@benmehal.promotio8:

BENMEHAL PROMOTION IMMOBILIÈRE
BENMEHAL PROMOTION IMMOBILIÈRE
Open In TikTok:
Region: DZ
Monday 27 July 2026 10:14:40 GMT
696
12
0
5

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @benmehal.promotio8, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memicu penurunan kualitas udara secara drastis yang berakibat langsung pada lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan kesehatan lainnya.  BAHAYA ASAP KARHUTLA BAGI SUSTEM PERNAPASAN Asap dari kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel halus berbahaya yang dikenal sebagai PM2.5 (partikel berukuran sangat kecil yang berdiameter kurang dari 2,5 mikrometer).  Karena ukurannya yang sangat kecil, PM2.5 dapat lolos dari saringan bulu hidung, masuk jauh ke dalam saluran pernapasan bagian bawah, hingga menembus kantung udara (alveoli) di dalam paru-paru.  Paparan partikel ini memicu peradangan, reaksi oksidatif, serta menurunkan kemampuan kerja paru-paru.  Kondisi ini sangat berbahaya bagi penderita penyakit kronis seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), yang sering kali mengalami kekambuhan akut (eksaserbasi) saat terpapar asap.  Kelompok yang Paling Rentan Tidak semua orang bereaksi sama terhadap paparan asap karhutla. Beberapa kelompok memerlukan kewaspadaan ekstra karena sistem imun atau organ pernapasan mereka belum sempurna atau mengalami penurunan fungsi: 1) Bayi dan anak-anak:  Saluran pernapasan mereka masih berkembang dan frekuensi bernapas lebih cepat. 2) Lansia:  Memiliki risiko tinggi karena penurunan fungsi paru-paru dan adanya potensi penyakit penyerta (komorbid) jantung atau pembuluh darah. 3) Ibu hamil:  Paparan polutan berat dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin. 4) Penderita riwayat penyakit:  Orang dengan asma, bronkitis, atau penyakit jantung koroner.  5) Gejala Gangguan Pernapasan yang Harus Diwaspadai Masyarakat di daerah terdampak kabut asap harus peka terhadap gejala awal gangguan kesehatan:  1) Batuk berdahak atau batuk kering yang terus-menerus. 2) Iritasi, rasa gatal, atau perih pada tenggorokan. 3) Mata perih, berair, atau kemerahan. 4) Sesak napas, dada terasa berat, atau terdengar suara mengi (“ngik”) saat bernapas. 5) Tubuh terasa lemas dan mudah lelah.  Langkah Antisipasi dan Perlindungan Diri Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah perlindungan berikut:  1) Kurangi aktivitas di luar ruangan: Batasi kegiatan di luar rumah, terutama saat kualitas udara memburuk atau kabut asap tampak pekat.  2) Gunakan masker yang tepat: Jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker berstandar tinggi seperti N95 atau KN95 yang efektif menyaring partikel halus PM2.5. 3) Jaga sirkulasi udara rumah: Tutup rapat pintu dan jendela agar kabut asap tidak masuk ke dalam ruangan.  4) Perbanyak konsumsi air putih: Minum air putih lebih sering agar saluran pernapasan tetap lembap dan membantu melarutkan lendir atau zat asing yang terhirup.  Segera periksa ke faskes: Kunjungi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala sesak napas, batuk berat, atau gangguan pernapasan yang tidak kunjung sembuh. Semoga bermanfaat 🙏🥰.  #karhutla #fypシ゚viral  #waspada #ispa  @PelayananPublikDinkesdaSulut   @dinkessulut  @p2pmdinkessulut @indrimewengkang
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memicu penurunan kualitas udara secara drastis yang berakibat langsung pada lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan kesehatan lainnya. BAHAYA ASAP KARHUTLA BAGI SUSTEM PERNAPASAN Asap dari kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel halus berbahaya yang dikenal sebagai PM2.5 (partikel berukuran sangat kecil yang berdiameter kurang dari 2,5 mikrometer). Karena ukurannya yang sangat kecil, PM2.5 dapat lolos dari saringan bulu hidung, masuk jauh ke dalam saluran pernapasan bagian bawah, hingga menembus kantung udara (alveoli) di dalam paru-paru. Paparan partikel ini memicu peradangan, reaksi oksidatif, serta menurunkan kemampuan kerja paru-paru. Kondisi ini sangat berbahaya bagi penderita penyakit kronis seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), yang sering kali mengalami kekambuhan akut (eksaserbasi) saat terpapar asap. Kelompok yang Paling Rentan Tidak semua orang bereaksi sama terhadap paparan asap karhutla. Beberapa kelompok memerlukan kewaspadaan ekstra karena sistem imun atau organ pernapasan mereka belum sempurna atau mengalami penurunan fungsi: 1) Bayi dan anak-anak: Saluran pernapasan mereka masih berkembang dan frekuensi bernapas lebih cepat. 2) Lansia: Memiliki risiko tinggi karena penurunan fungsi paru-paru dan adanya potensi penyakit penyerta (komorbid) jantung atau pembuluh darah. 3) Ibu hamil: Paparan polutan berat dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin. 4) Penderita riwayat penyakit: Orang dengan asma, bronkitis, atau penyakit jantung koroner. 5) Gejala Gangguan Pernapasan yang Harus Diwaspadai Masyarakat di daerah terdampak kabut asap harus peka terhadap gejala awal gangguan kesehatan: 1) Batuk berdahak atau batuk kering yang terus-menerus. 2) Iritasi, rasa gatal, atau perih pada tenggorokan. 3) Mata perih, berair, atau kemerahan. 4) Sesak napas, dada terasa berat, atau terdengar suara mengi (“ngik”) saat bernapas. 5) Tubuh terasa lemas dan mudah lelah. Langkah Antisipasi dan Perlindungan Diri Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah perlindungan berikut: 1) Kurangi aktivitas di luar ruangan: Batasi kegiatan di luar rumah, terutama saat kualitas udara memburuk atau kabut asap tampak pekat. 2) Gunakan masker yang tepat: Jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker berstandar tinggi seperti N95 atau KN95 yang efektif menyaring partikel halus PM2.5. 3) Jaga sirkulasi udara rumah: Tutup rapat pintu dan jendela agar kabut asap tidak masuk ke dalam ruangan. 4) Perbanyak konsumsi air putih: Minum air putih lebih sering agar saluran pernapasan tetap lembap dan membantu melarutkan lendir atau zat asing yang terhirup. Segera periksa ke faskes: Kunjungi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala sesak napas, batuk berat, atau gangguan pernapasan yang tidak kunjung sembuh. Semoga bermanfaat 🙏🥰. #karhutla #fypシ゚viral #waspada #ispa @PelayananPublikDinkesdaSulut @dinkessulut @p2pmdinkessulut @indrimewengkang

About