@kadek.sukedane:

Gung alit
Gung alit
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 25 July 2026 13:47:55 GMT
1144
17
1
37

Music

Download

Comments

bu.uwil
buwil :
celuluk lucu dan serem
2026-07-25 23:02:57
0
To see more videos from user @kadek.sukedane, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov  “Kak Y/n, tunggu!” Langkahmu tidak berhenti, dan koridor sekolah yang tadinya sepi langsung dipenuhi beberapa pasang mata yang menoleh penasaran. Kamu menghela napas sebelum akhirnya berbalik. “Ada apa lagi, Juhoon?” Cowok itu langsung menyeringai lebar, seolah baru saja memenangkan sesuatu. “Mau makan siang di kantin bareng aku nggak?” Kamu memejamkan mata sesaat. “Udah berapa kali saya harus bilang sama kamu? Pengajar tidak boleh nongkrong bareng siswa.” “Tapi kamu kan bukan guru di sini. Cuma mahasiswa KKN.” Juhoon mengangkat bahu santai. “Itu tetap sama.” Kamu berbalik dan mulai berjalan meninggalkannya, tanpa menunggu respons apapun. “Kak!” Kamu tidak menjawab, langkahmu bahkan tidak melambat. “Kalau gitu aku tunggu di kantin ya!” Tapi kamu sudah terlalu jauh untuk repot-repot menoleh. ~~~ Di sekolah ini, tidak ada seorang pun yang tidak mengenal Juhoon. Siswa kelas dua belas itu terkenal karena satu hal—terlalu tampan untuk ukuran anak sekolah dan terlalu tengil untuk ukuran manusia normal. Nilainya tidak buruk, prestasinya juga ada, keluarganya kaya, dan wajahnya bahkan cukup sering muncul di unggahan Instagram sekolah. Masalahnya, Juhoon juga punya reputasi lain. Dekat dengan banyak perempuan—terlalu banyak tepatnya. Hampir setiap bulan ada saja nama baru yang dikaitkan dengannya, tapi anehnya tidak ada satu pun yang benar-benar menjadi pacarnya. Karena menurut Juhoon, semua itu hanya teman—atau begitulah alasannya. Sementara itu, kamu adalah kebalikan dari semua kekacauan yang melekat pada nama Juhoon. Mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani program KKN mengajar di sekolahnya, khusus mata pelajaran Bahasa Inggris. Di mata guru-guru, kamu adalah definisi mahasiswa teladan—hampir seluruh warga sekolah percaya bahwa kamu adalah perempuan baik-baik yang hidupnya hanya berisi kuliah dan mengajar. Termasuk Juhoon, yang sejak hari pertama melihatmu entah kenapa memutuskan bahwa mengejarmu adalah ide yang sangat bagus. Sayangnya untuk dia… kamu tidak tertarik pada anak SMA. Apalagi anak SMA tengil dengan sejarah percintaan yang sangat berantakan. ~~~ Pintu ruang mahasiswa KKN terbuka begitu saja. Kamu bahkan tidak perlu melihat untuk tahu siapa yang datang. “Kak Y/n.” Suara itu disertai senyum lebar yang sudah terlalu familiar. “Ada apa?” Juhoon berjalan masuk lalu berdiri tepat di depan mejamu. Hari ini rambutnya sedikit berantakan, seragamnya juga tidak pernah benar-benar rapi seperti siswa lain—tapi entah kenapa dia tetap percaya diri. Lalu dia berdeham kecil, seolah sedang menyiapkan sesuatu yang penting. “You very beautiful today.” Kamu mengangkat kepala perlahan. Sementara itu, beberapa temanmu yang sedang duduk di ruangan yang sama mulai menahan tawa. Juhoon tidak menyadarinya, malah melanjutkan. “You know?” Cowok itu tersenyum. “I excited go school every day because want meet you.” Kali ini suara tawa pecah di berbagai sudut ruangan. Ada yang langsung menunduk, ada yang menutup wajah dengan buku, ada yang sampai memukul meja pelan sambil tertawa. Juhoon menoleh ke kiri dan kanan dengan bingung. “Kok mereka ketawa?” Kamu menatapnya beberapa detik, lalu menutup laptop perlahan. “Kamu hafalin dari Google Translate ya?” Juhoon langsung terdiam—tangannya naik menggaruk tengkuk, ekspresinya mendadak ketahuan bersalah. “…Kelihatan ya?” Beberapa temanmu kembali tertawa, dan kamu cuma menggeleng pelan—tidak tahu harus tertawa atau merasa kasihan. Sementara Juhoon justru menarik kursi di depanmu lalu duduk santai. “Yang penting kamu ngerti kan maksudnya?” “Iya, aku ngerti.” Cowok itu langsung tersenyum puas. “Berarti aku berhasil.” “Tapi tetep aja grammar kamu berantakan.” “Itu nggak penting.” Juhoon menopang dagu, tatapannya lurus ke arahmu. “Karena yang penting sekarang, aku berhasil bikin kamu senyum.” Entah kenapa, jawaban itu membuat beberapa temanmu kembali menahan tawa. Sementara kamu hanya menghela napas panjang. Benar-benar tidak ada obat untuk anak satu ini. +comsec #cortis #juhooncortis #juhoon
