@nicole_sanjuan: wow lumalabas na ko ng bahay haha another get dressed w me! and new vlog na magulo 🫣 #gdwm #adayinmylife #alabanggirlie #fashion #outfitideas

Nicole San Juan | Nixie 🧚‍♀️
Nicole San Juan | Nixie 🧚‍♀️
Open In TikTok:
Region: PH
Tuesday 28 July 2026 06:29:11 GMT
123164
6321
136
219

Music

Download

Comments

niccsbihagan_22
Nics🥀 | nics.bihagan on IG :
link ng top and pants bebe
2026-08-18 11:55:20
5
jielynnnnnn
Nurse Jiee :
Pants link po
2026-08-16 16:32:25
2
onedreamatatime23
savvy_ :
i thought she’s Catriona🥰
2026-08-16 15:11:39
9
jimellemalayao13
Jimelle13 :
Where the top from it’s sooo prettyyy🥹
2026-08-04 06:22:17
6
roveeiii
rovee :> :
top pls:(
2026-08-17 08:19:25
2
_aaabbbyyyy
habibi :
nawala po sa highlight yung top :<<<
2026-08-17 09:40:17
2
ellamato_
lifewitheli :
shoes from??
2026-08-14 11:37:19
1
myechooo0
Hah Shie :
link po top
2026-07-28 08:38:42
5
liyan.ea
Liyan UGC :
Whats your camera poo
2026-08-19 08:34:38
1
sagimata
skrtyz :
size po ng pants link
2026-08-16 21:30:01
3
axsjshhzz
… :
Bag link please
2026-08-17 21:25:41
1
keyt.m
Kate 🎀 | @keiteu_m on IG :
top link pls
2026-08-17 07:55:48
1
z.zzl0
️ :
Pants from po?
2026-07-30 05:25:53
0
jmnzemmy_
emmy ♡ :
shoes link po?
2026-08-16 06:38:52
1
gwapaaakayko
bebegurl 💗ྀི :
Ano size mo sa top be?
2026-08-15 21:11:27
2
kirdela
kirdela :
cute fit!!
2026-08-16 14:45:04
1
heyllaaa_oh_joys
Joys Oh :
hello po, pwede po makahingi ng link po ng top 🥰
2026-08-16 06:46:00
0
myechooo0
Hah Shie :
shoes link
2026-07-28 08:39:13
1
jisayaaa
Jessa :
Link po nung white top🤩
2026-08-17 08:59:43
0
myechooo0
Hah Shie :
and bottom link
2026-07-28 08:38:57
2
apt8753
Apt16 :
App po hindi UP
2026-07-28 10:55:01
2
carlalalaugh
Carla Veronilla🍒🍒 :
Shoes link
2026-07-31 04:42:08
1
stellarshoppe
Stellarsh0ppe :
link po ng bag pls
2026-07-30 03:19:16
3
yenaustria_
Yen Austria :
Throw blanket from where sis 🥰
2026-08-09 13:24:32
0
paulaxdrea
pola ♡ :
Pants from??
2026-08-15 12:58:50
1
To see more videos from user @nicole_sanjuan, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

