@astropedia.indonesia: Pada Rabu, 29 Juli 2026, langit malam akan dihiasi oleh Bulan Purnama Juli yang dikenal dengan nama Buck Moon. Fase purnama dapat diamati setelah Matahari terbenam dan puncaknya pada pukul 21.35 WIB (22.35 WITA / 23.35 WIT), sehingga Bulan akan tampak bulat sempurna dan bersinar terang di langit malam. Nama Buck Moon berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara. Sebutan ini merujuk pada waktu ketika rusa jantan (buck) mulai menumbuhkan kembali tanduknya yang baru setelah rontok. Meski nama tersebut berasal dari budaya tertentu, secara astronomi fenomena ini tetap merupakan fase Bulan Purnama yang dapat diamati dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bulan purnama Juli 2026 bukan termasuk Supermoon maupun Micromoon. Pada saat puncaknya, jarak Bulan dari Bumi sekitar 399.617 kilometer, sehingga ukuran tampaknya berada pada kisaran normal. Fenomena ini dapat dinikmati tanpa teleskop. Carilah lokasi dengan langit cerah dan minim polusi cahaya, lalu amati Bulan sejak Matahari terbenam hingga menjelang fajar. Menggunakan teropong atau teleskop akan memperlihatkan kawah-kawah dan permukaan Bulan dengan lebih jelas. Bulan Purnama Juli menjadi salah satu fenomena langit yang paling mudah disaksikan oleh masyarakat dan menjadi momen yang tepat untuk menikmati keindahan langit malam bersama keluarga maupun mengabadikannya melalui fotografi astronomi. #buckmoon #bulanpurnamajuli2026
ASTROPEDIA
Region: ID
Monday 27 July 2026 13:03:55 GMT
Music
Download
Comments
Rizz Edukasi ID :
pertama min
2026-07-27 13:15:10
2
𝗦𝗵𝗲𝗻𝗻🥶 [𝗠𝗖𝗜][𝗚𝗣𝗧] :
gabisa foto milky way 😑
2026-07-27 14:25:12
0
To see more videos from user @astropedia.indonesia, please go to the Tikwm
homepage.