@fayendiaga4: mbékté mi ba Aldiana #magaltouba #senegalaise_tik_tok🇸🇳pourtoichallenge #tiktokviral #salihate_a_vie #mouhamedniangmouserignesaliou @mouhamed_niang_officiel

faye ndiaga bou Serigne SALIOU
faye ndiaga bou Serigne SALIOU
Open In TikTok:
Region: SN
Monday 27 July 2026 13:58:50 GMT
28841
3294
60
22

Music

Download

Comments

khadim.mbaye6871
Khadim Mbaye :
Hoo Mouhamed niang tamite li nekh na deh🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-07-27 18:39:39
10
pretty.fall1
pretty fall💕 :
mbecté mi ba aldiana 🎊
2026-07-27 18:46:38
1
originalboyrefane
Amzo_Wally :
@Amzo_Wally: Cheikh Ahmadou Bamba Mbacké (1853–1927), plus communément appelé Serigne Touba, est l'une des figures spirituelles les plus importantes de l'histoire du Sénégal et de l'Afrique de l'Ouest. Voici les points clés à retenir sur son héritage : Fondateur du Mouridisme : Il est le fondateur de la confrérie mouride, une branche influente du soufisme qui prône le travail, la piété et la discipline. Résistance spirituelle : Il est reconnu pour avoir incarné une forme de résistance pacifique et spirituelle face à la colonisation française. Ses convictions l'ont conduit à l'exil, notamment au Gabon, mais son influence n'a cessé de grandir malgré les épreuves. Surnoms et titres : On le désigne souvent comme Khadimoul Rassoul (le « serviteur du Prophète »), soulignant son dévouement total à l'Islam. Héritage : Son influence demeure immense aujourd'hui, avec des millions de fidèles au Sénégal et à travers le monde. La ville de Touba, où il est inhumé, est devenue le centre spirituel de la confrérie mouride. Le chant mentionné dans la vidéo, « Mbacké Xol Yi Seddna » par Mouhamed Niang, rend hommage à ce parcours exceptionnel, retraçant les étapes de sa vie avant l'exil, telles que Diéwal, Louga, Koki et Ndar.
2026-07-27 18:02:20
2
anta.bou.serigne.s7
anta bou Serigne saliou :
2026-07-28 01:31:15
0
bbawa4552
Samb 🤩 :
2026-07-27 20:30:52
0
oumybouserignesaliou836
sokhna Oumy Saliou 💖❤️ :
♥️♥️♥️
2026-07-27 18:34:04
1
beugue.fallou381
Beugue Fallou :
❤️❤️❤️
2026-07-27 19:15:44
1
khadidiop3444
khadidiop :
🥰🥰🥰
2026-07-27 18:52:56
1
adamasy865
adamasy865 :
❤️❤️❤️👌👌👌🥰
2026-07-27 17:29:43
1
nogaye.mbengue159
Nogaye Mbengue :
🥰🥰🥰
2026-07-27 18:58:20
1
mame.mor.samb.55
mame mor samb 55 :
❤️❤️❤️
2026-07-27 17:32:56
2
gallass090
__Une__❤️Salihate❤️🥰🙏 :
❤️❤️❤️
2026-07-27 17:54:08
2
makhounguer
Makhou 👈👈 :
❤️❤️❤️
2026-07-27 17:59:13
2
mame.mor.samb.55
mame mor samb 55 :
🥰🥰🥰
2026-07-27 17:32:53
1
user9461360104304
user9461360104304 :
🥰🥰🥰
2026-07-27 22:54:55
1
khoudia.diouf41
salikhate rékk💯👈🤍🤍🙅‍♂️❤️t :
❤️❤️❤️
2026-07-27 21:50:27
1
fallou.bara36
fallou Ndiaye fc❤️💙 :
🥰🥰🥰
2026-07-27 22:14:28
1
bassirou.ndiaye971
Bassirou ndiaye :
🥰🥰🥰
2026-07-27 23:26:58
1
salihatebi120
salihatebi120 :
❤️❤️❤️
2026-07-27 14:23:16
1
sokh449
Sokhna diara saliou :
🥰🥰🥰
2026-07-27 21:53:50
1
yayefalloussaliou6
yayefallou s Saliou :
♥️♥️♥️
2026-07-27 20:36:57
1
user6068597230192
chacha :
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2026-07-27 23:08:32
1
lampe.fall399
sokhna♥️😘 :
🥰🥰🥰
2026-07-27 22:37:30
1
To see more videos from user @fayendiaga4, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