🇮🇩 Memperingati Peristiwa G30S 30 September 1965 Penjelasan: 30 September 1965 menjadi salah satu tanggal kelam dalam perjalanan sejarah Indonesia. Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) terjadi di tengah situasi politik yang memanas dan berujung pada pencul1kan serta pemb4nt4ian sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia dan menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah nasional. Pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, pasukan yang terlibat dalam gerakan tersebut bergerak menuju kediaman sejumlah perwira tinggi TNI AD di Jakarta. Mereka berupaya membawa para perwira tersebut, tetapi operasi itu berakhir dengan gugurnya enam jenderal dan seorang perwira pertama TNI AD. Kronologi: Pada malam 30 September 1965, pasukan yang terlibat dalam Gerakan 30 September mulai bergerak untuk melaksanakan operasi terhadap sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat. Gerakan ini dipimpin oleh Letkol Untung Syamsuri, yang saat itu menjabat sebagai komandan Batalyon I Resimen Cakrabirawa, pasukan pengawal Presiden Soekarno. Memasuki dini hari 1 Oktober 1965, pasukan mendatangi kediaman para perwira yang menjadi sasaran. Jenderal Ahmad Yani, Menteri/Panglima Angkatan Darat, ditemb4k di rumahnya setelah menolak ikut dibawa. Sementara itu, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen M.T. Haryono, Mayjen S. Parman, Mayjen D.I. Panjaitan, dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo dibawa oleh pasukan dari kediaman masing-masing. Sasaran lainnya adalah Jenderal A.H. Nasution. Namun, ia berhasil meloloskan diri dari upaya pencul1kan. Dalam insiden tersebut, putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, tertemb4k dan kemudian meninggal dunia. Ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean, turut ditangkap setelah disangka sebagai Nasution. Para perwira yang dicul1k kemudian dibawa ke kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Mereka dib4nt4i dan jenazahnya dimasukkan ke dalam sebuah sumur tua. Ketujuh perwira tersebut kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi. Pada 1 Oktober 1965, kelompok tersebut juga menguasai sejumlah fasilitas penting di Jakarta, termasuk Radio Republik Indonesia (RRI), dan mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi. Pada hari yang sama, Mayjen Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat dan mengerahkan pasukan untuk merebut kembali lokasi-lokasi strategis. Pada 4 Oktober 1965, jenazah ketujuh perwira berhasil diangkat dari sumur tua di Lubang Buaya. Sehari kemudian, pada 5 Oktober 1965, mereka dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur: •Jenderal Ahmad Yani •Letnan Jenderal R. Soeprapto •Letnan Jenderal M.T. Haryono •Letnan Jenderal S. Parman •Mayor Jenderal D.I. Panjaitan •Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo •Kapten Czi. Pierre Andreas Tendean Selain itu, Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun gugur ketika menjalankan tugas pengamanan di kediaman Dr. J. Leimena. Dalam rangkaian peristiwa di Yogyakarta, Kolonel Katamso Darmokusumo dan Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto juga menjadi korban. Peristiwa G30S menjadi pengingat akan pentingnya mempelajari sejarah secara cermat, menghargai para korban, serta menjaga persatuan bangsa. Berbagai peristiwa kelam di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran bagi generasi penerus agar tragedi serupa tidak terulang kembali. JAS MERAH — Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. 🇮🇩 #G30S #G30SPKI #30September1965 #PahlawanRevolusi #SejarahIndonesia
🇮🇩 Memperingati Peristiwa G30S 30 September 1965 Penjelasan: 30 September 1965 menjadi salah satu tanggal kelam dalam perjalanan sejarah Indonesia. Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) terjadi di tengah situasi politik yang memanas dan berujung pada pencul1kan serta pemb4nt4ian sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia dan menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah nasional. Pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, pasukan yang terlibat dalam gerakan tersebut bergerak menuju kediaman sejumlah perwira tinggi TNI AD di Jakarta. Mereka berupaya membawa para perwira tersebut, tetapi operasi itu berakhir dengan gugurnya enam jenderal dan seorang perwira pertama TNI AD. Kronologi: Pada malam 30 September 1965, pasukan yang terlibat dalam Gerakan 30 September mulai bergerak untuk melaksanakan operasi terhadap sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat. Gerakan ini dipimpin oleh Letkol Untung Syamsuri, yang saat itu menjabat sebagai komandan Batalyon I Resimen Cakrabirawa, pasukan pengawal Presiden Soekarno. Memasuki dini hari 1 Oktober 1965, pasukan mendatangi kediaman para perwira yang menjadi sasaran. Jenderal Ahmad Yani, Menteri/Panglima Angkatan Darat, ditemb4k di rumahnya setelah menolak ikut dibawa. Sementara itu, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen M.T. Haryono, Mayjen S. Parman, Mayjen D.I. Panjaitan, dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo dibawa oleh pasukan dari kediaman masing-masing. Sasaran lainnya adalah Jenderal A.H. Nasution. Namun, ia berhasil meloloskan diri dari upaya pencul1kan. Dalam insiden tersebut, putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, tertemb4k dan kemudian meninggal dunia. Ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean, turut ditangkap setelah disangka sebagai Nasution. Para perwira yang dicul1k kemudian dibawa ke kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Mereka dib4nt4i dan jenazahnya dimasukkan ke dalam sebuah sumur tua. Ketujuh perwira tersebut kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi. Pada 1 Oktober 1965, kelompok tersebut juga menguasai sejumlah fasilitas penting di Jakarta, termasuk Radio Republik Indonesia (RRI), dan mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi. Pada hari yang sama, Mayjen Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat dan mengerahkan pasukan untuk merebut kembali lokasi-lokasi strategis. Pada 4 Oktober 1965, jenazah ketujuh perwira berhasil diangkat dari sumur tua di Lubang Buaya. Sehari kemudian, pada 5 Oktober 1965, mereka dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur: •Jenderal Ahmad Yani •Letnan Jenderal R. Soeprapto •Letnan Jenderal M.T. Haryono •Letnan Jenderal S. Parman •Mayor Jenderal D.I. Panjaitan •Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo •Kapten Czi. Pierre Andreas Tendean Selain itu, Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun gugur ketika menjalankan tugas pengamanan di kediaman Dr. J. Leimena. Dalam rangkaian peristiwa di Yogyakarta, Kolonel Katamso Darmokusumo dan Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto juga menjadi korban. Peristiwa G30S menjadi pengingat akan pentingnya mempelajari sejarah secara cermat, menghargai para korban, serta menjaga persatuan bangsa. Berbagai peristiwa kelam di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran bagi generasi penerus agar tragedi serupa tidak terulang kembali. JAS MERAH — Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. 🇮🇩 #G30S #G30SPKI #30September1965 #PahlawanRevolusi #SejarahIndonesia

About