@tempest6666666666: Udara di ruangan terasa lebih dingin. Ramiris menggigil kecil. {Itu menyeramkan...} Mirror Rimuru melanjutkan. {White Numbers bukan pasukan biasa.} {Mereka bukan monster.} {Mereka bukan roh.} {Mereka adalah orang-orang yang pernah hidup... lalu ditulis ulang.} Ciel langsung menandai kalimat itu. 《Ditulis ulang?》 {Information Core mereka diubah.} Rimuru membeku. Sebagai seseorang yang memahami betapa pentingnya Information Core, ia langsung menyadari arti ucapan itu. {Itu berarti... jiwa mereka masih ada?} Mirror Rimuru tidak langsung menjawab. {Fragmennya.} Hanya satu kata. Namun cukup membuat suasana menjadi jauh lebih berat. Di langit, mata putih itu perlahan bergerak. Bukan mendekat. Melainkan... menoleh ke arah timur. 《Master!》 Suara Ciel terdengar cepat. 《Retakan ruang baru terdeteksi di wilayah timur Tempest!》 {Apa?!} Benimaru langsung berdiri. {Jarak?} 《Sekitar 42 kilometer dari ibu kota.》 Guy menyipitkan mata. {Dia mengalihkan perhatian kita?} Mirror Rimuru langsung menggeleng. {Tidak.} Ekspresinya berubah pucat. {Itu bukan pengalihan.} Rimuru menatapnya tajam. {Kau tahu apa itu?} Mirror Rimuru mengepalkan tangan. Beberapa detik ia tampak ragu. Lalu akhirnya, dengan suara pelan ia berkata— {Kontak pertama.} BOOOOM!!! Tanah bergetar hebat. Cahaya putih meledak di kejauhan. Peta sihir di tengah ruangan langsung berubah. Satu titik putih muncul. Kemudian— titik kedua. Ketiga. Keempat. Semuanya bergerak menuju Tempest. Ciel berbicara cepat. 《Empat keberadaan terdeteksi.》 《Tekanan energi sangat tinggi.》 《Setiap individu diperkirakan berada pada level True Dragon.》 Ramiris menjerit. {EMPAT SEKALIGUS?!} Milim malah tersenyum tegang. {Baru mulai menarik.} Namun Mirror Rimuru tidak tersenyum. Sama sekali. Ia menatap titik-titik putih itu dengan tatapan yang dipenuhi ketakutan dan penyesalan. Lalu berbisik pelan— {Tidak mungkin...} {Kenapa mereka datang secepat ini...?} Rimuru mendekat. {Siapa mereka?} Mirror Rimuru menutup mata sejenak. Kemudian membukanya kembali dengan tatapan yang sangat berat. {Kalau aku benar...} {Salah satu dari mereka adalah...} Ia berhenti. Seolah bahkan mengucapkan namanya terasa menyakitkan. Di luar, langit timur kembali retak. Dan dari dalam cahaya putih... terdengar suara seorang gadis. Lembut. Ceria. Sangat familiar. {Rimuru...?} Seluruh tubuh Rimuru membeku. Karena ia mengenali suara itu. Milim.