@ria_10038: Heroik banget nyuarakan RUU Perampasan Aset, tapi kok sasaran tembaknya cuma PDIP⁉️ ​Mari main matematika DPR simpel: • Koalisi Pemerintah (KIM Plus) = >80% kursi • PDIP = cuma ~16% kursi • Draf RUU = Usulan Pemerintah sendiri ​Secara aturan parlemen, 80% suara koalisi itu udah lebih dari cukup buat ketok palu kapan aja. Gak butuh persetujuan PDIP buat lolos‼️ ​Kalau beneran kebelet miskinin koruptor, suruh fraksi koalisi sendiri jadwalkan Paripurna. Masa pegang kendali mutlak tapi malah teriak nyalahin yang 16%? Garang di medsos, memble di koalisi sendiri. 🫣 ​Gimana menurut kalian? 🤔 ​#RUUPerampasanAset #LogikaPolitik #DPRRI #KIMPlus #CerdasPolitik

💞ℛ𝒾𝒶💞
💞ℛ𝒾𝒶💞
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 29 July 2026 11:12:31 GMT
13502
783
162
51

Music

Download

Comments

user8552339780030
Gg :
betulllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllmmlllkmm
2026-07-29 20:27:31
0
yon57695
Yon :
Kami PDIP Adalah PETARUNG SEJATI& SUDAH TERUJI 🤟🤟🤟🔥🔥🦬🦬🔥🔥🤟🤟🤟💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
2026-07-29 15:33:36
10
justice206
Sanes Tiang Jawi✌️ :
ini ikut jurus bapak nya... biar rakyat makin musuhi PDIP.
2026-07-29 12:39:09
33
yoszi59
mas yoszi :
betul bu
2026-07-29 11:21:06
9
masbrowireng
RAKYAT BODOH :
Jika RUU perampasan aset di sahkan dan aparat hukum punya hati nurani gak lama Jokowi masuk bui
2026-07-29 11:52:52
21
t.and.t0771
T and T :
mba buktikan kalo Gibran nyudutin PDIP...justru PDIP yg ngulur2 waktu untuk UU perampasan aset....😂😂😂
2026-07-29 16:17:08
1
reneeantaresh
reneeantaresh :
parah. wapres otak kosong
2026-07-29 14:53:17
8
dualitas_10038
dagelan politik :
kimplus mana tuh suaranya
2026-07-29 11:56:00
7
rizky19782
Rizki :
betul padahal sangat gampang 80% artinya berkuasa tapi kenapa slalu nyalakan yang 16%
2026-07-29 16:25:23
5
tekelewerkelewer
CUAP CUAP :
PERSIAPAN KETUM PSI
2026-07-29 16:22:57
2
pahompunidatunapunjung
Octo manalu :
Karena Gibran...... tidak di akui. Cuma jadi boneka politik
2026-07-29 15:20:20
1
ok364726
ok :
dulu pak Jokowi bilang untuk percepat perampasan aset tapi masih ditunda oleh DPR
2026-07-29 16:59:04
0
henry_sugiarto4
Tuan Himura :
jadi wakil presiden sekali menjabat gagal 😅😅😅
2026-07-29 15:23:41
3
herditololiu
om HERDI :
karena banteng yang penguasa di parlemen waktu pak Jokowi presiden, tidak mau dan menghalangi UU perampasan aset koruptor, Percaya Gibran Harapan baru berantas korupsi.
2026-07-29 15:55:56
0
agusbrambang5
agusbrambang :
itu bupati Pati & Pemalang yg ngendor Kaesang udah ke tangkep segera di miskinkan
2026-07-29 12:46:55
0
aguscahyono.79
panggilagus :
perampasan aset itu bukan mulai jamane pak jokowi koalisi parlemen ya ndak tembus pdip kan pemenang waktu itu biasa aja ndak usah baper paling sampek habis masa jabatane ya sama seperti dulu😁😁😁😁
2026-07-29 12:22:27
0
minnto90
minnto90 :
makanya bubarkan dpr ...mereka pembuat aturan utk kenyamanan mereka sendiri gk ada guna utk memakmurkan rakyat
2026-07-29 12:08:29
1
choliscichenel
choliscichenel :
sp blng bkn penentu.palunya ada d puan.klu smw tak takut ketok palu.
2026-07-29 15:52:21
0
mask44777
Mas-K :
Apa benar ... ketua DpR nggak berani mngesahkan...
2026-07-29 16:04:36
0
user1041942883484
Hartono :
sapa tau gibran menginginkan tukang kayu jd tahanan walo itu bapaknya
2026-07-29 12:04:42
1
masmaskey
M 45 15 :
tdk ada urusan partai ... mulai jaman jokowi sampai prabowo tdk di sahkan juga... yg ngesahkan kan dpr..bukan kualisi partai.. wajar gibran desak dpr..yg kebetulan puan ketua dpr nya..kalau pdip merasa di sudutkan wajar..mosok hampir 12 thn tdk bisa sahkan RUU.
2026-07-29 17:03:41
0
restuhariyono
AWU LEMBUT :
rakyat yang gak cerdas masih banyak yang percaya pemerintah dan menyalahkan mbak puan dan PDIP.
2026-07-29 17:15:21
1
aries_arlimotor
Aries :
Bpaknya dlu aja berkuasa. Gak bsa
2026-07-30 00:19:59
0
cukup0703
cukup0703 :
nice...
2026-07-29 22:33:09
1
bismillah_berkah_24
