@sosok_ejeh: #POV #Jeonghan Beberapa bulan berlalu. Dan hidup gue akhirnya terasa normal lagi. Aneh ya. Dulu gue pikir kalau Jeonghan pergi, hidup gue bakal kosong. Ternyata nggak. Ada banyak hal yang tetap jalan. Ada Mira yang tiap hari masih gangguin gue. Ada Mingyu yang entah kenapa sekarang jadi bagian dari rutinitas gue. Awalnya cuma sering ketemu karena satu gedung. Terus jadi sering makan bareng. Terus jadi orang yang selalu nanya gue udah makan atau belum. Dan tanpa gue sadar...Dia jadi orang yang bikin semuanya terasa lebih gampang. Hari itu gue baru keluar dari apartemen. Mingyu udah nunggu di bawah. "Lu lama." Gue lihat jam. "Baru lima menit." "Ya lima menit itu lama." Gue ketawa kecil. "Lebay." "Lu baru sadar?" Gue geleng. Dan mungkin dari luar semuanya kelihatan biasa. Sampai...Gue lihat seseorang berdiri nggak jauh dari sana. Langkah gue langsung berhenti. Jeonghan. Dia berdiri di depan gedung. Lama. Kayak udah nunggu dari tadi. Ekspresinya beda. Bukan Jeonghan yang dulu. Bukan Jeonghan yang suka bercanda. Bukan Jeonghan yang selalu sok santai. Sekarang dia kelihatan capek. Dan marah. Mingyu langsung sadar. "Y/N." Gue nggak jawab. Jeonghan jalan mendekat. "Lu bahagia?" Suaranya pelan. Tapi bikin gue diam. "Lu..." "Jawab gue." Gue tarik napas. "Jeonghan, jangan mulai." Dia ketawa kecil. Tapi nggak ada lucunya. "Jangan mulai?" Dia lihat Mingyu. "Lu sekarang sama dia?" Gue diam. Dan diam gue kayak jawaban buat dia. Ekspresinya langsung berubah. "Serius?" "Setelah semua yang kita lewatin?" "Lu bisa langsung ganti gue?" Gue langsung mengernyit. "Lu ga ngerti." "Ga ngerti?" Suaranya naik. "Terus apa?" "Gue kehilangan semuanya gara-gara satu kesalahan." "Gue udah minta maaf." "Gue udah nyari lu." "Tapi lu malah..." Dia lihat Mingyu. "Lu malah milih dia." Gue mulai nggak nyaman. "Jeonghan, cukup." Tapi dia nggak berhenti. "Lu tahu nggak berapa lama gue mikirin lu?" "Berapa kali gue nunggu lu balas chat?" "Berapa kali gue datang ke tempat lu?" "Gue cuma minta satu kesempatan." Gue lihat dia. "Jeonghan" Suara gue mulai kecil. "Kita udah selesai." Kalimat itu bikin dia diam. Beberapa detik. Terus dia ketawa pelan. "Selesai?" "..." "Lu gampang banget ngomong itu." Gue mundur sedikit. "Karena gue udah capek." Dan mungkin itu kalimat yang paling bikin dia hancur. Karena selama ini...Jeonghan selalu yakin gue bakal tetap ada. Selalu yakin gue bakal balik. Tapi sekarang...Gue nggak. "Lu berubah." Dia ngomong pelan. "Gue berubah karena gue harus." Jeonghan ngedeket. "Jangan pergi dari gue." Gue langsung diam. "..." "Please" Suaranya mulai bergetar. "Gue nggak bisa." "Lu nggak ngerti." "Gue udah kehilangan lu sekali." "Gue nggak bakal biarin itu kejadian lagi." Gue mulai takut. Bukan karena dia ngomong keras. Tapi karena cara dia lihat gue. Kayak dia udah nggak dengar apa pun selain pikirannya sendiri. "Jeonghan, lepasin." Baru gue sadar...Tangannya udah pegang pergelangan tangan gue. Nggak keras. Tapi cukup bikin gue panik. "Lu ikut gue." "Ga mau." "Y/N." "Nggak." Untuk pertama kalinya gue benar-benar takut sama dia. "Lu sakit ya?" Kalimat itu keluar begitu aja. Dan ekspresinya berubah. Seolah kata-kata gue kena banget. "Gue cuma cinta sama lu." "Tapi cara lu cinta gue bikin gue takut." "Y/N." Suara Mingyu terdengar. Jeonghan langsung nengok. "Jangan ikut campur." Mingyu jalan ngdeket. "Cara lu ngomong ga gentle." Jeonghan ketawa kecil. "Lu pikir lu siapa?" "Orang yang sekarang ada di samping dia." Jawaban Mingyu tenang. Dan itu malah bikin Jeonghan makin emosi. "Lu datang pas semuanya udah selesai." "Lu nggak tahu apa-apa tentang gue sama dia." Mingyu lihat dia. "Iya." "Gue nggak tahu semuanya." "Tapi gue tahu satu hal." "Dia takut sama lu sekarang." Kalimat itu bikin Jeonghan diam. Karena itu benar. Dan mungkin itu yang paling sakit. Beberapa detik kemudian semuanya berubah cepat. Jeonghan yang udah kehilangan kontrol maju. Mingyu langsung narik gue ke belakangnya. "Y/N, mundur." Tapi Jeonghan nggak dengar. Emosinya udah menang. Sampai akhirnya...Ada benda kecil yang keluar dari tangannya. Seketika suasana berubah. [💬] #seventeen #FYP #xyzbca

