@matt.elior: Level up your workflow with these AI tools 👇 🧠 Saner.AI – organize tasks, and chat with your calendar ⚡ Kimi K3 – Powerful AI for coding, deep research, long documents 💻 Replit – Build, edit, and deploy apps with AI, all from your browser. 🔄 n8n – Automate repetitive tasks by connecting your favorite apps with AI. #AITools #AIApps #aitoolsforbusiness #chatgpt #Automation

Matt Elior
Matt Elior
Open In TikTok:
Region: US
Monday 27 July 2026 01:37:12 GMT
1239
24
0
5

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @matt.elior, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dulu aku selalu ingin panjang umur bersamamu. Kini umur terasa seperti hukuman yang harus kulewati seorang diri. Betapa aneh nasib ini— dulu aku menghitung hari agar lekas sampai pada hari tua bersamamu, sekarang aku justru menghitung hari dan berharap waktu berhenti sebelum terlalu banyak tanggal yang harus kulewati tanpa namamu. Aku pernah meminta Tuhan memberiku usia yang panjang, agar rambut kita sama-sama memutih, agar tanganmu tetap bisa kucari di antara keriput dan gemetar usia. Aku tidak pernah tahu bahwa doa juga bisa memiliki jalan pulang yang kejam. Kini aku menua sendirian di dalam kenangan yang tidak ikut menua. Wajahmu masih muda di kepalaku. Tawamu masih utuh. Cara matamu menatapku belum sempat disentuh waktu. Hanya aku yang berubah. Aku menjadi lelaki yang terlalu banyak menyimpan percakapan dengan seseorang yang sudah tak mungkin menjawab. Kadang aku masih bercerita kepadamu tentang hal-hal kecil yang terjadi hari ini. Tentang hujan. Tentang kopi yang terlalu pahit. Tentang seseorang yang menyebut namamu tanpa tahu bahwa satu nama sederhana itu mampu membuat seluruh dadaku runtuh. Setelah itu aku terdiam. Sebab percakapan selalu berakhir di tempat yang sama: aku dengan kalimat-kalimat yang belum selesai, dan kau dengan keheningan yang tidak mengenal belas kasihan. Aku kira kehilangan adalah ketika seseorang pergi. Ternyata bukan. Kehilangan adalah ketika seseorang pergi, tetapi segala sesuatu tentangnya tetap tinggal dengan begitu sempurna. Gelas yang pernah kau pakai. Sudut rumah yang pernah kau duduki. Lagu yang pernah kita dengarkan. Bahkan cara senja jatuh di jendela masih seperti hari ketika kau ada. Seolah-olah dunia sengaja menyimpan seribu pintu menuju dirimu, sementara aku tidak memiliki satu pun kunci untuk membukanya. Dan yang paling menyakitkan— aku masih memiliki begitu banyak cinta untuk seseorang yang sudah tidak memiliki hari esok. Cinta itu akhirnya menjadi benda asing yang kupelihara diam-diam di dalam dada; tidak bisa kuberikan, tidak sanggup kubuang. Maka biarlah ia tinggal di sana. Menjadi luka yang tidak berdarah, menjadi doa yang tidak selesai, menjadi namamu yang diam-diam masih kusebut ketika dunia sedang terlalu sunyi. Barangkali begitulah caraku bertahan: bukan dengan melupakanmu, melainkan dengan membiarkanmu tetap hidup di bagian diriku yang tidak pernah mampu dijamah kematian. #puisi #katakata #caption  #kehilangan #rindu
Dulu aku selalu ingin panjang umur bersamamu. Kini umur terasa seperti hukuman yang harus kulewati seorang diri. Betapa aneh nasib ini— dulu aku menghitung hari agar lekas sampai pada hari tua bersamamu, sekarang aku justru menghitung hari dan berharap waktu berhenti sebelum terlalu banyak tanggal yang harus kulewati tanpa namamu. Aku pernah meminta Tuhan memberiku usia yang panjang, agar rambut kita sama-sama memutih, agar tanganmu tetap bisa kucari di antara keriput dan gemetar usia. Aku tidak pernah tahu bahwa doa juga bisa memiliki jalan pulang yang kejam. Kini aku menua sendirian di dalam kenangan yang tidak ikut menua. Wajahmu masih muda di kepalaku. Tawamu masih utuh. Cara matamu menatapku belum sempat disentuh waktu. Hanya aku yang berubah. Aku menjadi lelaki yang terlalu banyak menyimpan percakapan dengan seseorang yang sudah tak mungkin menjawab. Kadang aku masih bercerita kepadamu tentang hal-hal kecil yang terjadi hari ini. Tentang hujan. Tentang kopi yang terlalu pahit. Tentang seseorang yang menyebut namamu tanpa tahu bahwa satu nama sederhana itu mampu membuat seluruh dadaku runtuh. Setelah itu aku terdiam. Sebab percakapan selalu berakhir di tempat yang sama: aku dengan kalimat-kalimat yang belum selesai, dan kau dengan keheningan yang tidak mengenal belas kasihan. Aku kira kehilangan adalah ketika seseorang pergi. Ternyata bukan. Kehilangan adalah ketika seseorang pergi, tetapi segala sesuatu tentangnya tetap tinggal dengan begitu sempurna. Gelas yang pernah kau pakai. Sudut rumah yang pernah kau duduki. Lagu yang pernah kita dengarkan. Bahkan cara senja jatuh di jendela masih seperti hari ketika kau ada. Seolah-olah dunia sengaja menyimpan seribu pintu menuju dirimu, sementara aku tidak memiliki satu pun kunci untuk membukanya. Dan yang paling menyakitkan— aku masih memiliki begitu banyak cinta untuk seseorang yang sudah tidak memiliki hari esok. Cinta itu akhirnya menjadi benda asing yang kupelihara diam-diam di dalam dada; tidak bisa kuberikan, tidak sanggup kubuang. Maka biarlah ia tinggal di sana. Menjadi luka yang tidak berdarah, menjadi doa yang tidak selesai, menjadi namamu yang diam-diam masih kusebut ketika dunia sedang terlalu sunyi. Barangkali begitulah caraku bertahan: bukan dengan melupakanmu, melainkan dengan membiarkanmu tetap hidup di bagian diriku yang tidak pernah mampu dijamah kematian. #puisi #katakata #caption #kehilangan #rindu

About