@sife_dine_16: @Hamza yamaha @Naim_boubous

🪬💸 Sifeedine SiFOU 💸🪬
🪬💸 Sifeedine SiFOU 💸🪬
Open In TikTok:
Region: DZ
Saturday 25 July 2026 21:02:39 GMT
101
21
2
3

Music

Download

Comments

naim_boubous
Naim_boubous :
💪💪💪
2026-07-25 21:07:55
0
To see more videos from user @sife_dine_16, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Banyak orang memahami bahwa dalam Islam hanya suami yang berhak mengakhiri perkawinan melalui talak. Padahal, fikih Islam mengenal beberapa sebab putusnya perkawinan, antara lain talak, khulu', fasakh, li'an, ila', dan zihar. 1. Talak Hak suami untuk mengakhiri perkawinan. 📖 Allah berfirman: الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمْسَاكٌۢ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌۢ بِإِحْسَانٍ (QS. Al-Baqarah: 229)
Banyak orang memahami bahwa dalam Islam hanya suami yang berhak mengakhiri perkawinan melalui talak. Padahal, fikih Islam mengenal beberapa sebab putusnya perkawinan, antara lain talak, khulu', fasakh, li'an, ila', dan zihar. 1. Talak Hak suami untuk mengakhiri perkawinan. 📖 Allah berfirman: الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمْسَاكٌۢ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌۢ بِإِحْسَانٍ (QS. Al-Baqarah: 229) "Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali. Setelah itu boleh rujuk dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik." 2. Khulu' 📖 Allah berfirman: فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيمَا افْتَدَتْ بِهِ (QS. Al-Baqarah: 229) "Apabila kamu khawatir keduanya tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya mengenai tebusan yang diberikan istri untuk membebaskan dirinya." Hadis yang menjadi dasar khulu' adalah kisah istri Tsabit bin Qais. Nabi ﷺ bersabda kepada Tsabit: اقْبَلِ الْحَدِيقَةَ وَطَلِّقْهَا تَطْلِيقَةً "Terimalah kembali kebun itu, lalu ceraikanlah dia dengan satu talak." (HR. al-Bukhari No. 5273) 3. Fasakh Dasarnya adalah larangan mempertahankan perkawinan yang membawa kemudaratan. Allah berfirman: وَلَا تُمْسِكُوهُنَّ ضِرَارًا لِّتَعْتَدُوا (QS. Al-Baqarah: 231) "Janganlah kamu mempertahankan mereka untuk memberi kemudaratan sehingga kamu melampaui batas." Juga kaidah fikih yang berasal dari hadis Nabi ﷺ: لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ "Tidak boleh menimbulkan bahaya dan tidak boleh saling membahayakan." (HR. Ibnu Majah No. 2341; Malik dalam Al-Muwaththa'; Ahmad) Kaidah ini menjadi salah satu fondasi ulama dalam membolehkan hakim membubarkan perkawinan ketika mempertahankannya justru menimbulkan mudarat yang nyata. #pengacara #fypシ #lawyersoftiktok

About