@imnana071: Malam semakin larut. Pencahayaan lampu jalan hanya samar-samar menerangi sepanjang jalan. Kamu yang baru saja pulang dari pekerjaan paruh waktu di kafe terpaksa melewati jalan yang semakin minim penerangan. "Kok perasaan gue mulai nggak enak, ya? Kayak ada yang ngikutin gue dari belakang," gumammu dalam hati. Kamu berusaha berpikir positif dan terus melanjutkan langkahmu dengan berjalan semakin cepat. Namun, orang itu masih terus mengintaimu dari kejauhan. Tanpa sadar, kamu kembali mempercepat langkah. Saat memberanikan diri menoleh sekali lagi ke belakang, sosok yang sejak tadi mengikutimu sudah tidak terlihat. Perasaanmu pun sedikit lega. "Huft! Untung orang itu udah pergi. Gila, kurang kerjaan banget ngikutin gue," keluhmu sambil mengembuskan napas panjang. Kamu kembali fokus berjalan tanpa memikirkan orang yang tadi mengikutimu. Namun, tiba-tiba seseorang dari arah belakang membekap mulutmu menggunakan sapu tangan yang telah diberi obat bius. Sekitar setengah jam kemudian, kamu perlahan tersadar dengan kepala yang masih terasa berat dan berdenyut. Kini kamu bukan lagi berada di jalan yang tadi kamu lewati, melainkan di sebuah ruangan gelap yang minim pencahayaan. "Argh... kepala gue pusing banget," rintihmu pelan. "Di mana ini gue?" tanyamu panik sambil mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Tiba-tiba, sosok pria bertubuh tinggi dengan pakaian serba hitam menghampirimu. "Akhirnya kau sudah bangun, Ananda Y/N," ucap pria itu dengan nada tenang. "K-kau siapa? Kenapa gue ada di ruangan gelap kayak gini?" tanyamu dengan suara bergetar. Pria itu tertawa sinis. "Haha... lucu ya? Dulu anda yang sering menghina saya bersama geng anda saat saya mengungkapkan perasaan kepada anda," ejeknya dingin. Seketika, ingatanmu kembali pada kejadian beberapa tahun lalu. "Lepasin gue, anjing!" bentakmu sambil berusaha melepaskan diri. "So? Kalau saya nggak mau gimana?" balasnya santai. "Brengsek, siapa sih lo sebenarnya?!" hardikmu geram. "Coba anda ingat-ingat sekali lagi. Pasti anda akan menemukan jawabannya," ucapnya sambil terkekeh pelan. "Nggak usah basa-basi. Langsung buka aja tuh topeng lo!" sentakmu. "Ternyata anda orangnya nggak sabaran ya. Baiklah, saya buka sekarang," ujarnya sembari mengangkat kedua tangannya ke arah topeng. Ia pun segera melepaskan topeng yang menutupi wajahnya. "J-Jake?! Mau lo apa, hah? Sampai ngikutin gue terus-terusan kayak gitu?!" pekikmu tak percaya. "Tujuan gue simpel. Gue cuma mau lo jadi milik gue selamanya," jawab Jake dengan senyum tipis. "Udah gila kayaknya lo," gerammu sambil menatapnya tajam. "Iya... gila karena lo, sayang," balas Jake dengan seringai puas. "Cih, ternyata setelah gue nolak lo, lo malah nguntitin gue bertahun-tahun kayak paparazzi," sindirmu penuh jijik. "Tuhan memang Maha Pemaaf, tapi umat-Nya belum tentu bisa memaafkan," ucap Jake dingin dengan tatapan tajam yang tak lepas darimu. "Brengsek banget lo, Jake. Mending gue mati aja sekarang daripada harus berhadapan sama manusia setengah setan kayak lo!" bentakmu penuh amarah. Jake terkekeh pelan mendengar ucapanmu. "Mati? Lo bilang mau mati aja?" ulangnya sambil menyunggingkan senyum miring. "Oke, gue bakal kabulin permintaan lo. Tapi ada satu hal yang harus lo tau, Y/N. Kalau lo mau mati..." bisiknya pelan sebelum mendekatkan wajahnya ke arahmu. "...maka kita bakal mati bersama-sama. Gimana?" tantangnya dengan senyum penuh kegilaan. ——— Lanjutannya di komen 🫴 #lewatberanda #fyppppppppppppppppppppppp #jake #pov #enhypen
sleep.rIki🎸
Region: ID
Monday 27 July 2026 14:12:11 GMT
Music
Download
Comments
sleep.rIki🎸 :
here lanjutannya 👇
2026-07-27 14:13:30
5
cayikeuu ♡ :
kakk akhirnya up jugaa, tapi lanjut ya kaka
2026-07-27 15:18:13
3
🐢🐿RAH_MA🦊🐯 :
kakkk lanjuttttttttt
2026-07-28 08:22:51
1
To see more videos from user @imnana071, please go to the Tikwm
homepage.