@fromfieldtoplate: #Meme #MemeCut

FromFieldToPlate
FromFieldToPlate
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 30 July 2026 02:57:26 GMT
978
54
0
4

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @fromfieldtoplate, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

PAMEKASAN, MADURANET – CEO PT Bawang Mas Grup Khairul Umam atau akrab disapa Haji Her, mengungkap alasannya ikut membeli garam untuk membantu patani meski Tidak tau soal garam. Haji Her mengaku sejak awal tidak memahami secara mendalam mengenai  ilmu garam. Namun, kondisi petani yang menghadapi harga rendah membuat dirinya memilih turun tangan dengan cara membeli garam dalam jumlah besar. “Saya tidak ngerti ilmu garam itu seperti apa. Waktu itu saya nyuruh orang, kamu beli garam, bantu petani saya,” ujar Haji Her. Menurutnya, pembelian garam tersebut mulai dilakukan pada 2023. Saat itu, ia mendapatkan informasi bahwa harga pokok pembelian (HPP) garam berada di kisaran Rp1.600 hingga Rp1.700 per kilogram. Tanpa banyak mempertimbangkan persoalan teknis, Haji Her mengaku hanya memberikan dana kepada orang yang dipercaya untuk melakukan pembelian. “Saya nggak tahu gudangnya di mana, nggak tahu. Pokoknya saya nyuruh beli saja. Waktu itu katanya HPP-nya Rp1.600 atau Rp1.700, ya sudah, beli,” katanya. Situasi berubah pada 2024. Harga garam mengalami penurunan cukup tajam hingga berada di kisaran Rp800 per kilogram. Melihat kondisi tersebut, Haji Her kemudian meminta agar pembelian garam dari petani tidak dilakukan di bawah harga Rp1.000 per kilogram. “Saya bilang kepada yang beli, jangan beli garam di bawah harga Rp1.000. Sudah, beli sebanyak-banyaknya. Minimal harga Rp1 juta,” ujarnya. Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan semata-mata berorientasi pada keuntungan. Menurut Haji Her, petani harus tetap mendapatkan keuntungan dari hasil produksinya. “Jangan sampai petani rugi. Petani itu harus untung,” tegasnya. Meski mengaku tidak memahami secara mendalam mengenai seluk-beluk perdagangan garam, Haji Her menyebut pembelian tersebut dilakukan dengan niat membantu petani yang tengah menghadapi anjloknya harga.#pamekasan #petanigarammadura #hajiher #ptbawangmasgroup #garampamekasan
PAMEKASAN, MADURANET – CEO PT Bawang Mas Grup Khairul Umam atau akrab disapa Haji Her, mengungkap alasannya ikut membeli garam untuk membantu patani meski Tidak tau soal garam. Haji Her mengaku sejak awal tidak memahami secara mendalam mengenai ilmu garam. Namun, kondisi petani yang menghadapi harga rendah membuat dirinya memilih turun tangan dengan cara membeli garam dalam jumlah besar. “Saya tidak ngerti ilmu garam itu seperti apa. Waktu itu saya nyuruh orang, kamu beli garam, bantu petani saya,” ujar Haji Her. Menurutnya, pembelian garam tersebut mulai dilakukan pada 2023. Saat itu, ia mendapatkan informasi bahwa harga pokok pembelian (HPP) garam berada di kisaran Rp1.600 hingga Rp1.700 per kilogram. Tanpa banyak mempertimbangkan persoalan teknis, Haji Her mengaku hanya memberikan dana kepada orang yang dipercaya untuk melakukan pembelian. “Saya nggak tahu gudangnya di mana, nggak tahu. Pokoknya saya nyuruh beli saja. Waktu itu katanya HPP-nya Rp1.600 atau Rp1.700, ya sudah, beli,” katanya. Situasi berubah pada 2024. Harga garam mengalami penurunan cukup tajam hingga berada di kisaran Rp800 per kilogram. Melihat kondisi tersebut, Haji Her kemudian meminta agar pembelian garam dari petani tidak dilakukan di bawah harga Rp1.000 per kilogram. “Saya bilang kepada yang beli, jangan beli garam di bawah harga Rp1.000. Sudah, beli sebanyak-banyaknya. Minimal harga Rp1 juta,” ujarnya. Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan semata-mata berorientasi pada keuntungan. Menurut Haji Her, petani harus tetap mendapatkan keuntungan dari hasil produksinya. “Jangan sampai petani rugi. Petani itu harus untung,” tegasnya. Meski mengaku tidak memahami secara mendalam mengenai seluk-beluk perdagangan garam, Haji Her menyebut pembelian tersebut dilakukan dengan niat membantu petani yang tengah menghadapi anjloknya harga.#pamekasan #petanigarammadura #hajiher #ptbawangmasgroup #garampamekasan

About