normal_people :
buat yanv gak tau gw kasih sedikit spoiler nih:
Buat yang penasaran, ending dari kisah ini bisa dibilang beautifully bittersweet. Setelah melewati masa sekolah, kuliah, dan berbagai cobaan yang berkali-kali menguji hubungan mereka, akhirnya sang MC, Kakeru, dan heroine, Koharu, berhasil menikah. Mereka hidup sederhana tapi bahagia, saling menemani sampai dikaruniai seorang putri kecil yang manis. Sekilas, semuanya terasa seperti akhir yang benar-benar sempurna.
Sayangnya, kebahagiaan itu tidak bertahan selamanya.
Koharu, yang dulu semasa sekolah berhasil selamat dari kanker otak berkat operasi besar. Namun, operasi tersebut meninggalkan dampak permanen yang membuatnya kehilangan penglihatan dan menjalani sisa hidup sebagai tunanetra. Bertahun-tahun kemudian, kenyataan pahit kembali datang ketika sel kanker yang selama ini dianggap berhasil dikendalikan ternyata kambuh (relapse) dan mulai menyerang kornea matanya.
Dokter menyarankan operasi besar lagi dengan mengangkat kornea agar penyebaran sel kanker bisa dihentikan. Namun, Koharu menolaknya. Bukan karena menyerah, melainkan karena ia sudah lelah terus menjalani hidup di atas meja operasi. Ia memilih menerima sisa hidupnya apa adanya daripada terus kehilangan bagian demi bagian dari tubuhnya hanya demi memperpanjang waktu.
Keputusan itu membawa konsekuensi yang sangat berat. Sel kanker terus menyebar dari matanya hingga ke bagian dada, lalu berkembang menjadi kanker payudara stadium lanjut.
Pada akhirnya, Koharu meninggal dunia dengan tenang di usia 40-an. Justru di situlah letak indah sekaligus pahitnya kisah ini. Di detik-detik terakhir hidupnya, ia tidak menyimpan penyesalan ataupun kebencian terhadap takdir. Dengan air mata kebahagiaan, ia mengucapkan terima kasih dan bersyukur karena telah dipertemukan dengan Kakeru, pria yang mencintainya dengan sepenuh hati, setia menemaninya melewati setiap luka, dan membuat seluruh perjalanan hidupnya terasa begitu berharga hingga napas terakhirnya. 🗿🗿
2026-07-29 10:23:11