@byoanhne: Xịt khóa nền makeup chân ái cho da dầu vào mùa hè nàyyy #xitkhoanen #xitkhoamakeup #xitkhoanenmistine #mistine #byoanhne

ByOanh ne
ByOanh ne
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 30 July 2026 04:09:41 GMT
105
16
10
4

Music

Download

Comments

bong.creator
ꔫ bong ꔫ 🇻🇳 :
Má oi khóa makeup này oki lam nha
2026-07-30 07:40:07
1
chibareview01
chibareview01 :
Vòi xịt mịn
2026-07-30 04:12:07
0
_theonef_
𐙚˚ theonef˚ 𐙚 :
ưng nha
2026-07-30 04:57:27
0
.ngn2912
Ngân :
Tia phun đều
2026-07-30 04:26:23
0
bongshopne025
Bông nè 🎀 :
Chân ái
2026-07-30 06:10:47
0
tham_haa
Ghiền mỳ cayy 🍜 :
Đang dùng ưng lắm nha
2026-07-30 04:24:03
0
myphan7997
My Phan Review ✨ :
Quá chời mê oig
2026-07-30 04:15:24
0
tietien04
~Gạo Đâyy~ :
Mua chau t2 r
2026-07-30 18:35:58
0
tructrucreview
Trúc Trúc 🌷 :
T xịt tầm 4 tiếng lớp nền còn nguyên thật nha
2026-07-30 04:25:12
0
taplamkol025
nhi.beauty 🛍️✨ :
chéo tim ạ
2026-07-30 05:12:13
0
To see more videos from user @byoanhne, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK, MAKI Minta Nusron Wahid Dijemput Paksa Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid setelah dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan pada Oktober 2026. Ketua MAKI Boyamin Saiman meminta KPK tetap konsisten memanggil dan memeriksa Nusron. Ia juga menyarankan penyidik mengantisipasi kepulangan Nusron dari perjalanan dinas di Malaysia untuk menindaklanjuti pemeriksaan tersebut. “Kalau KPK masih ingin menjemput paksa Nusron Wahid, maka silakan menyambutnya atau menyanggongnya di bandara malam nanti atau besok pagi,” kata Boyamin, Senin (19/10/2026). Boyamin mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, perjalanan dinas Nusron ke Malaysia dijadwalkan berakhir pada Senin (19/10/2026). Ia menyebut Nusron berpeluang kembali ke Indonesia melalui Batam atau penerbangan dari Malaysia maupun Singapura. Menurut Boyamin, Nusron sebelumnya tidak memenuhi panggilan KPK pada 7 Oktober 2026 dengan alasan adanya agenda internal kementerian. Sementara itu, pada panggilan kedua yang disebut berlangsung pada 15 Oktober 2026, Nusron kembali tidak hadir karena sedang melakukan perjalanan dinas ke Malaysia. Dua kali ketidakhadiran tersebut mendorong MAKI meminta KPK mengambil langkah lebih tegas agar pemeriksaan terhadap Nusron dapat segera dilakukan. Boyamin menilai langkah tersebut diperlukan untuk mengakhiri polemik mengenai ketidakhadiran menteri tersebut. Reporter: Asahat Edi/PRMN Video: Istimewa #Mangkir #KPK #MAKI #NusronWahid
Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK, MAKI Minta Nusron Wahid Dijemput Paksa Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid setelah dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan pada Oktober 2026. Ketua MAKI Boyamin Saiman meminta KPK tetap konsisten memanggil dan memeriksa Nusron. Ia juga menyarankan penyidik mengantisipasi kepulangan Nusron dari perjalanan dinas di Malaysia untuk menindaklanjuti pemeriksaan tersebut. “Kalau KPK masih ingin menjemput paksa Nusron Wahid, maka silakan menyambutnya atau menyanggongnya di bandara malam nanti atau besok pagi,” kata Boyamin, Senin (19/10/2026). Boyamin mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, perjalanan dinas Nusron ke Malaysia dijadwalkan berakhir pada Senin (19/10/2026). Ia menyebut Nusron berpeluang kembali ke Indonesia melalui Batam atau penerbangan dari Malaysia maupun Singapura. Menurut Boyamin, Nusron sebelumnya tidak memenuhi panggilan KPK pada 7 Oktober 2026 dengan alasan adanya agenda internal kementerian. Sementara itu, pada panggilan kedua yang disebut berlangsung pada 15 Oktober 2026, Nusron kembali tidak hadir karena sedang melakukan perjalanan dinas ke Malaysia. Dua kali ketidakhadiran tersebut mendorong MAKI meminta KPK mengambil langkah lebih tegas agar pemeriksaan terhadap Nusron dapat segera dilakukan. Boyamin menilai langkah tersebut diperlukan untuk mengakhiri polemik mengenai ketidakhadiran menteri tersebut. Reporter: Asahat Edi/PRMN Video: Istimewa #Mangkir #KPK #MAKI #NusronWahid

About