Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@iokkoouiii1000:
police station thana nishataba
Open In TikTok:
Region: PK
Tuesday 28 July 2026 10:54:28 GMT
4560
304
15
9
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.53MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.53MB
)
Watermark .mp4 (
3.34MB
)
Music .mp3
Comments
♠️🚩ghoos ⚜️.:💸⚓ :
♥️♥️♥️
2026-07-28 17:25:05
0
Ahsan Rahdhawa :
♥️♥️♥️
2026-07-28 17:19:14
0
Malik ashfaq :
🌹🌹🌹
2026-07-28 17:15:55
0
Anas jutt💯☠️💯☠️ :
❣️❣️❣️
2026-07-28 14:28:09
0
𝘑𝘜𝘛𝘛 :
😳😳😳
2026-07-28 14:10:11
0
🦅چودری الیان ڈھلوں 7 چک آلہ🙌 :
❤️❤️❤️
2026-07-28 13:24:22
0
Adnan :
❤️❤️❤️
2026-07-28 12:14:52
0
Adnan :
🥰🥰🥰
2026-07-28 12:14:51
0
Adnan :
❤️❤️❤️
2026-07-28 12:14:49
0
Adnan :
🥰🥰🥰
2026-07-28 12:14:47
0
kamran :
🥰🥰🥰
2026-07-28 12:09:46
0
♓assan 🅰️li 8️⃣8️⃣9️⃣9️⃣ :
🥰🥰🥰
2026-07-28 11:59:02
0
malik king 👑💖 :
❤️❤️❤️
2026-07-28 10:59:02
0
dalawar :
🥰🥰🥰
2026-07-28 10:58:04
0
Azeem Dhillon :
🥰🥰🥰
2026-07-28 18:04:30
0
To see more videos from user @iokkoouiii1000, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#chixe #KFC #KFCZestival #KhuayDaoGaMuaHa #HoptaccungKFC
@may.santos.olivei0
#layenne #layenne_vision #senegalaise_tik_tok
Shunaqasi bulganmi 🫴🏻😁
#اكسبلورexplore #foryourpage #for #foryoupage❤️❤️ #اكسبلور_اكشبلورexplore
POV / Kamu duduk kaku di sisi ranjang, menggenggam erat tangan pria yang sungguh amat kamu cintai itu. Air mata kembali meleleh tanpa suara, menemani detik demi detik yang berlalu tanpa adanya tanda-tanda ia siuman pasca operasi besar semalam. Pintu kamar rawat mendadak terbuka pelan. Miyeon melangkah masuk dengan ekspresi serius, membawa sebuah berkas di tangannya. "Y/M..." panggil Miyeon hati-hati, mendekat dengan langkah ragu. "Aku sudah menemukan siapa dalang di balik semua teror dan penusukan ini." Kamu menoleh sedikit ke arah Miyeon, sorot matamu dingin. "Siapa?" tanyamu pelan Sebelum Miyeon sempat menjawab, kamu menatap wajah Evan. Kamu membungkuk pelan, mendekatkan bibirmu ke telinganya. "Tunggu aku sebentar, sayang... aku akan membereskan mereka yang sudah menyakitimu," bisikmu lirih, lalu mendaratkan kecupan penuh cinta di keningnya. Kamu menegakkan tubuh, melepaskan genggaman tanganmu dengan berat hati, lalu berbalik melangkah keluar kamar diikuti oleh Miyeon di belakangmu. Kamu menutup pintu kamar rawat rapat-rapat, lalu berbalik menatap dua anggota tim keamanan yang berdiri tegap di depan pintu. "Jaga Evan baik-baik. Jangan biarkan siapa pun masuk ke ruangan ini selain aku." perintahmu dingin dengan nada yang tak menerima bantahan. "Baik, Nona," jawab mereka serentak. Kamu langsung melangkah pergi menyusuri lorong rumah sakit bersama Miyeon. Sambil berjalan cepat, Miyeon mulai membeberkan laporan penting. "Hasil rekaman CCTV di penthouse mu sudah dianalisis. Pria yang menusuk Evan ternyata adalah orang yang sama yang menyandera kamu waktu itu," jelas Miyeon. Kamu menghentikan langkah sejenak, matamu membelalak. "Jadi... dia yang sengaja menekan bel penthouse-ku berkali-kali untuk memancingku keluar?" "Benar," angguk Miyeon. "Evan yang baru kembali, memergokinya di depan pintu Anda. Terjadi perkelahian hebat di antara mereka sampai akhirnya Evan terseret masuk ke jalur tangga darurat." Kalian berdua tiba di area parkir dan langsung masuk ke dalam mobil. Tanpa menunda waktu, Miyeon menyerahkan ponselnya yang sudah menampilkan cuplikan rekaman CCTV tersebut. Dengan tangan bergetar, kamu menyaksikan detik-detik mengerikan itu. Air matamu menetes kembali tanpa bisa ditahan, telapak tanganmu spontan menutup mulut saat melihat pria itu dengan tega menancapkan pisau ke perut Evan hingga ia terkulai lemas. "Pria itu sudah berhasil ditangkap dan diamankan oleh tim kita beberapa jam yang lalu," tambah Miyeon. Tubuhmu seketika menegang. Rasa sedih yang membakar dada berubah menjadi amarah yang sangat dingin dan mematikan. Kamu menoleh menatap Miyeon tajam. "Di mana dia sekarang?" ██ Sebuah tamparan keras melayang telak dari tanganmu, menghantam pipi pria yang kini terikat tak berdaya di kursi besi ruangan bawah tanah yang remang. Matamu menyala tajam penuh amarah, memantulkan dendam kesumat yang membara di dada. "Katakan!" bentakmu dengan suara bergetar menahan murka. "Siapa yang mengirimmu untuk melakukan semua ini?" Pria penuh lebam itu tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun. Ia justru mendongak, menyeringai lebar memperlihatkan sudut bibirnya yang berdarah, menatapmu mengejek. "Kau pikir aku akan mengatakannya semudah itu?" cibirnya dengan nada suara yang menyulut api kemarahanmu semakin besar. Kamu mendengus pelan, menatap pria di hadapanmu dengan senyum dingin yang mengerikan. "Kau benar-benar menguji kesabaranku." Tanpa membuang waktu, kamu meminta ponsel Miyeon lalu melangkah mendekat hingga ujung sepatumu menyentuh sepatunya, menyodorkan layar ponsel itu tepat di depan wajahnya. Seketika itu juga, seringai mengejek di wajah pria tersebut lenyap tak bersisa. Manik matanya terbelalak lebar, napasnya memburu saat melihat sosok istri dan anak perempuannya yang sedang disekap di sebuah ruangan asing oleh orang-orang suruhanmu. "Sekali saja aku memberikan perintah..." bisikmu. "...maka detik itu juga, kedua orang berharga ini akan lenyap." + 💬 / sl yaa #heeseung #evan #enhypen #pov #fyp
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy