@2320_ink: STARTED THIS LEG SLEEVE YESTERDAY... .. .. #CA #CALIFORNIA #TATTOO #TATTOOS #lettering

2320_INK..
2320_INK..
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 28 July 2026 00:35:05 GMT
586
40
1
5

Music

Download

Comments

707chula
Chula :
😘😘😘
2026-07-28 16:46:40
0
To see more videos from user @2320_ink, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pada awal abad ke-16, Majapahit sebenarnya belum sepenuhnya runtuh. Kerajaan itu masih ada, tetapi kekuasaannya sudah sangat kecil dan berpusat di Daha (Kediri), yang menjadi ibu kota terakhir Majapahit. Wilayah pesisir sudah lepas, ekonomi melemah, dan pengaruh politiknya hampir hilang. Pada saat yang sama, Kesultanan Demak justru berada di puncak kejayaan di bawah Sultan Trenggana. Demak menguasai jalur perdagangan di pesisir utara Jawa dan memiliki kekuatan militer yang jauh lebih besar. Tujuan Demak adalah menyatukan Jawa dan mengakhiri sisa kekuasaan lama Majapahit. Tahun 1527 M, Demak melakukan ekspedisi militer besar. Di barat, pasukan Demak menaklukkan Sunda Kelapa. Di timur, pasukan bergerak menuju Daha, pusat terakhir Majapahit. Penaklukan Daha tidak berlangsung lama. Majapahit yang sudah lemah tidak mampu bertahan, sehingga kekuasaannya berakhir. Dengan jatuhnya Daha pada tahun 1527, Majapahit berakhir secara politik dan militer. Tidak ada lagi raja Majapahit yang berdaulat. Sebagian bangsawan Majapahit kemudian masuk Islam dan bergabung dengan Demak, sementara yang lain menyingkir ke Bali. Peristiwa tahun 1527 ini menandai akhir nyata Majapahit dan awal dominasi kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. Peralihannya bukan kehancuran mendadak, melainkan pergantian kekuasaan dan peradaban dari Hindu-Buddha ke Islam referensi: de Graaf, H. J., & Pigeaud, T. H. (1974). Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa: Peralihan dari Majapahit ke Mataram. Jakarta: Grafiti Pers. Muljana, S. (2005). Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara. Yogyakarta: LKiS. Poesponegoro, M. D., & Notosusanto, N. (Eds.). (2008). Sejarah Nasional Indonesia Jilid III. Jakarta: Balai Pustaka. Ricklefs, M. C. (2008). A History of Modern Indonesia since c.  1200 (4th ed.). Stanford: Stanford University Press. Lombard, D. (2005). Nusa Jawa: Silang Budaya, Jilid I. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Djafar, H. (2012). Majapahit: Dari Negara Agraris ke Negara Maritim. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Noorduyn, J. (1978). “The Rise of Islamic States in Java.” Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, 134(2), 207–223. #sejarah #historia #indonesia  #History #islam
Pada awal abad ke-16, Majapahit sebenarnya belum sepenuhnya runtuh. Kerajaan itu masih ada, tetapi kekuasaannya sudah sangat kecil dan berpusat di Daha (Kediri), yang menjadi ibu kota terakhir Majapahit. Wilayah pesisir sudah lepas, ekonomi melemah, dan pengaruh politiknya hampir hilang. Pada saat yang sama, Kesultanan Demak justru berada di puncak kejayaan di bawah Sultan Trenggana. Demak menguasai jalur perdagangan di pesisir utara Jawa dan memiliki kekuatan militer yang jauh lebih besar. Tujuan Demak adalah menyatukan Jawa dan mengakhiri sisa kekuasaan lama Majapahit. Tahun 1527 M, Demak melakukan ekspedisi militer besar. Di barat, pasukan Demak menaklukkan Sunda Kelapa. Di timur, pasukan bergerak menuju Daha, pusat terakhir Majapahit. Penaklukan Daha tidak berlangsung lama. Majapahit yang sudah lemah tidak mampu bertahan, sehingga kekuasaannya berakhir. Dengan jatuhnya Daha pada tahun 1527, Majapahit berakhir secara politik dan militer. Tidak ada lagi raja Majapahit yang berdaulat. Sebagian bangsawan Majapahit kemudian masuk Islam dan bergabung dengan Demak, sementara yang lain menyingkir ke Bali. Peristiwa tahun 1527 ini menandai akhir nyata Majapahit dan awal dominasi kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. Peralihannya bukan kehancuran mendadak, melainkan pergantian kekuasaan dan peradaban dari Hindu-Buddha ke Islam referensi: de Graaf, H. J., & Pigeaud, T. H. (1974). Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa: Peralihan dari Majapahit ke Mataram. Jakarta: Grafiti Pers. Muljana, S. (2005). Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara. Yogyakarta: LKiS. Poesponegoro, M. D., & Notosusanto, N. (Eds.). (2008). Sejarah Nasional Indonesia Jilid III. Jakarta: Balai Pustaka. Ricklefs, M. C. (2008). A History of Modern Indonesia since c. 1200 (4th ed.). Stanford: Stanford University Press. Lombard, D. (2005). Nusa Jawa: Silang Budaya, Jilid I. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Djafar, H. (2012). Majapahit: Dari Negara Agraris ke Negara Maritim. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Noorduyn, J. (1978). “The Rise of Islamic States in Java.” Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, 134(2), 207–223. #sejarah #historia #indonesia #History #islam

About