@alsyasa_bebasata: همفري تريفيليان ، بارون تريفيليان (27 نوفمبر (تشرين الثاني) 1905 - 9 فبراير (شباط) 1985) كان إداريًا استعماريًا بريطانيًا ودبلوماسيًا وكاتبًا. بعد أن بدأ حياته المهنية في الخدمة المدنية الهندية والخدمة السياسية الهندية، انتقل إلى السلك الدبلوماسي لصاحبة الجلالة بعد استقلال الهند في عام 1947، وتميّز في حياته المهنية فتولّى منصب السفير في العديد من السفارات ذي الأهمية. #عبد _الكريم _قاسم #السياسة_ببساطة #ملك_فيصل_الثاني #الامير_عبدالاله_الهاشمي #العراق_الملكي

السياسة _ببساطة
السياسة _ببساطة
Open In TikTok:
Region: TR
Monday 27 July 2026 19:44:38 GMT
1342
51
4
50

Music

Download

Comments

userplxxkiy4dx
userplxxkiy4dx :
معلوم أنه أرسل دورة عسكرية في لندن وهناك فشل بالأختبار وكان المفروض أن يعاد الى بغداد ولكن المخابرات البريطانية كان لهم رأي أخر بأبقاءه في لندن لغرض تجنيده وفعل فعلته التي فعلها ودمر العراق الى أن وصل أليه ماوصل.
2026-07-28 13:47:37
0
user96788757703516
ابو عمر :
لروحه المجد والخلود والسلام عبدالكريم
2026-07-28 12:09:09
0
userplxxkiy4dx
userplxxkiy4dx :
تم
2026-07-28 13:43:19
0
user6167452288088
حسن الجبوري :
عبدالكريم قاسم الذي غدر بالسادة الأشراف الهواشم ملوك العراق المغدورين و حسبنا الله ونعم الوكيل
2026-07-27 21:08:10
3
To see more videos from user @alsyasa_bebasata, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Membangun kesadaran akan pengawasan Allah—yang dalam tasawuf disebut dengan Muraqabah—adalah proses melatih hati agar
Membangun kesadaran akan pengawasan Allah—yang dalam tasawuf disebut dengan Muraqabah—adalah proses melatih hati agar "melihat" Allah melalui mata batin, meskipun mata kepala tidak melihat-Nya. ​Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dan para ulama arifin mengajarkan beberapa langkah praktis untuk menumbuhkan rasa diawasi Allah sehingga muncul rasa takut (khasyyah) untuk berbuat dosa: ​1. Menyadari Bahwa Allah "Sangat Dekat" ​Seringkali kita merasa Allah jauh di langit, padahal Dia lebih dekat daripada urat nadi kita sendiri. ​Renungkan Ayat: Ingatlah selalu firman-Nya dalam QS. Qaf: 16, "Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya sendiri." ​Praktik: Sebelum memulai aktivitas apa pun, berhentilah sejenak selama 5 detik. Bayangkan Allah sedang memperhatikan Anda. Katakan dalam hati, "Allah melihatku, Allah bersamaku." ​2. Mengingat Sifat-Sifat Allah (Al-Bashir & Ar-Raqib) ​Takut muncul karena ada rasa "segan" kepada yang Maha Mengawasi. ​Al-Bashir (Maha Melihat): Allah melihat apa yang ada di balik dinding, di dalam gelap, bahkan apa yang terlintas di pikiran Anda. ​Ar-Raqib (Maha Mengawasi): Allah tidak pernah lalai mengawasi perilaku hamba-Nya walau sedetik pun. ​Latihan: Saat Anda sendirian di kamar atau memegang ponsel, ingatkan diri Anda: "Jika ada orang yang saya hormati (guru, orang tua, atau atasan) duduk di samping saya, tentu saya tidak berani berbuat dosa. Mengapa saya berani di depan Allah yang Maha Melihat?" ​3. Memahami Bahwa Dosa adalah Bentuk "Ketidaksopanan" ​Ulama mengajarkan untuk melihat dosa bukan hanya sebagai pelanggaran aturan, tapi sebagai pengkhianatan terhadap kasih sayang Allah. ​Bayangkan jika Anda sedang diberi makan dan dicukupi segala kebutuhannya oleh seseorang, lalu Anda justru menghina atau melanggar aturan orang tersebut tepat di depan matanya. ​Merasa diawasi akan berubah menjadi rasa malu (haya'). Rasa malu kepada Allah adalah derajat yang lebih tinggi daripada sekadar rasa takut. Jika Anda malu, Anda tidak akan ingin mengecewakan-Nya. ​4. Memperbanyak Khalwat (Menyendiri untuk Berdzikir) ​Kesadaran akan pengawasan Allah paling mudah dirasakan saat kita sendiri. ​Luangkan waktu 5-10 menit sebelum tidur atau setelah shalat Subuh untuk duduk tenang, memejamkan mata, dan hadirkan dalam hati bahwa Allah hadir. ​Rasakan keagungan-Nya. Fokuslah pada dzikir Ismu Dzat (Allah, Allah, Allah) atau sekadar merenungkan kebesaran-Nya. Ini akan melatih "otot batin" agar terus terhubung dengan Allah di luar waktu ibadah. ​5. Muhasabah (Evaluasi Diri) Sebelum Tidur ​Setiap malam, sebelum memejamkan mata, tanyakan pada diri sendiri: ​"Di manakah Allah dalam tindakan saya hari ini?" ​"Apakah ada tindakan saya yang membuat Allah tidak ridha?" ​Dengan melakukan evaluasi, hati akan menjadi lebih sensitif. Lama-kelamaan, hati Anda akan memberikan "peringatan dini" sebelum tangan atau lisan Anda berbuat dosa. ​6. Berdoa Meminta Hati yang Terjaga ​Hati adalah milik Allah. Jangan mengandalkan kekuatan diri sendiri untuk selalu ingat Allah. Mintalah kepada-Nya melalui doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, seperti: ​"Ya Muqallibal quluub, tsabbit qolbii 'ala diinik" (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu). ​Satu tips sederhana untuk Anda: Mulailah dengan hal kecil. Berjanjilah kepada Allah, "Ya Allah, untuk hari ini, saya ingin menjaga pandangan saya hanya karena Engkau melihat saya." Saat Anda berhasil menahan diri dari satu dosa kecil karena merasa diawasi, hati Anda akan merasakan ketenangan yang luar biasa (kemanisan iman). Rasa tenang itulah yang nantinya akan membuat Anda ketagihan untuk selalu merasa diawasi oleh-Nya. (​like koment share) #fypage #syekhabdulqodiraljaelani #marifatullah #spiritual #tasawuf

About