@ai_unv:

♥ ضياء داخل ♥
♥ ضياء داخل ♥
Open In TikTok:
Region: IQ
Thursday 30 July 2026 21:17:33 GMT
3975
1794
4
108

Music

Download

Comments

To see more videos from user @ai_unv, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ketika Perang Teluk pertama mendekati akhirnya pada Februari 1991, pasukan Irak yang mundur dari Kuwait secara sistematis menghancurkan sumur-sumur minyak, tangki penyimpanan, kilang, dan berbagai fasilitas perminyakan Kuwait sebagai bagian dari kebijakan bumi hangus. Antara 605 hingga 732 sumur minyak dibakar atau diledakkan, dan begitu api menyala di ratusan titik sekaligus langit Kuwait berubah hitam pekat di siang hari bolong. Seorang diplomat Amerika yang mendarat di Kuwait City pada Maret 1991 melaporkan bahwa meskipun matahari bersinar terang di atas awan asap, di dalam kota suasananya seperti senja, dan suhu udara di bawah awan asap itu 40 derajat lebih dingin dibanding kota-kota di sekitarnya. Kobaran api membakar 4 hingga 6 juta barel minyak mentah setiap harinya, sementara minyak yang meluap ke cekungan-cekungan di padang pasir membentuk danau minyak yang mengeras menjadi lapisan seperti ter (cairan kental dan pekat) di atas hampir 5 persen wilayah Kuwait. Upaya pemadaman tidak bisa dimulai segera karena ladang-ladang minyak itu dipenuhi ranjau darat yang harus dibereskan terlebih dahulu sebelum pemadam mendekat. Baru pada 15 Maret 1991 tim pemadam internasional mulai berdatangan, terdiri dari perusahaan-perusahaan spesialis dari 35 negara termasuk Prancis, Inggris, China, Iran, Hungaria, bahkan Uni Soviet. Mereka menggunakan berbagai metode mulai dari semprotan air laut yang dipompa langsung dari Teluk Persia, dinamit yang diledakkan untuk memutus pasokan oksigen ke nyala api, hingga truk pemadam khusus bertenaga jet. Tim Kanada bernama Safety Boss menjadi yang paling produktif dengan memadamkan 126 sumur dalam 5 bulan, sementara tim Kuwait sendiri yang dijuluki Kuwait Wild Well Killers mengejutkan semua orang dengan memadamkan 1 sumur dalam waktu rekor 12 menit. Kuwait dan sekutunya awalnya memperkirakan proses pemadaman akan memakan waktu 2 hingga 5 tahun, namun sumur terakhir berhasil ditutup pada 6 November 1991, hanya sekitar 7 bulan setelah operasi pemadaman dimulai, meninggalkan lebih dari 20 juta barel minyak yang telah mencemari daratan Kuwait dan ratusan kilometer persegi padang pasir yang tertutup lapisan ter hitam. #sejarah #fyp #kisahnyata #war #perang
Ketika Perang Teluk pertama mendekati akhirnya pada Februari 1991, pasukan Irak yang mundur dari Kuwait secara sistematis menghancurkan sumur-sumur minyak, tangki penyimpanan, kilang, dan berbagai fasilitas perminyakan Kuwait sebagai bagian dari kebijakan bumi hangus. Antara 605 hingga 732 sumur minyak dibakar atau diledakkan, dan begitu api menyala di ratusan titik sekaligus langit Kuwait berubah hitam pekat di siang hari bolong. Seorang diplomat Amerika yang mendarat di Kuwait City pada Maret 1991 melaporkan bahwa meskipun matahari bersinar terang di atas awan asap, di dalam kota suasananya seperti senja, dan suhu udara di bawah awan asap itu 40 derajat lebih dingin dibanding kota-kota di sekitarnya. Kobaran api membakar 4 hingga 6 juta barel minyak mentah setiap harinya, sementara minyak yang meluap ke cekungan-cekungan di padang pasir membentuk danau minyak yang mengeras menjadi lapisan seperti ter (cairan kental dan pekat) di atas hampir 5 persen wilayah Kuwait. Upaya pemadaman tidak bisa dimulai segera karena ladang-ladang minyak itu dipenuhi ranjau darat yang harus dibereskan terlebih dahulu sebelum pemadam mendekat. Baru pada 15 Maret 1991 tim pemadam internasional mulai berdatangan, terdiri dari perusahaan-perusahaan spesialis dari 35 negara termasuk Prancis, Inggris, China, Iran, Hungaria, bahkan Uni Soviet. Mereka menggunakan berbagai metode mulai dari semprotan air laut yang dipompa langsung dari Teluk Persia, dinamit yang diledakkan untuk memutus pasokan oksigen ke nyala api, hingga truk pemadam khusus bertenaga jet. Tim Kanada bernama Safety Boss menjadi yang paling produktif dengan memadamkan 126 sumur dalam 5 bulan, sementara tim Kuwait sendiri yang dijuluki Kuwait Wild Well Killers mengejutkan semua orang dengan memadamkan 1 sumur dalam waktu rekor 12 menit. Kuwait dan sekutunya awalnya memperkirakan proses pemadaman akan memakan waktu 2 hingga 5 tahun, namun sumur terakhir berhasil ditutup pada 6 November 1991, hanya sekitar 7 bulan setelah operasi pemadaman dimulai, meninggalkan lebih dari 20 juta barel minyak yang telah mencemari daratan Kuwait dan ratusan kilometer persegi padang pasir yang tertutup lapisan ter hitam. #sejarah #fyp #kisahnyata #war #perang

About