@danikmma_: Chimaev aura ☠️ #mma #khamzatchimaev #UFC #mmaedit #hard

𝐃𝐚𝐧𝐢𝐤𝐌𝐌𝐀
𝐃𝐚𝐧𝐢𝐤𝐌𝐌𝐀
Open In TikTok:
Region: UA
Sunday 26 July 2026 16:56:18 GMT
17973
793
20
57

Music

Download

Comments

tsyrendashiev6
tsyrendashiev.48 :
Khamzat “borz” Chimaev
2026-07-26 17:03:06
2
kurtaguilar2
￴￴￴ ￴￴ ￴￴ :
bro chimaev gave hum a chance why he doesn't take it?
2026-07-26 17:02:50
3
comhirmadafaca
wrestling :
folow me
2026-07-26 17:12:48
2
user67667305994722
Aibol :
1💀💀💀
2026-07-26 17:02:36
0
israel.osvaldo4
Israel 🤴 :
lomato
2026-07-26 16:59:51
0
user5241171614701
خادم الله :
1
2026-07-26 17:03:40
0
yousif_984
يـوســف مـاجـد 🤍 :
2026-07-26 17:05:08
0
limon4ik.176
Aibar4ik :
1
2026-07-26 17:04:07
0
introuvables761
M@THYS✝️🇫🇷❤️ :
😁😁😁
2026-07-26 21:53:35
0
yaseen.iqbal71
PuBG :
🥰🥰🥰
2026-07-26 17:09:11
0
awad1133
awad1133 :
@Roblox 🌹
2026-07-26 23:17:32
0
To see more videos from user @danikmma_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Suasana tenang di Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), seketika berubah mencekam pada Rabu (8/7/2026). Sebuah ledakan keras yang diduga bersumber dari mortir mengguncang permukiman warga dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Ketiga korban diketahui bernama Ade (21), Suhri (51), dan Rodiana (40). Dadang Suhendar (43), salah seorang warga setempat, menjadi saksi yang mendengar langsung dentuman keras tersebut dan bergegas memberikan pertolongan di lokasi kejadian. Saat kejadian, Dadang sedang duduk di luar rumah ketika tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras. Dentuman tersebut bahkan membuat kaca jendela rumahnya ikut bergetar. Awalnya, Dadang mengira suara ledakan berasal dari aktivitas latihan rutin TNI yang biasa dilakukan di sekitar wilayah tersebut. Tak lama setelah ledakan, Dadang mendengar seorang pria berteriak meminta pertolongan sambil mencari Ketua RW.
Suasana tenang di Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), seketika berubah mencekam pada Rabu (8/7/2026). Sebuah ledakan keras yang diduga bersumber dari mortir mengguncang permukiman warga dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Ketiga korban diketahui bernama Ade (21), Suhri (51), dan Rodiana (40). Dadang Suhendar (43), salah seorang warga setempat, menjadi saksi yang mendengar langsung dentuman keras tersebut dan bergegas memberikan pertolongan di lokasi kejadian. Saat kejadian, Dadang sedang duduk di luar rumah ketika tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras. Dentuman tersebut bahkan membuat kaca jendela rumahnya ikut bergetar. Awalnya, Dadang mengira suara ledakan berasal dari aktivitas latihan rutin TNI yang biasa dilakukan di sekitar wilayah tersebut. Tak lama setelah ledakan, Dadang mendengar seorang pria berteriak meminta pertolongan sambil mencari Ketua RW. "Sontak saya langsung samperin pria itu dan tanya ada apa. Dia bilang, 'Itu tolongin, tolongin!'. Secara refleks saya langsung lari menuju ke tempat kejadian perkara (TKP)," ujar Dadang. Saat tiba di lokasi, Dadang melihat sejumlah warga sudah berkerumun. Ia kemudian mendapati tiga korban tergeletak di sekitar pekarangan rumah. Dua korban berada di bawah pohon jambu, sedangkan satu korban lainnya ditemukan di bawah kolong rumah panggung. Menurut Dadang, ketiga korban masih dalam kondisi hidup saat pertama kali ditemukan. Rodiana bahkan sempat berkomunikasi dengannya dan meminta pertolongan. "Saya sempat menolongnya sekitar dua menitan. Namun tak lama, korban yang di bawah pohon jambu dan kolong rumah mengembuskan napas terakhirnya di tempat," katanya. Sementara itu, satu korban lainnya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, korban tersebut dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit pada sore harinya. Dadang juga mengaku melihat benda yang diduga mortir di sekitar lokasi kejadian. Menurutnya, terdapat satu mortir yang masih utuh dan satu lainnya yang sudah hancur akibat ledakan. Selain itu, ia melihat dua atau tiga selongsong peluru berukuran kecil di sekitar lokasi. "Saya lihat persis di pinggir tubuh korban itu masih ada satu mortir lagi. Tapi saya tidak tahu itu masih aktif atau tidak, dan tidak tahu juga apa jenisnya," ujar Dadang. Peristiwa ledakan tersebut mengejutkan warga Kampung Ciparang karena mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. #ledakan #warga #korbanjiwa #cipatatat #bandung

About