@gensatsu.oiran: seep up song [đeo tai nghe để có trải nghiệm tốt hơn 🎧]#nhacchillphet🎶 #nhachaymoingay #nhacremix #fyp #kimetsunoyaiba

Speed Up Remix🎧
Speed Up Remix🎧
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 27 July 2026 23:35:03 GMT
34196
2366
26
171

Music

Download

Comments

quankuboy
Quân Py :
cái giá của lên ấn :(
2026-08-16 01:08:11
1
shi.muichiro.giyu
🦋 shinobu kochou🦋🌸🌸 :
tên là duyên mộng vỡ tan đúng ko
2026-08-01 11:17:17
1
trn.th0927
Trần Thử :
2026-07-28 03:47:53
2
notyoux_3916
┇no name₊˚️⋅ :
ngta cận kề cái chết mới mở ấn còn ảnh thì đau lưng 1 chút mà bật ấn luôn r
2026-08-06 02:04:51
2
tho2462017
vũ cần :
2026-07-29 08:47:58
0
vantho25042005
văn's thọ's :
xin tên bài
2026-07-30 13:09:14
0
thichm590
😌🐺Sói Cô Độc🐺🤫 :
hay
2026-07-29 06:14:47
0
ht.tiu6906
【 胡蝶 しのぶ】 :
lâu rồi mà on lại thấy nhạc của bạn, nhớ trước bạn rap kny🥰🥰
2026-07-28 11:35:01
1
kanji.kazato
CỦ CẢI :
đồ họa đẹp vãi
2026-08-18 05:26:41
1
kammenriderdedade
đéo ai hỏi ok :
2026-08-13 02:10:27
0
sua.krr
´﹃`$ữa.đắngΠKarra :
2026-07-28 11:19:03
0
an_16_05_2008
An :
🥰🥰🥰
2026-07-29 07:09:24
0
hjvkgn
bin06 :
cốt tôi là @ư sâ gi. @BORR$
2026-08-12 05:41:23
0
To see more videos from user @gensatsu.oiran, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sebuah video tentang perjuangan Nia Ramadhani, bocah berusia 9 tahun yang masih duduk di kelas 4 SD, belakangan beredar dan menyentuh perhatian banyak orang. Di saat sebagian anak bisa berangkat sekolah dengan perlengkapan yang lengkap, Nia menjalani hari-harinya dengan apa yang ia punya. Sepatu yang dikenakannya untuk sekolah bukan miliknya sendiri, melainkan harus meminjam. Seragam sekolahnya pun terbatas. Baju yang ia miliki sudah mulai sempit, sementara seragam batik dan olahraga disebut belum mampu ditebus. Bahkan karena keterbatasan itu, Nia pernah menjadi bahan ejekan teman-temannya. Bukan hanya soal sepatu, tetapi juga karena ia tidak memiliki tas dan buku seperti teman-teman lainnya. Namun di balik semuanya, Nia tetap berusaha datang ke sekolah. Kehidupan di rumah pun tak jauh lebih mudah. Nia tinggal bersama sang nenek dan adiknya, Danu, setelah ibunya meninggal dunia. Sementara sang ayah bekerja melaut dan baru dapat pulang sekitar satu hingga dua minggu sekali. Kondisi tempat tinggal Nia juga sangat memprihatinkan. Dalam video yang beredar, rumah yang ia tinggali disebut bahkan tidak memiliki atap yang layak. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja keluarga ini masih kesulitan. Ada hari-hari ketika Nia harus melewati waktunya tanpa makan. Di usia ketika seharusnya ia banyak bermain, belajar, dan menikmati masa kecilnya, Nia justru sudah akrab dengan berbagai keterbatasan. Di tengah semangat kemerdekaan Indonesia, kisah Nia menjadi pengingat bahwa kemerdekaan seharusnya juga bisa dirasakan oleh anak-anak dalam bentuk yang paling sederhana: bisa sekolah dengan layak, memiliki perlengkapan belajar, tinggal di rumah yang aman, dan tidak perlu khawatir apakah hari ini bisa makan atau tidak. Semoga semakin banyak anak-anak Indonesia yang benar-benar bisa merasakan arti merdeka, bukan hanya dalam perayaan, tetapi juga dalam kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Unggahan ini bukan penggalangan donasi. Kami membagikan kisah Nia sebagai bentuk kepedulian terhadap perjuangan anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan. Kami juga belum mengetahui alamat maupun kondisi terbaru Nia secara langsung, sehingga informasi dalam unggahan ini merujuk pada video dan keterangan dari sumber yang beredar. Sumber: ig/_alika26_ #kisahnyata #anakyatim #yatimpiatu #perjuangan #raihmimpi
Sebuah video tentang perjuangan Nia Ramadhani, bocah berusia 9 tahun yang masih duduk di kelas 4 SD, belakangan beredar dan menyentuh perhatian banyak orang. Di saat sebagian anak bisa berangkat sekolah dengan perlengkapan yang lengkap, Nia menjalani hari-harinya dengan apa yang ia punya. Sepatu yang dikenakannya untuk sekolah bukan miliknya sendiri, melainkan harus meminjam. Seragam sekolahnya pun terbatas. Baju yang ia miliki sudah mulai sempit, sementara seragam batik dan olahraga disebut belum mampu ditebus. Bahkan karena keterbatasan itu, Nia pernah menjadi bahan ejekan teman-temannya. Bukan hanya soal sepatu, tetapi juga karena ia tidak memiliki tas dan buku seperti teman-teman lainnya. Namun di balik semuanya, Nia tetap berusaha datang ke sekolah. Kehidupan di rumah pun tak jauh lebih mudah. Nia tinggal bersama sang nenek dan adiknya, Danu, setelah ibunya meninggal dunia. Sementara sang ayah bekerja melaut dan baru dapat pulang sekitar satu hingga dua minggu sekali. Kondisi tempat tinggal Nia juga sangat memprihatinkan. Dalam video yang beredar, rumah yang ia tinggali disebut bahkan tidak memiliki atap yang layak. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja keluarga ini masih kesulitan. Ada hari-hari ketika Nia harus melewati waktunya tanpa makan. Di usia ketika seharusnya ia banyak bermain, belajar, dan menikmati masa kecilnya, Nia justru sudah akrab dengan berbagai keterbatasan. Di tengah semangat kemerdekaan Indonesia, kisah Nia menjadi pengingat bahwa kemerdekaan seharusnya juga bisa dirasakan oleh anak-anak dalam bentuk yang paling sederhana: bisa sekolah dengan layak, memiliki perlengkapan belajar, tinggal di rumah yang aman, dan tidak perlu khawatir apakah hari ini bisa makan atau tidak. Semoga semakin banyak anak-anak Indonesia yang benar-benar bisa merasakan arti merdeka, bukan hanya dalam perayaan, tetapi juga dalam kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Unggahan ini bukan penggalangan donasi. Kami membagikan kisah Nia sebagai bentuk kepedulian terhadap perjuangan anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan. Kami juga belum mengetahui alamat maupun kondisi terbaru Nia secara langsung, sehingga informasi dalam unggahan ini merujuk pada video dan keterangan dari sumber yang beredar. Sumber: ig/_alika26_ #kisahnyata #anakyatim #yatimpiatu #perjuangan #raihmimpi

About