sedang berpatroli menemukan kapal penumpang Inggris RMS Laconia yang saat itu digunakan sebagai kapal angkut militer. Mengira kapal tersebut adalah target musuh biasa, Hartenstein memerintahkan penembakan torpedo dan berhasil melumpuhkannya. Namun setelah kapal mulai tenggelam, awak U-156 mendengar teriakan para korban dalam bahasa Italia. Saat itulah Hartenstein sadar bahwa Laconia ternyata membawa ribuan tawanan perang Italia, selain tentara Inggris, awak sipil, wanita, dan anak-anak. Menyadari bahwa banyak sekutu Jerman sendiri ikut menjadi korban, Hartenstein mengambil keputusan yang sangat jarang dilakukan komandan kapal selam pada masa itu. Ia menghentikan operasi tempur dan memulai penyelamatan besar-besaran. U-156 muncul ke permukaan, menaikkan para korban ke atas dek, membagikan makanan dan air, serta menarik sekoci-sekoci penuh penumpang. Hartenstein bahkan mengirim pesan radio terbuka kepada pihak Sekutu bahwa ia sedang menjalankan misi penyelamatan dan tidak akan menyerang kapal mana pun. Selama beberapa hari U-156 bersama kapal selam Jerman lain berubah menjadi armada penyelamat darurat di tengah Atlantik. Namun pada 16 September 1942, saat dek U-156 penuh oleh korban selamat dan bendera Palang Merah telah dipasang, sebuah pesawat pengebom Amerika tetap menyerang. Bom dijatuhkan ke arah kapal selam dan sekoci para korban, memaksa Hartenstein menyelam darurat dan meninggalkan banyak orang kembali terapung di lautan. Peristiwa inilah yang kemudian dikenal sebagai Insiden Laconia. Insiden tersebut menjadi pukulan besar bagi angkatan laut Jerman. Setelah kejadian itu, komando U-boat mengeluarkan perintah bahwa kapal selam Jerman tidak lagi diizinkan melakukan penyelamatan korban kapal musuh, karena tindakan kemanusiaan dianggap terlalu berbahaya. Dengan kata lain, usaha Werner Hartenstein untuk menolong justru mengakhiri tradisi belas kasihan dalam perang kapal selam Atlantik. Kapal selam U-156 sendiri adalah U-boat tipe IXC, kapal selam samudra jarak jauh yang dipersenjatai torpedo, meriam dek, dan senjata anti-pesawat. Di bawah komando Hartenstein, U-156 telah menenggelamkan banyak kapal Sekutu dan beroperasi hingga wilayah Karibia. Namun kapal ini paling diingat bukan karena kemenangan tempurnya, melainkan karena menjadi simbol tragedi Insiden Laconia. Werner Hartenstein tetap memimpin U-156 hingga 8 Maret 1943, ketika kapal selam itu ditemukan pesawat patroli Amerika di dekat Barbados dan dihancurkan bersama seluruh awaknya. Hartenstein gugur di laut bersama kapal yang membuat namanya dikenal dunia. Ia dikenang sebagai komandan U-boat yang di tengah kerasnya perang masih sempat menunjukkan sisi kemanusiaan, meski perang pada akhirnya tidak memberi tempat bagi belas kasihan. #WernerHartenstein #garmany #History #fouryou #fyp
Werner Hartenstein adalah seorang perwira angkatan laut Jerman selama Perang Dunia II yang memimpin kapal selam U-156. Ia menerima Salib Ksatria dari Salib Besi, namanya menjadi terkenal saat terlibat dalam Insiden Laconia pada September 1942, sebuah peristiwa tragis di Samudra Atlantik yang kemudian dikenang sebagai salah satu insiden kemanusiaan paling ironis dalam perang laut. Pada 12 September 1942, U-156 yang sedang berpatroli menemukan kapal penumpang Inggris RMS Laconia yang saat itu digunakan sebagai kapal angkut militer. Mengira kapal tersebut adalah target musuh biasa, Hartenstein memerintahkan penembakan torpedo dan berhasil melumpuhkannya. Namun setelah kapal mulai tenggelam, awak U-156 mendengar teriakan para korban dalam bahasa Italia. Saat itulah Hartenstein sadar bahwa Laconia ternyata membawa ribuan tawanan perang Italia, selain tentara Inggris, awak sipil, wanita, dan anak-anak. Menyadari bahwa banyak sekutu Jerman sendiri ikut menjadi korban, Hartenstein mengambil keputusan yang sangat jarang dilakukan komandan kapal selam pada masa itu. Ia menghentikan operasi tempur dan memulai penyelamatan besar-besaran. U-156 muncul ke permukaan, menaikkan para korban ke atas dek, membagikan makanan dan air, serta menarik sekoci-sekoci penuh penumpang. Hartenstein bahkan mengirim pesan radio terbuka kepada pihak Sekutu bahwa ia sedang menjalankan misi penyelamatan dan tidak akan menyerang kapal mana pun. Selama beberapa hari U-156 bersama kapal selam Jerman lain berubah menjadi armada penyelamat darurat di tengah Atlantik. Namun pada 16 September 1942, saat dek U-156 penuh oleh korban selamat dan bendera Palang Merah telah dipasang, sebuah pesawat pengebom Amerika tetap menyerang. Bom dijatuhkan ke arah kapal selam dan sekoci para korban, memaksa Hartenstein menyelam darurat dan meninggalkan banyak orang kembali terapung di lautan. Peristiwa inilah yang kemudian dikenal sebagai Insiden Laconia. Insiden tersebut menjadi pukulan besar bagi angkatan laut Jerman. Setelah kejadian itu, komando U-boat mengeluarkan perintah bahwa kapal selam Jerman tidak lagi diizinkan melakukan penyelamatan korban kapal musuh, karena tindakan kemanusiaan dianggap terlalu berbahaya. Dengan kata lain, usaha Werner Hartenstein untuk menolong justru mengakhiri tradisi belas kasihan dalam perang kapal selam Atlantik. Kapal selam U-156 sendiri adalah U-boat tipe IXC, kapal selam samudra jarak jauh yang dipersenjatai torpedo, meriam dek, dan senjata anti-pesawat. Di bawah komando Hartenstein, U-156 telah menenggelamkan banyak kapal Sekutu dan beroperasi hingga wilayah Karibia. Namun kapal ini paling diingat bukan karena kemenangan tempurnya, melainkan karena menjadi simbol tragedi Insiden Laconia. Werner Hartenstein tetap memimpin U-156 hingga 8 Maret 1943, ketika kapal selam itu ditemukan pesawat patroli Amerika di dekat Barbados dan dihancurkan bersama seluruh awaknya. Hartenstein gugur di laut bersama kapal yang membuat namanya dikenal dunia. Ia dikenang sebagai komandan U-boat yang di tengah kerasnya perang masih sempat menunjukkan sisi kemanusiaan, meski perang pada akhirnya tidak memberi tempat bagi belas kasihan. #WernerHartenstein #garmany #History #fouryou #fyp

About