@nargiz_mansur: #CapCut ###Хайрли тонг🌺👍❤️‍🔥🤲

◐ ❄ Ĥ ฉ Þ г น ʒ ฉ ❄ ◐
◐ ❄ Ĥ ฉ Þ г น ʒ ฉ ❄ ◐
Open In TikTok:
Region: IL
Saturday 25 July 2026 18:33:54 GMT
893
43
4
59

Music

Download

Comments

madamin34
Аминa :
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2026-07-26 02:03:50
0
ali1491632
Ali :
🥰🥰🥰
2026-07-25 18:37:23
0
_g_allayarov_70_
gurbandurdy_allayarow_70 :
🤝🤝🤝
2026-07-25 18:40:35
0
To see more videos from user @nargiz_mansur, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sebuah studi otak anak terbesar yang pernah dilakukan. Namanya ABCD Study dari National Institutes of Health (NIH) lebih dari 11.878 anak usia 9–10 tahun, di 21 lokasi penelitian di Amerika, dipantau bertahun-tahun dengan MRI. Dan ini yang ditemukan: Anak dengan 7 jam screen time atau lebih per hari menunjukkan sesuatu pada bagian otak bernama korteks. Korteks itu lapisan terluar otak. Tempat kamu berpikir, mengingat, dan menahan emosi. Ruang kendali anak. Pada anak-anak ini, ruang kendali itu menipis lebih dini. Remnya melemah, anak jadi lebih gampang meledak emosinya, lebih susah konsentrasi, dan sangat sulit lepas dari layar. Dan ada satu temuan yang lebih parah: anak dengan durasi screen time paling tinggi cenderung punya kemampuan kosakata dan berbahasa yang lebih rendah. Bukan karena mereka kurang pintar tapi karena jam yang harusnya buat ngobrol, membaca, dan bermain... habis di layar. ⁣ Tapi kalau anak kamu sudah terlanjur seperti ini tenang, belum terlambat. Otak anak belum selesai dibentuk. Dia terus tumbuh sampai usia 25 tahun, masih lentur, masih bisa menata ulang dirinya. Kamu nggak perlu buang gadgetnya. Kamu cuma perlu membatasi: 📱 Screen time 1–2 jam per hari 🗣️ Sisanya, ajak anak ngobrol 📚 Bacakan buku 🧸 Biarkan mereka bermain tanpa gadget Justru jam-jam itu yang menumbuhkan kembali kosakata dan fokus yang tadi tergerus. ⁣ Layar bukan cuma soal anak-anak. Orang dewasa juga mengalami hal ini. Coba cek malam ini: berapa jam layar anak kamu hari ini? Tulis di komentar 👇 Dan bagikan ini ke setiap orang tua yang kamu kenal. 📖 Sumber: Adolescent Brain Cognitive Development (ABCD) Study — NIH · abcdstudy.org #screentime
Sebuah studi otak anak terbesar yang pernah dilakukan. Namanya ABCD Study dari National Institutes of Health (NIH) lebih dari 11.878 anak usia 9–10 tahun, di 21 lokasi penelitian di Amerika, dipantau bertahun-tahun dengan MRI. Dan ini yang ditemukan: Anak dengan 7 jam screen time atau lebih per hari menunjukkan sesuatu pada bagian otak bernama korteks. Korteks itu lapisan terluar otak. Tempat kamu berpikir, mengingat, dan menahan emosi. Ruang kendali anak. Pada anak-anak ini, ruang kendali itu menipis lebih dini. Remnya melemah, anak jadi lebih gampang meledak emosinya, lebih susah konsentrasi, dan sangat sulit lepas dari layar. Dan ada satu temuan yang lebih parah: anak dengan durasi screen time paling tinggi cenderung punya kemampuan kosakata dan berbahasa yang lebih rendah. Bukan karena mereka kurang pintar tapi karena jam yang harusnya buat ngobrol, membaca, dan bermain... habis di layar. ⁣ Tapi kalau anak kamu sudah terlanjur seperti ini tenang, belum terlambat. Otak anak belum selesai dibentuk. Dia terus tumbuh sampai usia 25 tahun, masih lentur, masih bisa menata ulang dirinya. Kamu nggak perlu buang gadgetnya. Kamu cuma perlu membatasi: 📱 Screen time 1–2 jam per hari 🗣️ Sisanya, ajak anak ngobrol 📚 Bacakan buku 🧸 Biarkan mereka bermain tanpa gadget Justru jam-jam itu yang menumbuhkan kembali kosakata dan fokus yang tadi tergerus. ⁣ Layar bukan cuma soal anak-anak. Orang dewasa juga mengalami hal ini. Coba cek malam ini: berapa jam layar anak kamu hari ini? Tulis di komentar 👇 Dan bagikan ini ke setiap orang tua yang kamu kenal. 📖 Sumber: Adolescent Brain Cognitive Development (ABCD) Study — NIH · abcdstudy.org #screentime

About