@jinrjipy: バンチャンの空中浮遊は健在😁💕cr.Fel00999 #bangchan #StrayKids #バンチャン#ホジュズ#felix@Stray Kids @straykids_japan

nonSUGAR💚
nonSUGAR💚
Open In TikTok:
Region: JP
Saturday 25 July 2026 10:59:41 GMT
3266
478
5
19

Music

Download

Comments

no.not.nel
anyela :
THANK YOU
2026-07-25 11:04:38
0
user3232115203653
ヨンボク :
カンガルーJUMP👍
2026-07-25 11:43:22
4
bandaogoadissa2
papa88 :
wahou trop style 🥰🥰
2026-07-25 13:15:56
0
kiichigo.mori.nou
Kiichigo Mori (Nousagi) :
髪色も変わってカッコイイよね😳💘💘💘
2026-07-25 11:01:42
0
min230919
YB915 :
🥰🥰🥰
2026-07-26 02:03:12
0
To see more videos from user @jinrjipy, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ayam ingkung adalah salah satu kuliner tradisional khas masyarakat Jawa, termasuk di wilayah Jawa Tengah (seperti Solo Raya, Semarang, dan sekitarnya), yang sering menjadi lauk utama dalam nasi tumpeng pada berbagai acara adat, selamatan, syukuran, mitoni, selamatan kelahiran, pernikahan, hingga haul (peringatan kematian). Nama
Ayam ingkung adalah salah satu kuliner tradisional khas masyarakat Jawa, termasuk di wilayah Jawa Tengah (seperti Solo Raya, Semarang, dan sekitarnya), yang sering menjadi lauk utama dalam nasi tumpeng pada berbagai acara adat, selamatan, syukuran, mitoni, selamatan kelahiran, pernikahan, hingga haul (peringatan kematian). Nama "ingkung" berasal dari bahasa Jawa kuno: Dari kata "jinakung" (mengayomi atau melindungi) dan "manekung"/"manengkung" (memanjatkan doa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan). Secara simbolis, ayam disajikan utuh (dengan kepala, kaki, dan sayap terikat) dalam posisi seperti bersujud atau bersimpuh, melambangkan kepasrahan dan ketundukan manusia di hadapan Sang Pencipta, serta rasa syukur atas nikmat kehidupan. Ayam ingkung diyakini sudah ada sejak masa kerajaan-kerajaan Jawa kuno yang dipengaruhi agama Hindu (sekitar 5–15 abad lalu, atau abad ke-5 hingga ke-15 M), bersamaan dengan tradisi tumpeng. Beberapa sumber menyebut akarnya lebih tua lagi, berasal dari agama Kapitayan (kepercayaan asli Nusantara sebelum Hindu-Buddha dan Islam masuk), di mana ayam disebut "ayam tu-kung" atau "ayam tukung" sebagai sesaji persembahan. Menurut buku Atlas Walisongo karya Agus Sunyoto, ayam ingkung merupakan perkembangan dari ayam tu-kung tersebut. Dalam sastra Jawa klasik seperti Serat Centhini (abad ke-19, tapi merujuk tradisi lama), sudah disebutkan tentang "iwak pitik" (lauk ayam) yang mirip konsep ini. Pada masa Kerajaan Mataram Islam (abad 16–17), tradisi ini semakin kuat dan terintegrasi dalam budaya Kejawen serta acara keagamaan Islam-Jawa. Di Jawa Tengah, ayam ingkung sangat melekat dalam tradisi Solo Raya (seperti di Solo/Kota Surakarta), di mana sering menjadi sajian wajib dalam selametan adat Jawa. Biasanya menggunakan ayam kampung jantan (simbol kekuatan dan ketangguhan), dimasak utuh dengan bumbu rempah sederhana (seperti kunyit, serai, daun salam, lengkuas), direbus atau dikukus hingga empuk, sehingga bumbu meresap sempurna tanpa digoreng. #lebaran #mudik #jawa #idulfitri2026 #silahturahmi

About