@nenaesperanca: ‧₊˚ꪆ୧ ₊ minha faculdade de medicina começa segunda e meu quarto está uma zona. 🌸ミ Acho que é assim que começa toda grande virada né. Com a cama por fazer, as coisas espalhadas e aquela mistura de ansiedade com animação que não deixa você parar quieta. Decidi que antes de começar essa nova fase eu precisava colocar o meu espaço e a minha cabeça em ordem. Quarto arrumado, banho quente, skincare com calma. Pequenos rituais que dizem pra mim mesma que eu estou pronta. 🩷 Salva esse post pra lembrar desse momento comigo 🔖 e me conta nos comentários se você também está começando algo novo essa semana 👇ミ #medicina #estudantedemedicina #rotinafeminina #girlygirly #rotinareal

౨ৎ nena
౨ৎ nena
Open In TikTok:
Region: BR
Friday 31 July 2026 19:52:08 GMT
9708
1337
26
9

Music

Download

Comments

maluftc
𝐌𝐀𝐑𝐈𝐀 𝐋𝐔𝐈𝐙𝐀 :
Amg, qual a faculdade?
2026-08-01 02:17:48
2
maya.takiya
Maya takiya✨ :
qual faculdade vc faz?
2026-07-31 20:01:30
1
marques.antonio02
Marques :
acabei de arrumar meu quarto e minha bolsa
2026-08-02 22:31:26
1
livrosdabruxinha
livros da bruxinha :
eu fiz isso na semana passada e agora estou separando as roupas que vou usar para ter mais tempo na semana 💜✨
2026-08-02 08:40:13
0
anninha._17
Gaby :
Amei esse vídeo Nena❣️❣️Super apoio mais vídeos assim🥰
2026-08-02 03:27:24
0
mariabsolon
mari :
sua penteadeira de madeira que linda!!
2026-08-01 20:44:20
1
dudafran_
Eduarda Franco :
Mds q penteadeira perfeita de madeiraaaa
2026-08-03 23:47:32
0
catherine.rsol
cath :
amiga,q matcha é esse??
2026-07-31 20:22:11
0
anayaralim
Ya Lima :
Estamos na mesma, diva, são 23hrs e eu não tô nem na metade kkk
2026-08-01 01:46:22
0
tokito_427
τσкเτσ :
cedoo
2026-07-31 19:57:50
1
sharaoliveiraoficial
Shara Oliveira :
🥰🥰🥰
2026-08-05 03:47:11
0
To see more videos from user @nenaesperanca, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada lagu yang terasa sederhana ketika pertama kali didengar, tetapi justru karena kesederhanaannya mampu bertahan melewati zaman. “Nothing’s Gonna Change My Love for You” milik George Benson adalah salah satunya. Dengan melodi lembut, aransemen pop-soul yang hangat, serta vokal Benson yang khas, lagu ini menghadirkan pernyataan cinta yang terdengar tulus tanpa terasa berlebihan. Lagu ini ditulis oleh Michael Masser dan Gerry Goffin dan direkam George Benson untuk album 20/20. Versi Benson dirilis pada 1985 melalui Warner Bros. Records. Menariknya, meski kini sangat identik dengan lagu cinta klasik, karya tersebut bukan ditulis khusus oleh Benson. Benson justru memberikan karakter tersendiri melalui interpretasi vokal dan permainan gitarnya. Kredit rekaman juga memperlihatkan keterlibatan sejumlah musisi ternama, termasuk Nathan East pada bass, Dann Huff dan Paul Jackson Jr. pada gitar, serta Richard Marx sebagai salah satu backing vocalist. Kekuatan utama lagu ini terletak pada pesannya yang universal: cinta yang tetap bertahan meski kehidupan berubah. Liriknya berbicara tentang kesetiaan, penerimaan, dan keyakinan bahwa seseorang tidak perlu berubah demi dicintai. Tema seperti ini membuat lagu tersebut mudah diterima lintas generasi dan tetap relevan ketika diputar dalam suasana romantis, termasuk pernikahan. Ada fakta menarik di balik perjalanan lagu ini. Versi George Benson pada awalnya tidak menjadi hit global sebesar yang dikenal sekarang. Popularitasnya justru melonjak setelah penyanyi Hawaii, Glenn Medeiros, merekam ulang lagu tersebut pada 1987. Versi Medeiros kemudian menjadi hit internasional dan membawa komposisi Masser-Goffin ke audiens yang jauh lebih luas. Lagu itu juga kemudian dinyanyikan ulang oleh berbagai artis, termasuk Westlife pada 2006. Namun, mendengarkan kembali versi George Benson memberikan pengalaman yang berbeda. Benson tidak menyanyikannya seperti sebuah power ballad yang penuh ledakan emosi. Ia memilih pendekatan yang lebih halus dan elegan. Latar belakangnya sebagai gitaris jazz dan soul terasa dalam cara ia mengatur frase vokal serta memberikan ruang bagi instrumen