@tae9kook_: #taekook #vkook #foryou #fyp #explore

𝐉𝐕 𐤀
𝐉𝐕 𐤀
Open In TikTok:
Region: IT
Wednesday 29 July 2026 20:32:56 GMT
10237
2239
31
74

Music

Download

Comments

taekookffic
львёнок :
I’m little shyy..
2026-07-30 07:05:39
18
jackoon1997
𝒀𝒖 :
show name pls
2026-07-30 07:46:45
0
kyara.thv
Kyara :
aúnq yo no fuera shipper,me preguntaría,¿ellos son pareja?
2026-07-29 21:56:00
36
donadonadonatella
💵🐘 :
Querían hacer esto JKSKAJA AMO
2026-07-30 03:04:58
10
valdercialvesdasi
Valderci Alves da silva :
Ah mulher indignada lá atrás 🤣
2026-07-29 21:01:53
6
kookv_192725
🎀.Aileen.🎀 :
2026-07-29 20:42:28
8
siaush21
Бибигуль Сейлжанова :
Все смотрят на ВИГУ🥰🥰🥰🥰🥰
2026-07-29 21:06:28
2
ludmilatarasevich7
Ludmila Tarasevich :
ВиГу это признание успеха они своим талантом завоевали любовь публики!с ними не соскучишся они придумают что нибудь оригинальное!❤️❤️
2026-07-29 22:02:41
0
To see more videos from user @tae9kook_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

