@lyyxinhhh5: …..

Ly Ly Phạm
Ly Ly Phạm
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 29 July 2026 02:05:49 GMT
31603
838
33
250

Music

Download

Comments

dieuhuong15208
Phạm Thị Diệu Hương ❤️‍🔥 :
Áo ảnh 2 mùa đâu v bà
2026-07-30 03:15:13
4
atuyt206
Tetne👽 :
Khum sao bà cười lên, xinh 🥰
2026-07-30 03:42:21
1
ngahehhe
Táo 🍎 :
Cho xin tấm ảnh thứ 3 đi bà
2026-07-30 02:22:56
1
nh.kami05
như đặng :
đẹp thiệt má , còn t họ nói đã ai khen em cười rất đẹp chưa 👩 chưa ạ ,🗣️cười đẹp mà tiết kiệm nụ cười quá :)
2026-07-30 02:31:34
1
21_th9.207
Chupachup🎀 :
nma cười đẹp thiệc á🙂‍↕️
2026-07-30 02:06:54
0
myhoanailmi
Phạm Thị Mỹ Hoa :
Ngta nói: “ Còn cười là còn khổ á bạn “ 😂🤣
2026-07-29 14:38:15
3
quocdang_0308
🌹Bia Tập Review ☘️ :
Xin link váy đen bi ạ
2026-07-29 05:28:19
1
nocnoc_052
𝑅𝓊𝒷𝓎🍫 :
Đớn v
2026-07-30 02:32:10
0
lee.nna03
naa_lee❄️ :
Tự thấy đẹp nên cười á 🤪
2026-07-29 10:44:54
1
tuturu8503
Tudu🪼 :
Mình xin ảnh 3 với ạ
2026-07-30 02:43:12
0
uhtt_07
thu🧢 :
Khi qua kh thấy cười
2026-07-29 05:18:52
1
hair.ins_210
HY :
2026-07-29 04:17:12
0
thanhha_iu
Hoàng Thanh Hà✨ :
cười duyên quá trờiiii
2026-07-30 04:05:48
0
thou.chaqq
mít ướt. :
K liên quan nma c cho e xin link áo trắng ạ
2026-07-29 12:19:22
0
dinhquocanhhh
Đinh Quốc Anh :
Ai bảo
2026-07-29 03:41:55
0
lee.nna03
naa_lee❄️ :
Chưa thấy gái đẹp hay cười bao giờ hở anh 🤪
2026-07-29 10:45:10
1
kieuvahaman2
Kiêu và ham ăn :
😂😂😂
2026-07-29 12:12:58
0
duyhao_00
Duy Hảo🙆‍♂️ :
❤️❤️❤️
2026-07-29 02:28:06
0
huyen1417
Huyền :
😔😔😔
2026-07-30 04:00:15
0
To see more videos from user @lyyxinhhh5, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Mencintaimu... Adalah tentang merelakan banyak hal tanpa pernah meminta balasan. Aku mengorbankan waktu yang tak akan pernah kembali, hanya untuk menunggumu. Aku mengorbankan ego yang selama ini kujaga, hanya agar hubungan ini tetap bertahan. Aku mengorbankan banyak mimpi, karena diam-diam aku mulai menjadikanmu bagian dari masa depanku. Dan bodohnya... Aku melakukan semuanya dengan bahagia. Sebab setiap lelah terasa ringan saat namamu menjadi tujuan. Aku tidak pernah menghitung seberapa banyak yang telah kuberikan. Aku tidak pernah mencatat berapa kali aku mengalah. Berapa kali aku menahan kecewa. Berapa kali aku menangis diam-diam agar kau tidak merasa bersalah. Karena bagiku saat itu, asal kau bahagia, aku rela terluka. Aku rela menjadi orang yang selalu mengerti. Aku rela menjadi orang yang selalu menunggu. Aku rela menjadi orang yang selalu bertahan. Meski tak ada yang bertanya apakah aku juga baik-baik saja. Tahukah kau? Ada malam-malam ketika aku meminta kepada Tuhan agar rasa sakit ini dipindahkan kepadaku saja. Agar kau tidak perlu merasakan sedih. Agar kau tidak perlu merasakan kecewa. Agar kau tetap bisa tersenyum. Sementara aku... Diam-diam menanggung semuanya sendirian. Aku menjagamu dalam doa. Menyebut namamu di antara air mata. Memohon kebahagiaanmu bahkan ketika kebahagiaan itu perlahan menjauhkanmu dariku. Dan itu adalah pengorbanan paling sunyi. Mendoakan seseorang agar bahagia, meski hati kita tahu, bahagia itu mungkin tidak lagi bersama kita. Aku pernah memilih bertahan ketika hatiku sudah lelah. Aku pernah tersenyum ketika sebenarnya ingin menangis. Aku pernah berkata,