MK Tegaskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus Meski Masa Aktif Berakhir JAKARTA, ReportNews.id - Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian gugatan terkait kuota internet hangus. MK menegaskan kuota internet yang sudah dibeli harus bisa digunakan konsumen hingga habis tanpa ada biaya tambahan apa pun.
MK Tegaskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus Meski Masa Aktif Berakhir JAKARTA, ReportNews.id - Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian gugatan terkait kuota internet hangus. MK menegaskan kuota internet yang sudah dibeli harus bisa digunakan konsumen hingga habis tanpa ada biaya tambahan apa pun. "Secara riil kuota yang belum sepenuhnya digunakan atau dinikmati harus tetap dilindungi sebagai hak milik pengguna jasa telekomunikasi untuk dapat dipergunakan hingga kuota itu habis tanpa dibebani biaya/tarif tambahan dengan dalih perpanjangan masa aktif atau dengan alasan apapun," ujar hakim MK Adies Kadir dalam sidang pengucapan Putusan Nomor 273/PUU-XXIII/2025 di gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026) . MK menyatakan Pasal 28 ayat (1) dalam Pasal 71 angka 2 Lampiran UU Cipta Kerja bertentangan dengan UUD Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai 'Besaran tarif penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan/atau penyelenggaraan jasa telekomunikasi ditetapkan oleh penyelenggara jaringan telekomunikasi dan/atau jasa telekomunikasi berdasarkan formula yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dengan kewajiban menyediakan pilihan layanan jasa telekomunikasi yang menjamin sisa kuota milik pengguna jasa telekomunikasi tetap aktif dan dapat digunakan'. MK menyatakan tidak dapat mengabaikan layanan internet telah menjadi kebutuhan penting masyarakat. MK menyebut formula tarif dan skema layanan telekomunikasi tidak boleh semata-mata diletakkan dalam cara pandang komersial penyelenggara telekomunikasi. MK menegaskan aturan yang ada harus menjamin perlindungan yang wajar bagi pengguna jasa telekomunikasi. Bentuk perlindungan tersebut, kata MK, tidak harus selalu berbentuk satu model layanan yang seragam. MK menyatakan perlindungan dapat diberikan melalui penyediaan berbagai pilihan paket yang fleksibel. Misalnya, menurut MK, lewat paket dengan fitur akumulasi kuota (rollover), paket tanpa rollover (non-rollover), maupun inovasi layanan lain yang memungkinkan pengguna jasa telekomunikasi memilih layanan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan pola penggunaan secara proporsional dan tidak merugikan pengguna jasa telekomunikasi. MK memberi opsi agar kuota internet tidak hangus begitu saja, yaitu lewat: a. akumulasi atau rollover kuota; b. perpanjangan masa aktif; c. pengalihan manfaat; d. kompensasi; e. refund; atau f. bentuk perlindungan lain. Hakim MK Adies mengatakan pemerintah harus lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, model bisnis, serta kebutuhan dan kemampuan ekonomi masyarakat. MK menyebut kebijakan tarif harus berlandaskan pada prinsip perlindungan dan kepastian hukum yang adil atas kepemilikan pengguna jasa telekomunikasi. Dalam hal akan dilakukan 'penyesuaian tarif', menurut MK, pemerintah pusat dan penyelenggara telekomunikasi harus melibatkan kalangan yang concern terhadap jasa telekomunikasi dan lembaga-lembaga perlindungan konsumen. MK juga memandang penting penyelenggara telekomunikasi meningkatkan keterbukaan dan kemudahan akses informasi kepada pengguna jasa telekomunikasi perihal harga, volume kuota, masa berlaku, segmentasi penggunaan, kebijakan pemakaian secara wajar, berakhirnya layanan, perlakuan sisa kuota harus disampaikan secara sederhana, jelas, dan mudah dipahami. Untuk itu, penyelenggara telekomunikasi juga harus menyediakan kanal yang memudahkan pengguna jasa telekomunikasi memantau penggunaan termasuk sisa kuota layanan yang telah dipilih. Perlindungan tersebut harus diikuti dengan mekanisme penanganan pengaduan yang efektif, mudah diakses, dan evaluasi secara berkala. MK mengatakan penyelenggara telekomunikasi dan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) selaku pihak terkait tidak keberatan dengan hal itu. Bahkan, kata MK, penyelenggara telekomunikasi dan ATSI telah menyampaikan semacam kesepakatan sebagai solusi terhadap permohonan yang mempersoalkan konstitusionalitas norma Pasal 28 ayat (1) dalam Pasal 71 angka 2 Lampiran UU Cipta Kerja

About