@casabeautylv: This momma and her baby are in need of a vacation 🩷🙏 @hilton @ParisHilton #hiltonforthestay #parishiltonpoints #hiltonhonorspoints #hiltonhonors #parispoints

casabeautylv
casabeautylv
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 28 July 2026 23:28:55 GMT
300
24
9
1

Music

Download

Comments

chelscrner
CHELSCRNER :
She knows WHO she is 💁🏻‍♀️
2026-07-29 02:57:32
1
chelscrner
CHELSCRNER :
The outfit 🥰
2026-07-29 02:57:15
1
hbic1990s
hbic1990s✨ :
@hilton@ParisHilton
2026-07-29 03:14:26
1
whatiwoulddoforpoints
whatiwoulddoforpoints :
@hilton
2026-07-29 03:35:05
1
justjosiithings
.JustJosiiThings. :
@ParisHilton @hilton
2026-07-29 00:27:35
1
To see more videos from user @casabeautylv, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bab 3 — Dua Dunia yang Berbeda Langit mulai berubah jingga ketika bel pulang berbunyi. Parkiran SMA Arunika kembali dipenuhi kendaraan yang datang menjemput para siswa. Di dekat gerbang, Mable menyandarkan motornya.
Bab 3 — Dua Dunia yang Berbeda Langit mulai berubah jingga ketika bel pulang berbunyi. Parkiran SMA Arunika kembali dipenuhi kendaraan yang datang menjemput para siswa. Di dekat gerbang, Mable menyandarkan motornya. "Jay! Jadi nongkrong?" Jayna memasukkan bola basket ke dalam tas lalu menggeleng. "Nggak." "Kenapa?" "Ayah pulang dari Singapura." "Oalah... bos besar pulang." Miu terkekeh. Rafa ikut menyahut, "Yaudah, besok jangan lupa traktir." Jayna mengangkat sebelah alis. "Emang kenapa harus aku?" "Soalnya anak konglomerat." "Itu ayahku yang kaya." "Halah, sama aja." Mereka langsung tertawa. Tak lama, sebuah sedan hitam berhenti di depan sekolah. Pak Damar turun membukakan pintu. "Selamat sore, Nona Jayna." "Sore, Pak." Jayna menoleh kepada teman-temannya. "Duluan." "Besok latihan, jangan telat!" "Iya." Mobil mulai melaju. Beberapa siswi yang masih berada di gerbang langsung melambaikan tangan. "Dadah, Kak Jayna!" "Besok nyanyi lagi ya!" Jayna membuka sedikit kaca mobil. "Sampai besok." "AAAAAAAAAA!!" Satu kalimat itu saja sudah membuat satu gerbang sekolah kembali heboh. Pak Damar sampai tertawa. "Nona benar-benar idola sekolah." Jayna menutup wajahnya. "Malu, Pak." --- Sementara itu... Di ruang OSIS, Ginny baru selesai merapikan proposal. "Huft... akhirnya." Pintu terbuka. Lena masuk membawa dua gelas minuman dingin. "Nih buat kita." "Makasih." Lena duduk sambil terus memperhatikan wajah Ginny. Ginny mengernyit. "Kenapa?" Lena tersenyum jahil. "Gin..." "Hm?" "Kamu suka Jayna, ya?" "Hah?!" Ginny langsung tersedak. Lena malah tertawa. "Pelan, pelan." "Ngawur." "Oh ya?" Lena menyilangkan tangan. "Kalau Jayna lewat, kamu selalu nengok." Ginny diam. "Kalau Jayna senyum, kamu ikut senyum." Ginny makin salah tingkah. "Terus kalau Jayna tampil..." "...kamu lupa lagi kerja." Ginny menutup wajahnya. "Kelihatan banget?" "Banget." Ginny menghela napas. "Aku kira nggak ada yang sadar." "Yang lain mungkin nggak." "Tapi aku sadar." Ginny tersenyum malu. "Aku cuma..." "...ngagumin dia." "Jayna bahkan mungkin nggak kenal aku." Lena menggeleng. "Belum tentu." "Dia memang cuek ke semua orang." Ucapan itu sedikit membuat Ginny lega. --- Di waktu yang sama... Mobil Jayna memasuki halaman rumah keluarga Pradipta. Rumah modern itu berdiri megah dengan taman yang luas. Belum sempat turun... Seekor Golden Retriever berlari menghampiri. "Atlas!" Bruk! Jayna langsung terduduk di rumput karena dipeluk anjing kesayangannya. "Haha... berat banget." Pak Damar hanya tersenyum. "Tuan Atlas paling kangen sama Nona." Pintu rumah terbuka. Seorang pria berjas keluar sambil tersenyum hangat. "Atlas selalu menang duluan." "Ayah." Pria itu adalah Mahendra Pradipta, salah satu pengusaha terbesar di Indonesia. "Gimana sekolah?" "Lancar." "Basket?" "Capek." "Band?" "Ramai." Mahendra tertawa. "Jawabanmu selalu singkat." Jayna mengangkat bahu. "Udah kebiasaan." Mahendra merangkul pundaknya. "Ayo masuk." "Ibumu masak sendiri." Mata Jayna langsung membesar. "Serius?" "Iya." "Semoga dapurnya masih utuh." "Jayna!" Seorang wanita keluar dari dalam rumah sambil membawa celemek. "Itu anak baru pulang udah kamu ejek!" Jayna langsung kabur sambil tertawa. "Maaf, Bun!" Suasana rumah Pradipta langsung dipenuhi tawa. --- Berbeda dengan rumah Ginny. Rumah besar itu justru terasa sunyi. "Ayah, Ginny pulang." Ayahnya hanya mengangguk dari balik berkas yang sedang dibaca. "Pulang." "Capek?" "Sedikit." "Istirahatlah." "Iya." Ginny tersenyum tipis lalu naik ke kamar. Tubuhnya langsung rebah di kasur. Ia membuka media sosial sekolah. Video latihan Band Eclipse sudah memenuhi beranda. Jayna hanya mengucapkan... "Selamat sore." Namun kolom komentarnya sudah ribuan. "Nikahin aku, Kak Jayna!" "Senyumnya bikin salting!" Ginny ikut tersenyum. "Kamu memang seheboh itu..." Tanpa sadar, ia memutar video itu berulang kali. Di sisi lain kota... Seorang siswi sedang menatap foto Ginny di layar ponselnya. "Jadi... ini Ketua OSIS SMA Arunika." Senyumnya perlahan terangkat. "Menarik." Sementara seseorang yang lain justru sedang melihat foto Jayna. "Jayna Pradipta..." "Aku ingin bertemu langsung denganmu." Bersambung... #au #gl #jaygin #ginjay #fyp

About