Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@ako.cars3: #الشعب_الصيني_ماله_حل😂😂 #fyyyyyyyyyyyyyyyy #actvbn🌚🖤 #explore #dletmnn
hasan ashawe💎
Open In TikTok:
Region: IQ
Wednesday 29 July 2026 19:04:05 GMT
458
18
2
2
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
𝐋𝐀𝐕𝐀𝐍𝐃.✵ :
to chuya basketballe ???
2026-07-29 22:46:39
0
hasan ashawe💎 :
😅😅😅
2026-07-29 19:05:06
0
To see more videos from user @ako.cars3, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
سبحان الله اللهم استرنا يوم العرض وفوق الارض : بنت تشتكي من الهواء اللي يضرب عبايتها أثناء المشي ويكشف تفاصيل جسمها لكن شوفوا الموقف اللي صار معها #ترند_الأول #سناب_ترند_الأول #عاجل_الاخبار #فاشن_تيك_توك #عاجل_الان
Em gì ơi-thái hoàng #xuhuong #silver #nhachaymoingay #xuhuongtiktok
"Bude... ini Wulan! Kapan Bude akan pulang? Kalau bisa sebelum hari pemberangkatan haji. Tolong ya, Bude jangan bilang siapa-siapa kalau Wulan habis telepon Bude." Hatiku seketika mencelos mendengar suara putri Nisa, istri almarhum adik iparku. Tumben sekali Wulan meneleponku. "Ada apa, Wulan? Kenapa bicara seperti itu? Kamu baik-baik saja?" "Baik, Bude... aduh gawat! Mama sudah pulang! Wulan tutup dulu ya. Assalamualaikum!" Belum sempat kujawab salamnya, panggilan sudah terputus. Telepon singkat itu justru membuat rasa penasaranku semakin besar. Tak lama kemudian, nomor yang sama kembali menghubungiku. "Mbak, ini aku Nisa. Memang kenapa dengan Wulan? Dia nggak cerita macam-macam, kan?" Nada bicaranya terdengar gugup. Aku langsung teringat pesan Wulan agar merahasiakan telepon tadi. "Nggak kok, Sa. Dia cuma minta dikirimin teh Taiwan. Oh ya, gimana kabar Mama sama Emak? Baik-baik saja, kan? Sebentar lagi Emak berangkat haji." Mama adalah panggilanku untuk ibu mertua, sedangkan Emak adalah ibu kandungku. Selama ini aku tak pernah membedakan keduanya. Kiriman uang, hadiah, bahkan biaya ibadah mereka kutanggung dari hasil bekerja sebagai TKW di Taiwan. Tujuh tahun lalu Mama berangkat umrah, sedangkan tahun ini giliran Emak menunaikan ibadah haji. Semua urusan di Indonesia dipercayakan kepada suamiku, Mas Har. "Baik kok, Mbak. Emak lagi sibuk manasik haji, Mama juga lagi pengajian. Ya sudah ya, Mbak. Nisa masih banyak kerjaan." Telepon ditutup. Rasa rinduku kepada Emak justru semakin membuncah. Aku segera menghubungi Mas Har. "Halo, Mas... Emak ada? Aku pengen bicara." "Iya, Sayang. Emak baik-baik saja." "Alhamdulillah. Aku pengen lihat wajahnya. Aku kangen banget." Selama bertahun-tahun di Taiwan, aku hampir tak pernah melihat wajah Emak. Dulu Mas Har selalu beralasan ponselnya belum berkamera. Saat kutawari membeli ponsel baru, dia menolak dan meminta uangnya dipakai renovasi rumah serta biaya haji Emak. Aku percaya begitu saja. Kini ponselnya sudah kuganti, tetapi tetap saja aku tak pernah bisa melakukan panggilan video dengan Emak. "Kamu lupa ya, hari ini Jumat? Emak lagi ikut manasik. Masa aku harus mengganggu beliau?" kata Mas Har. Aku menghela napas. "Kalau begitu nanti setelah Emak pulang, kabari aku ya. Aku cuma pengen dengar suaranya." "Iya, Sayang." Sebenarnya aku juga ingin meminta pendapat Emak tentang rencanaku memperpanjang kontrak kerja di Taiwan. Namun kupikir pembicaraan itu bisa menunggu sampai beliau selesai berhaji. Belum lama telepon berakhir, pesan dari Mama mertua masuk. "Jangan lupa kirim uang. Besok Emakmu manasik di Fatimah Zahra Semarang. Butuh ongkos dan uang saku. Terus suamimu mau buka usaha sembako, butuh lima puluh juta." Aku mengembuskan napas panjang. Hampir seluruh gajiku selalu kukirim ke Indonesia. "Iya, Ma. Ifa segera transfer. Tapi untuk lima puluh jutanya belum ada." Pesanku hanya dibaca tanpa balasan. Keesokan harinya, majikanku masih berada di luar kota. Karena pekerjaan sudah selesai, aku iseng membuka kembali media sosial yang sudah lama kutinggalkan. Setelah beberapa kali salah memasukkan kata sandi, akhirnya akun itu berhasil kubuka. Di beranda muncul unggahan Biru. Ia tampak mengenakan pakaian ihram bersama rombongan jamaah. Pada slide berikutnya tertulis lokasi Firdaus Fatimah Zahra, Semarang. Dadaku langsung berdegup. Bukankah hari ini Emak juga sedang manasik di sana? Tanpa berpikir panjang, aku mengirim pesan. "Assalamualaikum. Saya Latifa, anak Ibu Rofiah. Bisakah saya berbicara dengan ibu saya melalui ponsel Anda?" Meski masih menyimpan luka terhadap Biru, rasa rinduku kepada Emak jauh lebih besar. Dua puluh menit kemudian, balasan itu datang. "Latifa? TKW bodoh itu?" Aku mematung. Beberapa detik kemudian, pesan berikutnya masuk. "Sebenarnya ibu siapa yang kamu cari? Ibu kandung atau ibu mertua? Karena mertuamu sudah berangkat haji... sedangkan Ibu Rofiah sudah menjadi gelandangan sejak setahun yang lalu." judul Kembalikan Tiket Hajiku di KBM app ya
#kengnamping
I should make more of these #Minecraft #viral #foryou #minecraftedit
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy