@eveiris_:

eveiris_
eveiris_
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 30 July 2026 18:03:19 GMT
1962
250
10
2

Music

Download

Comments

zorroelectric
Zorroelectric :
Sending 💕🫶
2026-08-03 17:13:56
0
user1101528700634
Mariusz Lewandowski :
bardzo urocza
2026-07-31 16:19:03
0
zeldrisdu
zeldris :
so beautiful
2026-07-30 18:05:30
0
jelly.peak
Jelly :
2026-07-30 21:51:06
0
famofejo4
FAMOFEJO :
🥰🥰🥰
2026-07-30 18:09:55
0
nawfelboughdiri65
nawfelboughdiri65 :
🥰🥰🥰
2026-07-31 13:35:56
0
To see more videos from user @eveiris_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meningkat di Kota Samarinda seiring memasuki periode musim kemarau. Minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir membuat sejumlah kawasan dengan lahan terbuka dan vegetasi kering menjadi lebih rentan terbakar. Kondisi tersebut mendorong Polresta Samarinda bersama sejumlah instansi terkait menggelar apel kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI-Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, Basarnas, BPBD, Brimob serta sejumlah instansi lainnya. Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar mengatakan kesiapsiagaan diperlukan karena Samarinda mulai memasuki periode yang rawan terjadi kebakaran. Berdasarkan prediksi cuaca, musim kemarau berlangsung mulai Juli hingga September, dengan potensi kondisi lebih kering apabila fenomena El Nino terjadi. “Beberapa waktu terakhir ini hampir tidak ada hujan. BMKG juga menyatakan kita mulai memasuki musim kemarau dari Juli hingga September dan ada kemungkinan El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah,” katanya. Menurutnya, ancaman kebakaran tidak hanya berada di kawasan hutan. Sejumlah wilayah di Samarinda masih memiliki lahan terbuka milik masyarakat maupun kawasan yang didominasi vegetasi. Beberapa daerah yang menjadi perhatian antara lain Kecamatan Palaran, Samarinda Ulu, Samarinda Utara, Sungai Pinang dan sejumlah wilayah Kecamatan Sambutan. Dalam periode Juli hingga 11 Agustus 2026, sedikitnya 15 kejadian kebakaran lahan tercatat di wilayah Samarinda. Hendri menyebut kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan karena dalam beberapa hari terakhir kebakaran lahan hampir terjadi setiap hari. “Kita sudah hampir terjadi sekitar 15 kebakaran lahan. Ini cukup memprihatinkan dan menjadi kekhawatiran bagi kita semua,” ujarnya. Selengkapnya baca di website kaltimetam
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meningkat di Kota Samarinda seiring memasuki periode musim kemarau. Minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir membuat sejumlah kawasan dengan lahan terbuka dan vegetasi kering menjadi lebih rentan terbakar. Kondisi tersebut mendorong Polresta Samarinda bersama sejumlah instansi terkait menggelar apel kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI-Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, Basarnas, BPBD, Brimob serta sejumlah instansi lainnya. Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar mengatakan kesiapsiagaan diperlukan karena Samarinda mulai memasuki periode yang rawan terjadi kebakaran. Berdasarkan prediksi cuaca, musim kemarau berlangsung mulai Juli hingga September, dengan potensi kondisi lebih kering apabila fenomena El Nino terjadi. “Beberapa waktu terakhir ini hampir tidak ada hujan. BMKG juga menyatakan kita mulai memasuki musim kemarau dari Juli hingga September dan ada kemungkinan El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah,” katanya. Menurutnya, ancaman kebakaran tidak hanya berada di kawasan hutan. Sejumlah wilayah di Samarinda masih memiliki lahan terbuka milik masyarakat maupun kawasan yang didominasi vegetasi. Beberapa daerah yang menjadi perhatian antara lain Kecamatan Palaran, Samarinda Ulu, Samarinda Utara, Sungai Pinang dan sejumlah wilayah Kecamatan Sambutan. Dalam periode Juli hingga 11 Agustus 2026, sedikitnya 15 kejadian kebakaran lahan tercatat di wilayah Samarinda. Hendri menyebut kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan karena dalam beberapa hari terakhir kebakaran lahan hampir terjadi setiap hari. “Kita sudah hampir terjadi sekitar 15 kebakaran lahan. Ini cukup memprihatinkan dan menjadi kekhawatiran bagi kita semua,” ujarnya. Selengkapnya baca di website kaltimetam

About