jagat satria :
-Kita sudah naikkan gaji hakim 300% -Kita akan prioritaskan rumah untuk hakim -Kita akan naikkan tunjangan TNI dan Kemenhan 30% -Kita tidak punya anggaran untuk menaikkan gaji guru.. Hebat!
2026-07-29 23:52:50
0
To see more videos from user @ria_10038, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Jika kalian melihat panji-panji hitam datang dari arah Khorasan, maka datangilah mereka, karena di tengah-tengah mereka ada Khalifah Allah, Al-Mahdi.” (HR. Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi) Hari ini peta geopolitik Timur Tengah memperlihatkan sesuatu yang menarik. Beberapa negara Arab justru dikenal memiliki hubungan strategis yang sangat dekat dengan Amerika Serikat: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, hingga Maroko. Kerja sama militer, pangkalan militer AS, serta hubungan ekonomi yang erat membuat negara-negara ini sering berada dalam orbit kebijakan Washington. Di sisi lain, ada satu negara yang selama puluhan tahun justru berada di jalur konfrontasi dengan Amerika: IRAN. Sejak Revolusi 1979, Iran secara terbuka menentang dominasi Amerika di kawasan, menolak sistem hegemoni dolar, menghadapi sanksi ekonomi panjang, dan terus membangun poros perlawanan di Timur Tengah. Konflik dan ketegangan yang kita lihat hari ini hanyalah kelanjutan dari sejarah panjang pertarungan geopolitik tersebut. Menariknya, wilayah yang dalam banyak riwayat disebut sebagai Khorasan secara historis mencakup kawasan yang sangat dekat dengan Iran saat ini. Khorasan pada masa klasik meliputi wilayah yang sekarang berada di: Iran timur, Afghanistan, Turkmenistan, Uzbekistan, dan sebagian Tajikistan. Sebuah kawasan besar di jantung Asia yang sejak dulu dikenal sebagai pusat peradaban, jalur perdagangan, sekaligus wilayah yang sering melahirkan kekuatan politik besar. Melihat peta dunia hari ini, sebagian orang mulai bertanya-tanya: mengapa dalam riwayat disebut panji-panji itu akan datang dari Khorasan, bukan dari negeri-negeri Arab. Apakah ini hanya kebetulan sejarah, atau ada hikmah besar yang baru akan dipahami manusia di akhir zaman. Wallahu a’lam.
“Jika kalian melihat panji-panji hitam datang dari arah Khorasan, maka datangilah mereka, karena di tengah-tengah mereka ada Khalifah Allah, Al-Mahdi.” (HR. Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi) Hari ini peta geopolitik Timur Tengah memperlihatkan sesuatu yang menarik. Beberapa negara Arab justru dikenal memiliki hubungan strategis yang sangat dekat dengan Amerika Serikat: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, hingga Maroko. Kerja sama militer, pangkalan militer AS, serta hubungan ekonomi yang erat membuat negara-negara ini sering berada dalam orbit kebijakan Washington. Di sisi lain, ada satu negara yang selama puluhan tahun justru berada di jalur konfrontasi dengan Amerika: IRAN. Sejak Revolusi 1979, Iran secara terbuka menentang dominasi Amerika di kawasan, menolak sistem hegemoni dolar, menghadapi sanksi ekonomi panjang, dan terus membangun poros perlawanan di Timur Tengah. Konflik dan ketegangan yang kita lihat hari ini hanyalah kelanjutan dari sejarah panjang pertarungan geopolitik tersebut. Menariknya, wilayah yang dalam banyak riwayat disebut sebagai Khorasan secara historis mencakup kawasan yang sangat dekat dengan Iran saat ini. Khorasan pada masa klasik meliputi wilayah yang sekarang berada di: Iran timur, Afghanistan, Turkmenistan, Uzbekistan, dan sebagian Tajikistan. Sebuah kawasan besar di jantung Asia yang sejak dulu dikenal sebagai pusat peradaban, jalur perdagangan, sekaligus wilayah yang sering melahirkan kekuatan politik besar. Melihat peta dunia hari ini, sebagian orang mulai bertanya-tanya: mengapa dalam riwayat disebut panji-panji itu akan datang dari Khorasan, bukan dari negeri-negeri Arab. Apakah ini hanya kebetulan sejarah, atau ada hikmah besar yang baru akan dipahami manusia di akhir zaman. Wallahu a’lam.

About