sosok_ejeh
sosok_ejeh
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 30 July 2026 13:00:56 GMT
1764
467
10
17

Music

Download

Comments

sosok_ejeh
sosok_ejeh :
Lanjutan: Mingyu refleks menghindar. Tapi tetap terlambat. Tangannya kena. Gue langsung panik. "Mingyu!" Suara orang-orang mulai terdengar. Nggak lama kemudian petugas keamanan datang. Dan beberapa menit setelah itu...Polisi tiba. Jeonghan akhirnya ditahan. Tapi bahkan saat dibawa pergi...Dia masih lihat ke arah gue. "Y/N!" "Gue tahu lu masih sayang sama gue!" "Gue tahu!" "Dia nggak bakal pernah ngerti lu kayak gue!" Gue cuma diam. "Lu bakal nyesel!" "Lu bakal sadar kalau cuma gue yang bisa bikin lu bahagia!" Tapi kali ini...Gue nggak nangis. Gue cuma lihat dia pergi. Karena akhirnya gue sadar...Kadang orang yang paling takut kehilangan kita...Adalah orang yang akhirnya kehilangan kita karena caranya sendiri. Beberapa tahun kemudian...Hidup gue benar-benar berubah. Mira bahagia dengan orang baru yang jauh lebih baik buat dia. Dan gue...Gue menikah sama Mingyu. Bukan karena dia datang menyelamatkan gue. Tapi karena dari awal...Dia nggak pernah coba miliki gue. Dia cuma milih untuk tetap ada. Dan mungkin itu yang selama ini gue cari. Seseorang yang nggak bikin gue bertanya-tanya apakah gue cukup. Seseorang yang nggak bikin gue merasa harus berbagi tempat. Seseorang yang milih gue. Setiap hari. TAMAT🤍
2026-07-30 13:02:32
13
qz_sy
明浩 :
2026-07-30 13:18:18
0
rameenkyou
𝗮𝗯𝗶𝗶𝗹 🌻 :
gilaaaa jatuhnya obsess huhu, tp akhirnya happy endd 🥺🥺
2026-07-30 14:57:41
0
lollycill
yncill🎀 :
kak lanjutannya blm ada🙏😭
2026-07-30 14:56:04
0
spajaci
fiaa⋆.ೃ࿔*:・ :
akhirnya tamatin lagi 1 cerita dari km, thankss for u hard work kak 🥰 tulisan km bagus, rapih, enak dibaca, aku tunggu cerita2 dan karya au mu yg lain yaa! 🫰🏻
2026-07-30 15:16:16
0
twicelobeu
ilno :
🥰🥰🥰
2026-07-30 13:21:49
0
To see more videos from user @sosok_ejeh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About