untuk bernapas. Hasilnya adalah sebuah lagu cinta yang terdengar intim, dewasa, dan sophisticated. Salah satu hal yang membuat versi Benson istimewa adalah perpaduan antara romantisme pop dengan sentuhan jazz dan R&B. AllMusic mengategorikan rekaman ini dalam spektrum jazz, R&B, contemporary jazz, jazz-pop, dan smooth jazz, yang menjelaskan mengapa lagu tersebut memiliki daya tarik lebih luas daripada sekadar balada romantis biasa. Hampir empat dekade setelah pertama kali diperkenalkan, “Nothing’s Gonna Change My Love for You” tetap memiliki tempat tersendiri dalam musik populer. Lagu ini membuktikan bahwa sebuah karya tidak selalu harus mengikuti tren untuk menjadi abadi. Kadang-kadang, sebuah melodi yang indah, lirik tentang cinta yang tulus, dan penyanyi yang mampu menyampaikannya dengan penuh perasaan sudah cukup untuk membuat sebuah lagu terus dikenang. #journeyalist #lagulawas #oldsong #memories #nostalgia
Ada lagu yang terasa sederhana ketika pertama kali didengar, tetapi justru karena kesederhanaannya mampu bertahan melewati zaman. “Nothing’s Gonna Change My Love for You” milik George Benson adalah salah satunya. Dengan melodi lembut, aransemen pop-soul yang hangat, serta vokal Benson yang khas, lagu ini menghadirkan pernyataan cinta yang terdengar tulus tanpa terasa berlebihan. Lagu ini ditulis oleh Michael Masser dan Gerry Goffin dan direkam George Benson untuk album 20/20. Versi Benson dirilis pada 1985 melalui Warner Bros. Records. Menariknya, meski kini sangat identik dengan lagu cinta klasik, karya tersebut bukan ditulis khusus oleh Benson. Benson justru memberikan karakter tersendiri melalui interpretasi vokal dan permainan gitarnya. Kredit rekaman juga memperlihatkan keterlibatan sejumlah musisi ternama, termasuk Nathan East pada bass, Dann Huff dan Paul Jackson Jr. pada gitar, serta Richard Marx sebagai salah satu backing vocalist. Kekuatan utama lagu ini terletak pada pesannya yang universal: cinta yang tetap bertahan meski kehidupan berubah. Liriknya berbicara tentang kesetiaan, penerimaan, dan keyakinan bahwa seseorang tidak perlu berubah demi dicintai. Tema seperti ini membuat lagu tersebut mudah diterima lintas generasi dan tetap relevan ketika diputar dalam suasana romantis, termasuk pernikahan. Ada fakta menarik di balik perjalanan lagu ini. Versi George Benson pada awalnya tidak menjadi hit global sebesar yang dikenal sekarang. Popularitasnya justru melonjak setelah penyanyi Hawaii, Glenn Medeiros, merekam ulang lagu tersebut pada 1987. Versi Medeiros kemudian menjadi hit internasional dan membawa komposisi Masser-Goffin ke audiens yang jauh lebih luas. Lagu itu juga kemudian dinyanyikan ulang oleh berbagai artis, termasuk Westlife pada 2006. Namun, mendengarkan kembali versi George Benson memberikan pengalaman yang berbeda. Benson tidak menyanyikannya seperti sebuah power ballad yang penuh ledakan emosi. Ia memilih pendekatan yang lebih halus dan elegan. Latar belakangnya sebagai gitaris jazz dan soul terasa dalam cara ia mengatur frase vokal serta memberikan ruang bagi instrumen untuk bernapas. Hasilnya adalah sebuah lagu cinta yang terdengar intim, dewasa, dan sophisticated. Salah satu hal yang membuat versi Benson istimewa adalah perpaduan antara romantisme pop dengan sentuhan jazz dan R&B. AllMusic mengategorikan rekaman ini dalam spektrum jazz, R&B, contemporary jazz, jazz-pop, dan smooth jazz, yang menjelaskan mengapa lagu tersebut memiliki daya tarik lebih luas daripada sekadar balada romantis biasa. Hampir empat dekade setelah pertama kali diperkenalkan, “Nothing’s Gonna Change My Love for You” tetap memiliki tempat tersendiri dalam musik populer. Lagu ini membuktikan bahwa sebuah karya tidak selalu harus mengikuti tren untuk menjadi abadi. Kadang-kadang, sebuah melodi yang indah, lirik tentang cinta yang tulus, dan penyanyi yang mampu menyampaikannya dengan penuh perasaan sudah cukup untuk membuat sebuah lagu terus dikenang. #journeyalist #lagulawas #oldsong #memories #nostalgia

About