pov : 1  Liburan yang seharusnya jadi momen paling menyenangkan dalam hidupmu malah berubah jadi hari paling sial. ‎ ‎Rencananya kamu akan menyusul teman-teman yang sudah lebih dulu menginap di sebuah villa tepi pantai. ‎ ‎Karena pesawatmu terlambat, kamu memilih naik taksi dari kota. ‎ ‎
pov : 1 Liburan yang seharusnya jadi momen paling menyenangkan dalam hidupmu malah berubah jadi hari paling sial. ‎ ‎Rencananya kamu akan menyusul teman-teman yang sudah lebih dulu menginap di sebuah villa tepi pantai. ‎ ‎Karena pesawatmu terlambat, kamu memilih naik taksi dari kota. ‎ ‎"Pak, ke Villa Laut Biru ya." ‎ ‎"Iya, Mbak. Duduk aja yang nyaman." ‎ ‎Awalnya semua baik-baik saja. Jalanan semakin sepi, gedung-gedung berganti sawah dan pepohonan. Kamu bahkan sempat memakai headset sambil menikmati pemandangan. ‎Sampai... ‎ ‎"Kok jalannya makin sempit ya, Pak?" ‎ ‎"Sebentar lagi, Mbak." ‎ ‎Lima belas menit kemudian, taksi berhenti tepat di depan gapura kayu bertuliskan ‎ ‎"Selamat Datang di Desa Harapan." ‎ ‎Kamu mengernyit. ‎ ‎"...Pak, ini bukan villa." ‎ ‎Sopir itu ikut bingung, lalu mengecek peta di ponselnya. ‎ ‎"Lho... aduh, salah masuk rute ternyata." ‎Kamu langsung memijat pelipis. ‎ ‎"Terus gimana?" ‎ ‎"Bapak udah gak bisa lanjut, bensin tinggal dikit. Mbak coba pesan taksi online aja dari sini." ‎ ‎"...Serius?" ‎ ‎ ‎"Iya." ‎ ‎Kamu menghela napas panjang lalu membuka ponsel. ‎ ‎1%. ‎ ‎Mata langsung membelalak. ‎ ‎"Jangan bercanda deh..." ‎ ‎Beberapa detik kemudian... ‎ ‎Mati. ‎ ‎"..." ‎ ‎Kamu menatap layar hitam itu dengan pasrah. ‎ ‎"Hari ini kenapa sih..." ‎ ‎ ‎ ‎Setelah sopir taksi pergi, kamu berdiri sendirian di pinggir jalan sambil menatap ponsel yang baru saja mati. ‎ ‎"Luar biasa..." ‎ ‎Kamu tertawa hambar. ‎ ‎"Liburan paling goblok yang pernah gue rencanain." ‎ ‎Di depanmu hanya ada jalan desa yang tenang. Angin membawa aroma sawah dan suara ombak yang samar dari kejauhan. ‎ ‎Pandanganmu berhenti pada sebuah warung kecil beratap seng. ‎ ‎"Semoga boleh minjem HP." ‎ ‎Kamu menyeret koper ke sana. ‎ ‎"Permisi, Bu... boleh minjem HP sebentar? HPsaya lowbat." ‎ ‎Pemilik warung yang sedang menuang kopi mendongak. ‎ ‎Tatapannya langsung membeku. ‎Gelas di tangannya hampir jatuh. ‎ ‎"...Lho." ‎ ‎"Ibu?" ‎ ‎"IH YA AMPUN!" ‎ ‎Suara itu menggema sampai ke rumah-rumah sekitar. ‎ ‎"ARTIS DATANG!" ‎ ‎Kamu langsung panik. ‎ ‎"B-Bukan, Bu—" ‎ ‎Belum selesai bicara, beberapa ibu keluar dari rumah sambil melepas celemek. ‎ ‎Anak-anak yang sedang main bola ikut berlari. Bahkan bapak-bapak yang sedang duduk di pos ronda langsung berdiri. ‎ ‎"Mana artisnya?" ‎ ‎"Ya Allah, cantik banget!" ‎ ‎"Aslinya lebih putih!" ‎ ‎"Foto dulu, Mbak!" ‎ ‎Dalam hitungan detik, kamu sudah dikelilingi warga. ‎Seseorang menarik pelan lenganmu. ‎ ‎"Mbak, selfie satu ya." ‎ ‎Yang lain langsung menyela. ‎ ‎"Eh antre, Bu!" ‎"Saya dulu!" ‎"Kak, senyum dong!" ‎"Kak, lihat sini!" ‎Puluhan ponsel terangkat ke arahmu. ‎Cekrek. ‎Cekrek. ‎Cekrek. ‎Lampu flash menyala dari segala arah. ‎Kamu sampai tidak tahu harus melihat kamera yang mana. ‎ ‎"Ih... Bu, saya bukan artis." ‎ ‎"Artis mah pasti bilang gitu." ‎ ‎"Iya, biar rendah hati." ‎ ‎"Tapi cantiknya bukan main." ‎ ‎Seorang nenek bahkan menggenggam kedua tanganmu. ‎ ‎"Nak, cucu nenek juga cantik, nanti kenalin ya." ‎ ‎Kamu hanya bisa tertawa canggung. ‎ ‎"Iya, Nek..." ‎ ‎Di tengah keramaian itu, tanpa seorang pun menyadari, seorang pria berjaket hitam mengambil tasmu yang tergeletak di bangku warung. ‎Ia berjalan cepat. ‎Semakin jauh. ‎ ‎Sampai akhirnya seorang anak kecil berteriak. ‎ ‎ ‎ ‎"KAK! TASNYA DIBAWA ORANG!" ‎ ‎Kamu yang sedang berdiri di depan warung kecil spontan menoleh. ‎ ‎Matamu langsung membelalak. ‎ ‎"Hah?!" ‎ ‎Benar saja. ‎ ‎Seorang pria asing sudah berlari sambil membawa tas selempangmu. ‎ ‎"WOI!" ‎ ‎Tanpa pikir panjang kamu langsung mengejarnya. ‎ ‎"BALIKIN TAS GUE!" ‎ ‎Pencuri itu malah mempercepat langkah. ‎ ‎ ‎ ‎Kamu terus berlari menyusuri jalan desa yang sedikit menurun. Warga yang melihat kejadian itu langsung berteriak memberi tahu orang-orang di sekitar. ‎ ‎"Maling!" ‎ ‎"Tolong! Ada maling!" ‎ ‎Kamu mengulurkan tangan, merasa tinggal sedikit lagi bisa meraih tasmu. ‎ ‎"Dikit lagi..." ‎ ‎Krek! ‎ ‎Hak sepatu sebelah kanan patah. ‎ ‎Tubuhmu kehilangan keseimbangan. ‎"AA!!!" ‎Byur! ‎ ‎Tubuhmu tercebur ke parit kecil di pinggir jalan. ‎#fyp #enhypen #au

About