@crecimiento_empresarial1: #escueladeempresarios #negocios #crecimientopersonal #emprendimiento #LiderazgoEmpresarial

Código Empresarial
Código Empresarial
Open In TikTok:
Region: PE
Wednesday 29 July 2026 22:15:20 GMT
1226
58
0
5

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @crecimiento_empresarial1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KISAH ABAH GURU SEKUMPUL MEMPERDALAM ILMU TAJWID KEPADA TUAN GURU KH. M. AINI KANDANGAN Bismillah... Pada suatu ketika, atas saran Tuan Guru KH. Ahmad Zaini—orang tua KH. Husein Qodrie—serta KH. Badruddin dan KH. Rosyad Martapura, Abah Guru Sekumpul yang saat itu masih menjadi santri di Pesantren Darussalam diminta untuk memperdalam ilmu tajwid kepada seseorang yang dikenal sebagai pakar dan ahli dalam bidang tersebut. Tuan Guru KH. Muhammad Zaini kemudian diarahkan untuk belajar kepada seorang qari dan hafizh yang memiliki suara merdu dan khas, yaitu Tuan Guru KH. Muhammad Aini di Desa Pandai, Kandangan. Pada hari yang telah ditentukan, berangkatlah Abah Guru Sekumpul dengan menumpang bus dari Martapura menuju Kandangan. Perjalanan pada masa itu cukup melelahkan karena kondisi jalan belum semulus seperti sekarang. Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, akhirnya beliau tiba di Kota Kandangan yang dikenal sebagai “Kota Dodol”, lalu langsung menuju rumah sang guru. Ketika bertemu dengan Tuan Guru KH. Muhammad Aini, Abah Guru Zaini mendapat berbagai pertanyaan mengenai alasan beliau datang jauh-jauh dari Martapura untuk belajar ke Kandangan. Semua pertanyaan tersebut dijawab oleh Abah Guru Zaini dengan baik dan memuaskan. Tuan Guru KH. Muhammad Aini pun akhirnya bersedia mengajari beliau. Untuk mengetahui kemampuan bacaan muridnya, Tuan Guru KH. Muhammad Aini meminta Abah Guru Zaini membacakan Surah Al-Fatihah. Abah Guru Zaini pun membacanya dengan suara beliau yang merdu. Mendengar bacaan tersebut, sang guru tiba-tiba menangis tersedu-sedu. Setelah selesai membaca Al-Fatihah, Abah Guru Zaini bertanya mengapa gurunya menangis. Tuan Guru KH. Muhammad Aini kemudian menjelaskan: “Seumur hidupku, aku belum pernah mendengar bacaan Fatihah sebagus yang ikam (kamu) bacakan tadi.” Subhanallah... Selama kurang lebih satu minggu berada di sana, Abah Guru Zaini juga diajak mendampingi Tuan Guru KH. Muhammad Aini menghadiri beberapa kegiatan keagamaan. Dalam berbagai kesempatan, Abah Guru Zaini sering diminta membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan mengikuti acara maulid di berbagai tempat. Setelah dirasa cukup menimba ilmu kepada gurunya, Abah Guru Zaini memohon pamit dan meminta izin untuk kembali ke Martapura. Sang guru mengizinkan, tetapi saat itu hari sudah sore. Menurut perkiraan, kendaraan menuju Martapura ataupun yang mengarah ke Banjarmasin kemungkinan sudah tidak ada lagi. Namun, Abah Guru Sekumpul meyakinkan gurunya bahwa, insya Allah, kendaraan akan ada. Karena hari telah sore, Tuan Guru KH. Muhammad Aini kemudian mengantar Abah Guru Zaini dari rumah hingga ke tepi jalan raya. Sesampainya di sana, tanpa diduga tiba-tiba sebuah mobil berhenti. Abah Guru Zaini pun berpamitan kepada gurunya, kemudian masuk ke dalam mobil tersebut. Dikisahkan, belum jauh mobil itu berjalan dari tempat sang guru berdiri, kendaraan tersebut tiba-tiba menghilang entah ke mana, seakan-akan tidak meninggalkan bekas. Subhanallah.. Semoga kisah singkat ini semakin menambah kecintaan kita kepada Rasulullah ﷺ, zuriah Rasulullah, para auliya Allah, para ulama, dan orang-orang saleh, khususnya kepada Abah Guru Sekumpul. Diolah dari: Buku 100 Karomah dan Kemuliaan ABAH GURU SEKUMPUL Karangan: KH. M. Anshary El Kariem Sumber:Fb | Kholil syamsul Arifin  #kisahislami #kisahulama #belajarilmutajwid #abahgurusekumpul