Mencintaimu... Adalah tentang merelakan banyak hal tanpa pernah meminta balasan. Aku mengorbankan waktu yang tak akan pernah kembali, hanya untuk menunggumu. Aku mengorbankan ego yang selama ini kujaga, hanya agar hubungan ini tetap bertahan. Aku mengorbankan banyak mimpi, karena diam-diam aku mulai menjadikanmu bagian dari masa depanku. Dan bodohnya... Aku melakukan semuanya dengan bahagia. Sebab setiap lelah terasa ringan saat namamu menjadi tujuan. Aku tidak pernah menghitung seberapa banyak yang telah kuberikan. Aku tidak pernah mencatat berapa kali aku mengalah. Berapa kali aku menahan kecewa. Berapa kali aku menangis diam-diam agar kau tidak merasa bersalah. Karena bagiku saat itu, asal kau bahagia, aku rela terluka. Aku rela menjadi orang yang selalu mengerti. Aku rela menjadi orang yang selalu menunggu. Aku rela menjadi orang yang selalu bertahan. Meski tak ada yang bertanya apakah aku juga baik-baik saja. Tahukah kau? Ada malam-malam ketika aku meminta kepada Tuhan agar rasa sakit ini dipindahkan kepadaku saja. Agar kau tidak perlu merasakan sedih. Agar kau tidak perlu merasakan kecewa. Agar kau tetap bisa tersenyum. Sementara aku... Diam-diam menanggung semuanya sendirian. Aku menjagamu dalam doa. Menyebut namamu di antara air mata. Memohon kebahagiaanmu bahkan ketika kebahagiaan itu perlahan menjauhkanmu dariku. Dan itu adalah pengorbanan paling sunyi. Mendoakan seseorang agar bahagia, meski hati kita tahu, bahagia itu mungkin tidak lagi bersama kita. Aku pernah memilih bertahan ketika hatiku sudah lelah. Aku pernah tersenyum ketika sebenarnya ingin menangis. Aku pernah berkata, "Aku tidak apa-apa." Padahal saat itu seluruh dunia di dalam dadaku sedang runtuh. Namun cinta membuatku tetap tinggal. Karena aku percaya, perjuangan akan menemukan jalannya. Aku percaya, ketulusan akan menemukan rumahnya. Aku percaya, kau akan melihat semua pengorbananku. Ternyata... Tidak semua yang diperjuangkan akan dipertahankan. Tidak semua yang dijaga akan menetap. Dan tidak semua cinta yang tulus akan berakhir dengan kebersamaan. Pada akhirnya, yang tersisa dariku hanyalah hati yang penuh bekas luka. Bekas dari semua harapan yang pernah kutanam. Bekas dari semua doa yang pernah kupanjatkan. Bekas dari seseorang yang pernah kuanggap sebagai akhir dari pencarianku. Kini aku mengerti... Pengorbanan terbesar dalam mencintai bukanlah kehilangan waktu, tenaga, atau air mata. Melainkan ketika kau harus menerima bahwa semua yang telah kau perjuangkan sepenuh hati, akhirnya menjadi kebahagiaan untuk orang lain. Dan kau tidak bisa melakukan apa pun selain tersenyum, lalu kembali berdoa untuknya. Meski setiap doa terasa seperti pisau yang perlahan mengiris dada. Meski setiap kenangan membuat napas terasa sesak. Meski setiap malam masih dipenuhi namanya. Karena cinta yang paling tulus sering kali tidak berakhir dengan memiliki. Ia berakhir dengan mengikhlaskan. Sambil membawa luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Dan jika suatu hari nanti kau bertanya apa yang paling mahal yang pernah kuberikan untuk seseorang, jawabannya bukan waktu. Bukan harta. Bukan tenaga. Melainkan... Hatiku yang utuh. Yang kuserahkan sepenuhnya kepadamu. Lalu kembali kepadaku dalam keadaan hancur. "Aku tidak kalah karena mencintaimu. Aku hanya kehilangan diriku sendiri saat terlalu sibuk memperjuangkanmu."

About