@sa.ls111:

س
س
Open In TikTok:
Region: SA
Wednesday 29 July 2026 00:56:19 GMT
12458
482
0
61

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @sa.ls111, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

QS. Ghafir: 44 Pernah nggak kamu sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi setelah itu kamu masih terus kepikiran hasilnya? “Gimana kalau gagal?” “Gimana kalau ternyata hasilnya nggak sesuai yang aku harapkan?” “Gimana kalau semuanya berakhir buruk?” Kamu sudah melakukan bagianmu, tapi pikiranmu masih sibuk mencoba mengendalikan sesuatu yang sebenarnya sudah berada di luar kendalimu. Di situlah ayat ini terasa begitu menenangkan: “Aku menyerahkan urusanku kepada Allah.” Kalimat ini diucapkan oleh seorang mukmin dalam kisah Fir'aun yang telah menyampaikan kebenaran kepada kaumnya, tetapi ia menghadapi penolakan dan ancaman. Dia sudah menyampaikan apa yang diyakininya benar. Setelah itu, dia menyerahkan urusannya kepada Allah. Dan perhatikan bagian akhirnya: “Sungguh, Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” Dia tidak menyerahkan urusannya kepada sesuatu yang tidak mengetahui keadaannya. Dia menyerahkannya kepada Allah, Tuhan semesta alam, yang Maha Melihat. Allah melihat usahamu. Allah melihat apa yang kamu hadapi. Allah melihat hal-hal yang tidak diketahui orang lain. Allah tahu apa yang kamu takutkan dan apa yang sedang kamu perjuangkan. Maka menyerahkan urusan kepada Allah bukan berarti berhenti berusaha. Kamu tetap melakukan bagianmu. Tetap belajar. Tetap berusaha. Tetap mengambil keputusan dengan sebaik mungkin. Tetapi setelah itu, kamu belajar mengatakan: “Ya Allah, aku sudah melakukan yang aku mampu. Untuk hal-hal yang berada di luar kendaliku, aku serahkan kepada-Mu.” Karena ada hal-hal yang memang tidak bisa kita paksa. Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk memilih kita. Tidak bisa memastikan semua rencana berjalan sesuai keinginan. Tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi besok. Dan semakin kita berusaha mengendalikan semuanya, semakin lelah hati kita. Mungkin karena kita lupa bahwa tidak semua hal memang dititipkan untuk kita kendalikan. Ada bagian yang menjadi tanggung jawab kita: Berusaha. Dan ada bagian yang menjadi tempat kita belajar: Bertawakal. Jadi kalau hari ini kamu sedang memikirkan sesuatu yang hasilnya belum kamu ketahui, lakukan apa yang memang bisa kamu lakukan. Setelah itu, lepaskan apa yang memang bukan kendalimu. Katakan dalam hati:  “Aku serahkan urusanku kepada Allah.” Bukan karena kamu tidak peduli dengan hasilnya. Tapi karena kamu percaya bahwa Allah melihat seluruh proses yang bahkan tidak mampu kamu lihat sendiri. Dan bukankah menenangkan... mengetahui bahwa setelah kamu melakukan yang terbaik, ada Allah yang Maha Melihat seluruh keadaanmu? Kamu nggak harus tahu bagaimana semuanya akan berakhir. Cukup lakukan bagianmu, lalu percayakan sisanya kepada Allah. 🤍
QS. Ghafir: 44 Pernah nggak kamu sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi setelah itu kamu masih terus kepikiran hasilnya? “Gimana kalau gagal?” “Gimana kalau ternyata hasilnya nggak sesuai yang aku harapkan?” “Gimana kalau semuanya berakhir buruk?” Kamu sudah melakukan bagianmu, tapi pikiranmu masih sibuk mencoba mengendalikan sesuatu yang sebenarnya sudah berada di luar kendalimu. Di situlah ayat ini terasa begitu menenangkan: “Aku menyerahkan urusanku kepada Allah.” Kalimat ini diucapkan oleh seorang mukmin dalam kisah Fir'aun yang telah menyampaikan kebenaran kepada kaumnya, tetapi ia menghadapi penolakan dan ancaman. Dia sudah menyampaikan apa yang diyakininya benar. Setelah itu, dia menyerahkan urusannya kepada Allah. Dan perhatikan bagian akhirnya: “Sungguh, Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” Dia tidak menyerahkan urusannya kepada sesuatu yang tidak mengetahui keadaannya. Dia menyerahkannya kepada Allah, Tuhan semesta alam, yang Maha Melihat. Allah melihat usahamu. Allah melihat apa yang kamu hadapi. Allah melihat hal-hal yang tidak diketahui orang lain. Allah tahu apa yang kamu takutkan dan apa yang sedang kamu perjuangkan. Maka menyerahkan urusan kepada Allah bukan berarti berhenti berusaha. Kamu tetap melakukan bagianmu. Tetap belajar. Tetap berusaha. Tetap mengambil keputusan dengan sebaik mungkin. Tetapi setelah itu, kamu belajar mengatakan: “Ya Allah, aku sudah melakukan yang aku mampu. Untuk hal-hal yang berada di luar kendaliku, aku serahkan kepada-Mu.” Karena ada hal-hal yang memang tidak bisa kita paksa. Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk memilih kita. Tidak bisa memastikan semua rencana berjalan sesuai keinginan. Tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi besok. Dan semakin kita berusaha mengendalikan semuanya, semakin lelah hati kita. Mungkin karena kita lupa bahwa tidak semua hal memang dititipkan untuk kita kendalikan. Ada bagian yang menjadi tanggung jawab kita: Berusaha. Dan ada bagian yang menjadi tempat kita belajar: Bertawakal. Jadi kalau hari ini kamu sedang memikirkan sesuatu yang hasilnya belum kamu ketahui, lakukan apa yang memang bisa kamu lakukan. Setelah itu, lepaskan apa yang memang bukan kendalimu. Katakan dalam hati: “Aku serahkan urusanku kepada Allah.” Bukan karena kamu tidak peduli dengan hasilnya. Tapi karena kamu percaya bahwa Allah melihat seluruh proses yang bahkan tidak mampu kamu lihat sendiri. Dan bukankah menenangkan... mengetahui bahwa setelah kamu melakukan yang terbaik, ada Allah yang Maha Melihat seluruh keadaanmu? Kamu nggak harus tahu bagaimana semuanya akan berakhir. Cukup lakukan bagianmu, lalu percayakan sisanya kepada Allah. 🤍

About