KISAH ABAH GURU SEKUMPUL MEMPERDALAM ILMU TAJWID KEPADA TUAN GURU KH. M. AINI KANDANGAN Bismillah... Pada suatu ketika, atas saran Tuan Guru KH. Ahmad Zaini—orang tua KH. Husein Qodrie—serta KH. Badruddin dan KH. Rosyad Martapura, Abah Guru Sekumpul yang saat itu masih menjadi santri di Pesantren Darussalam diminta untuk memperdalam ilmu tajwid kepada seseorang yang dikenal sebagai pakar dan ahli dalam bidang tersebut. Tuan Guru KH. Muhammad Zaini kemudian diarahkan untuk belajar kepada seorang qari dan hafizh yang memiliki suara merdu dan khas, yaitu Tuan Guru KH. Muhammad Aini di Desa Pandai, Kandangan. Pada hari yang telah ditentukan, berangkatlah Abah Guru Sekumpul dengan menumpang bus dari Martapura menuju Kandangan. Perjalanan pada masa itu cukup melelahkan karena kondisi jalan belum semulus seperti sekarang. Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, akhirnya beliau tiba di Kota Kandangan yang dikenal sebagai “Kota Dodol”, lalu langsung menuju rumah sang guru. Ketika bertemu dengan Tuan Guru KH. Muhammad Aini, Abah Guru Zaini mendapat berbagai pertanyaan mengenai alasan beliau datang jauh-jauh dari Martapura untuk belajar ke Kandangan. Semua pertanyaan tersebut dijawab oleh Abah Guru Zaini dengan baik dan memuaskan. Tuan Guru KH. Muhammad Aini pun akhirnya bersedia mengajari beliau. Untuk mengetahui kemampuan bacaan muridnya, Tuan Guru KH. Muhammad Aini meminta Abah Guru Zaini membacakan Surah Al-Fatihah. Abah Guru Zaini pun membacanya dengan suara beliau yang merdu. Mendengar bacaan tersebut, sang guru tiba-tiba menangis tersedu-sedu. Setelah selesai membaca Al-Fatihah, Abah Guru Zaini bertanya mengapa gurunya menangis. Tuan Guru KH. Muhammad Aini kemudian menjelaskan: “Seumur hidupku, aku belum pernah mendengar bacaan Fatihah sebagus yang ikam (kamu) bacakan tadi.” Subhanallah... Selama kurang lebih satu minggu berada di sana, Abah Guru Zaini juga diajak mendampingi Tuan Guru KH. Muhammad Aini menghadiri beberapa kegiatan keagamaan. Dalam berbagai kesempatan, Abah Guru Zaini sering diminta membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan mengikuti acara maulid di berbagai tempat. Setelah dirasa cukup menimba ilmu kepada gurunya, Abah Guru Zaini memohon pamit dan meminta izin untuk kembali ke Martapura. Sang guru mengizinkan, tetapi saat itu hari sudah sore. Menurut perkiraan, kendaraan menuju Martapura ataupun yang mengarah ke Banjarmasin kemungkinan sudah tidak ada lagi. Namun, Abah Guru Sekumpul meyakinkan gurunya bahwa, insya Allah, kendaraan akan ada. Karena hari telah sore, Tuan Guru KH. Muhammad Aini kemudian mengantar Abah Guru Zaini dari rumah hingga ke tepi jalan raya. Sesampainya di sana, tanpa diduga tiba-tiba sebuah mobil berhenti. Abah Guru Zaini pun berpamitan kepada gurunya, kemudian masuk ke dalam mobil tersebut. Dikisahkan, belum jauh mobil itu berjalan dari tempat sang guru berdiri, kendaraan tersebut tiba-tiba menghilang entah ke mana, seakan-akan tidak meninggalkan bekas. Subhanallah.. Semoga kisah singkat ini semakin menambah kecintaan kita kepada Rasulullah ﷺ, zuriah Rasulullah, para auliya Allah, para ulama, dan orang-orang saleh, khususnya kepada Abah Guru Sekumpul. Diolah dari: Buku 100 Karomah dan Kemuliaan ABAH GURU SEKUMPUL Karangan: KH. M. Anshary El Kariem Sumber:Fb | Kholil syamsul Arifin #kisahislami #kisahulama #belajarilmutajwid #abahgurusekumpul

About