@tempest6666666666: Diablo melangkah maju. Satu langkah. Cukup untuk berdiri di depan Rimuru. Gerakannya halus... Namun jelas menunjukkan satu hal. Tidak ada siapa pun yang boleh mendekati Rimuru tanpa melewati dirinya terlebih dahulu. {Siapa dirimu?} Suara Diablo terdengar sopan. Tetapi tajam. Mirror Rimuru menatapnya. Lama. Sangat lama. Lalu... Ia tersenyum tipis. {Diablo...} {Aku senang melihatmu masih memiliki tatapan seperti itu.} Diablo tidak menjawab. Namun sorot matanya berubah sedikit. Kalimat itu... Terdengar seperti ucapan seseorang yang telah mengenalnya selama bertahun-tahun. Guy melangkah ke depan. {Cukup basa-basinya.} {Kau datang dari dunia lain, bukan?} Mirror Rimuru mengangguk. {Benar.} {Kalau begitu...} Guy kembali bertanya. {Kenapa kau datang ke sini?} Tidak ada jawaban. Mirror Rimuru hanya memandang langit yang retak. Kemudian... Ia menghela napas. {Aku sedang mencari...} {...tempat terakhir yang belum jatuh.} Semua orang saling berpandangan. Rimuru bertanya pelan. {Jatuh?} Mirror Rimuru akhirnya menatap Rimuru. Tatapan mereka bertemu. Untuk sesaat... Seolah dua cermin saling berhadapan. {Aku ingin bertanya satu hal.} Rimuru mengangguk. {Silakan.} Mirror Rimuru bertanya dengan suara yang sangat tenang. {...Apakah Tempest di dunia ini...} {...masih dipenuhi tawa?} Rimuru terdiam sejenak. Kemudian tersenyum. {Iya.} {Setiap hari.} Senyum Mirror Rimuru perlahan memudar. {Begitu ya...} {Syukurlah.} Satu kalimat sederhana. Namun... Di balik nada suaranya... Terdengar penyesalan yang begitu dalam. Tiba-tiba... 《Master!》 Suara Ciel kembali terdengar. 《Saya mendeteksi fluktuasi ruang baru.》 《Bukan dari individu di depan kita.》 {Apa?} 《Ada...》 《Beberapa keberadaan lain...》 《Sedang mendekati Cardinal World.》 Belum sempat Rimuru bertanya lebih jauh... Mirror Rimuru langsung mengangkat kepala. Ekspresinya yang sejak tadi tenang... Untuk pertama kalinya berubah. {Bukan...} Ia mengepalkan tangan. {Terlalu cepat...} Guy langsung menyadari perubahan itu. {Kau mengenali mereka?} Mirror Rimuru menutup mata sejenak. Lalu membuka kembali dengan tatapan yang dipenuhi kewaspadaan. {...Mereka menemukanku.} {Tidak...} {Bukan hanya aku.} Ia menatap seluruh Tempest. {Kali ini...} {Mereka juga menemukan dunia kalian.} Di saat yang sama... Retakan kedua mulai muncul... Jauh di ufuk utara. Namun retakan itu... Berwarna putih. Berbeda dengan retakan hitam yang dilalui Mirror Rimuru. Cahaya putih tersebut perlahan membesar. Dan untuk pertama kalinya... Bahkan wajah Guy Crimson kehilangan senyumnya. #tensuranikkitenseishitaraslimedattaken #diablo #rimuru #tempest