#pov “Kak Y/n, tunggu!” Langkahmu tidak berhenti, dan koridor sekolah yang tadinya sepi langsung dipenuhi beberapa pasang mata yang menoleh penasaran. Kamu menghela napas sebelum akhirnya berbalik. “Ada apa lagi, Juhoon?” Cowok itu langsung menyeringai lebar, seolah baru saja memenangkan sesuatu. “Mau makan siang di kantin bareng aku nggak?” Kamu memejamkan mata sesaat. “Udah berapa kali saya harus bilang sama kamu? Pengajar tidak boleh nongkrong bareng siswa.” “Tapi kamu kan bukan guru di sini. Cuma mahasiswa KKN.” Juhoon mengangkat bahu santai. “Itu tetap sama.” Kamu berbalik dan mulai berjalan meninggalkannya, tanpa menunggu respons apapun. “Kak!” Kamu tidak menjawab, langkahmu bahkan tidak melambat. “Kalau gitu aku tunggu di kantin ya!” Tapi kamu sudah terlalu jauh untuk repot-repot menoleh. ~~~ Di sekolah ini, tidak ada seorang pun yang tidak mengenal Juhoon. Siswa kelas dua belas itu terkenal karena satu hal—terlalu tampan untuk ukuran anak sekolah dan terlalu tengil untuk ukuran manusia normal. Nilainya tidak buruk, prestasinya juga ada, keluarganya kaya, dan wajahnya bahkan cukup sering muncul di unggahan Instagram sekolah. Masalahnya, Juhoon juga punya reputasi lain. Dekat dengan banyak perempuan—terlalu banyak tepatnya. Hampir setiap bulan ada saja nama baru yang dikaitkan dengannya, tapi anehnya tidak ada satu pun yang benar-benar menjadi pacarnya. Karena menurut Juhoon, semua itu hanya teman—atau begitulah alasannya. Sementara itu, kamu adalah kebalikan dari semua kekacauan yang melekat pada nama Juhoon. Mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani program KKN mengajar di sekolahnya, khusus mata pelajaran Bahasa Inggris. Di mata guru-guru, kamu adalah definisi mahasiswa teladan—hampir seluruh warga sekolah percaya bahwa kamu adalah perempuan baik-baik yang hidupnya hanya berisi kuliah dan mengajar. Termasuk Juhoon, yang sejak hari pertama melihatmu entah kenapa memutuskan bahwa mengejarmu adalah ide yang sangat bagus. Sayangnya untuk dia… kamu tidak tertarik pada anak SMA. Apalagi anak SMA tengil dengan sejarah percintaan yang sangat berantakan. ~~~ Pintu ruang mahasiswa KKN terbuka begitu saja. Kamu bahkan tidak perlu melihat untuk tahu siapa yang datang. “Kak Y/n.” Suara itu disertai senyum lebar yang sudah terlalu familiar. “Ada apa?” Juhoon berjalan masuk lalu berdiri tepat di depan mejamu. Hari ini rambutnya sedikit berantakan, seragamnya juga tidak pernah benar-benar rapi seperti siswa lain—tapi entah kenapa dia tetap percaya diri. Lalu dia berdeham kecil, seolah sedang menyiapkan sesuatu yang penting. “You very beautiful today.” Kamu mengangkat kepala perlahan. Sementara itu, beberapa temanmu yang sedang duduk di ruangan yang sama mulai menahan tawa. Juhoon tidak menyadarinya, malah melanjutkan. “You know?” Cowok itu tersenyum. “I excited go school every day because want meet you.” Kali ini suara tawa pecah di berbagai sudut ruangan. Ada yang langsung menunduk, ada yang menutup wajah dengan buku, ada yang sampai memukul meja pelan sambil tertawa. Juhoon menoleh ke kiri dan kanan dengan bingung. “Kok mereka ketawa?” Kamu menatapnya beberapa detik, lalu menutup laptop perlahan. “Kamu hafalin dari Google Translate ya?” Juhoon langsung terdiam—tangannya naik menggaruk tengkuk, ekspresinya mendadak ketahuan bersalah. “…Kelihatan ya?” Beberapa temanmu kembali tertawa, dan kamu cuma menggeleng pelan—tidak tahu harus tertawa atau merasa kasihan. Sementara Juhoon justru menarik kursi di depanmu lalu duduk santai. “Yang penting kamu ngerti kan maksudnya?” “Iya, aku ngerti.” Cowok itu langsung tersenyum puas. “Berarti aku berhasil.” “Tapi tetep aja grammar kamu berantakan.” “Itu nggak penting.” Juhoon menopang dagu, tatapannya lurus ke arahmu. “Karena yang penting sekarang, aku berhasil bikin kamu senyum.” Entah kenapa, jawaban itu membuat beberapa temanmu kembali menahan tawa. Sementara kamu hanya menghela napas panjang. Benar-benar tidak ada obat untuk anak satu ini. +comsec #cortis #juhooncortis #juhoon

About