@turgunboy.azambek:

АБДУЛЛОХ АНДИЖАНИСКИЙ
АБДУЛЛОХ АНДИЖАНИСКИЙ
Open In TikTok:
Region: UZ
Friday 31 July 2026 14:16:36 GMT
4132
123
14
17

Music

Download

Comments

sirojiddin.xasano5
Sirojiddin Xasanov :
qayerga bu
2026-07-31 16:45:28
0
zafar.sultonov1
Zafar Sultonov :
Qaydekan manzili
2026-07-31 16:32:55
0
qudratxayitov
qudratxayitov :
Mani bobom ot mingan 🥰😎
2026-07-31 16:48:28
0
gold5572
. 077 :
йолгон екану😁тел килипан
2026-07-31 18:22:32
0
user818393276666
Адил Турмаханов :
Кайерда бу
2026-07-31 15:28:45
0
user3599812290239
Баха :
пул йукда
2026-07-31 17:16:02
1
indiyamen6
BÖLLA :
musur moshinalar😆
2026-07-31 16:56:37
0
ogabek.jomurodov
BEK 70 :
yoqilgʻi yuq avtomashinalaga shuni uchun arzoniga bulsa ham sotyabdi
2026-07-31 16:54:03
0
rustam.primbetov2
еRustam Primbetov :
кубок ебди
2026-07-31 17:27:26
0
user818393276666
Адил Турмаханов :
😳
2026-07-31 15:29:00
1
pro20721
PRO 0077 :
😂😂😂
2026-07-31 17:17:21
0
bahti.ergashev2
Қрол шер 🦁Qrol sher :
🥰🥰🥰
2026-07-31 15:47:17
0
oybek.shavkatiy8585
$OYBEK$ :
👍👍👍
2026-07-31 17:13:36
0
To see more videos from user @turgunboy.azambek, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Fenomena El Nino tahun ini telah memasuki fase intensitas kuat dan diprediksi terus meningkat hingga mencapai puncaknya. Peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah secara agresif memicu penurunan curah hujan drastis di wilayah Asia-Oseania. Kondisi ini bertepatan langsung dengan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan bahwa sekitar 48,84% wilayah daratan Indonesia akan memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus ini.  ​Dampak utama yang paling diantisipasi pada bulan Agustus ini adalah kekeringan ekstrem yang bersifat homogen dan meluas. Kurangnya curah hujan di bawah batas normal menyebabkan krisis ketersediaan air bersih di berbagai daerah, mempercepat penurunan debit air waduk, dan mengancam sektor pertanian akibat kegagalan irigasi. Selain itu, akumulasi hari tanpa hujan (HTH) yang panjang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara signifikan, terutama pada area lahan gambut dan semak belukar yang mengering. ​Wilayah yang diprediksi akan menerima dampak paling parah akibat El Nino kuat ini meliputi sebagian besar wilayah selatan dan tengah Indonesia. Wilayah padat penduduk dan lumbung pangan seperti seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi zona merah yang paling rawan kekeringan parah. Tekanan kering ini juga diproyeksikan meluas ke sebagian besar wilayah Sumatra, Kalimantan bagian selatan, serta Sulawesi bagian selatan dan tenggara.  ​Sebaliknya, hanya sebagian kecil wilayah Indonesia yang diprediksi tetap memiliki kondisi cenderung basah atau mengalami anomali cuaca yang berbeda. Wilayah-wilayah seperti Sumatra bagian utara, sebagian Kalimantan bagian utara, dan sebagian kecil Sulawesi bagian utara diperkirakan luput dari dampak kekeringan ekstrem El Nino tahun ini. Kendati demikian, langkah mitigasi nasional seperti modifikasi cuaca dan penghematan cadangan air tetap digencarkan demi mengamankan pasokan pangan serta mencegah bencana hidrometeorologi kering yang lebih masif hingga Oktober nanti.   #waspada #elnino #sumatera #kalimantan #cuaca
Fenomena El Nino tahun ini telah memasuki fase intensitas kuat dan diprediksi terus meningkat hingga mencapai puncaknya. Peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah secara agresif memicu penurunan curah hujan drastis di wilayah Asia-Oseania. Kondisi ini bertepatan langsung dengan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan bahwa sekitar 48,84% wilayah daratan Indonesia akan memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus ini. ​Dampak utama yang paling diantisipasi pada bulan Agustus ini adalah kekeringan ekstrem yang bersifat homogen dan meluas. Kurangnya curah hujan di bawah batas normal menyebabkan krisis ketersediaan air bersih di berbagai daerah, mempercepat penurunan debit air waduk, dan mengancam sektor pertanian akibat kegagalan irigasi. Selain itu, akumulasi hari tanpa hujan (HTH) yang panjang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara signifikan, terutama pada area lahan gambut dan semak belukar yang mengering. ​Wilayah yang diprediksi akan menerima dampak paling parah akibat El Nino kuat ini meliputi sebagian besar wilayah selatan dan tengah Indonesia. Wilayah padat penduduk dan lumbung pangan seperti seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi zona merah yang paling rawan kekeringan parah. Tekanan kering ini juga diproyeksikan meluas ke sebagian besar wilayah Sumatra, Kalimantan bagian selatan, serta Sulawesi bagian selatan dan tenggara. ​Sebaliknya, hanya sebagian kecil wilayah Indonesia yang diprediksi tetap memiliki kondisi cenderung basah atau mengalami anomali cuaca yang berbeda. Wilayah-wilayah seperti Sumatra bagian utara, sebagian Kalimantan bagian utara, dan sebagian kecil Sulawesi bagian utara diperkirakan luput dari dampak kekeringan ekstrem El Nino tahun ini. Kendati demikian, langkah mitigasi nasional seperti modifikasi cuaca dan penghematan cadangan air tetap digencarkan demi mengamankan pasokan pangan serta mencegah bencana hidrometeorologi kering yang lebih masif hingga Oktober nanti.  #waspada #elnino #sumatera #kalimantan #cuaca

About