@gwopanyaa: Tahapan Pembuatan Bubuk Matcha (Dari Kebun ke Bubuk) Naungan (Shading / Kabuse): Sekitar 2–4 minggu sebelum dipanen, tanaman teh (Camellia sinensis) ditutupi kain atau jaring hitam untuk menghalangi paparan sinar matahari langsung. Tujuan: Meningkatkan kadar klorofil (membuat warna hijau cerah) dan L-theanine (memberikan rasa umami dan mengurangi rasa pahit). Pemetikan (Harvesting): Pucuk daun paling muda dan halus dipetik secara manual untuk memastikan kualitas rasa terbaik. Pengukusan (Steaming): Dalam beberapa jam setelah dipetik, daun dikukus singkat untuk menghentikan oksidasi alami. Ini menjaga warna hijau alami serta nutrisinya. Pengeringan & Pemisahan (Tencha): Daun dikeringkan tanpa digulung. Batang, tangkai, dan urat daun dipisahkan hingga tersisa helai daun murni saja. Hasil potongan daun murni ini disebut Tencha. Penggilingan (Grinding): Tencha digiling secara perlahan menggunakan batu granit tradisional (stone mill) hingga menjadi bubuk yang sangat halus selembut bedak. Penggilingan dilakukan perlahan agar batu tidak memanas dan merusak cita rasa serta kualitas warna matcha.