@ltnh__205: 🌻

Ngọc Hân𐙚
Ngọc Hân𐙚
Open In TikTok:
Region: VN
Saturday 01 August 2026 03:07:26 GMT
116
28
1
0

Music

Download

Comments

nam.cao726
nam cao :
😊😊😊
2026-08-01 07:02:36
0
To see more videos from user @ltnh__205, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Persahabatan dan aliansi antara Kesultanan Aceh dan Kekaisaran Ottoman (Turki Utsmani),salah satu hubungan internasional terkuat dan paling bermanfaat dalam sejarah Nusantara. Hubungan ini bukan sekadar persahabatan biasa, melainkan ikatan persaudaraan Islam dan kerja sama strategis menghadapi musuh bersama.   Latar Belakang Hubungan   Hubungan ini mulai terjalin erat pada abad ke-16, di masa pemerintahan Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahar (Aceh) dan Suleiman Agung (Ottoman).   - Saat itu, Aceh sedang gencar melawan Portugis di Malaka, sementara Ottoman adalah kekuatan Islam terbesar yang juga bersaing dengan bangsa Eropa di Lautan Hindia. - Aceh mengirimkan utusan dan surat kepada Sultan Ottoman untuk meminta bantuan militer dan dukungan, mengakui keutamaan Khalifah Istanbul.    Bentuk Kerjasama & Bantuan   1. Bantuan Militer & Teknologi - Ottoman mengirimkan ahli meriam, pengecoran senjata, dan insinyur militer ke Aceh. - Berkat ini, Aceh mampu memproduksi meriam besar dan senjata api canggih yang setara dengan kekuatan Eropa saat itu. - Kapal-kapal perang Ottoman juga sempat berlayar ke perairan Aceh untuk membantu pertahanan dan mengganggu jalur pelayaran musuh. 2. Perdagangan & Jalur Aman - Terbuka jalur perdagangan yang aman dari Aceh ke Laut Tengah melalui pelabuhan Mesir dan Suriah yang dikuasai Ottoman. - Pedagang Aceh mendapat perlindungan khusus di wilayah Ottoman, begitu juga sebaliknya. 3. Pendidikan & Kebudayaan - Ulama dan cendekiawan Aceh sering pergi ke pusat ilmu pengetahuan di Istanbul, Mekkah, atau Madinah (yang berada di bawah kekuasaan Ottoman) untuk belajar. - Terjadi pertukaran buku, karya sastra, dan pemikiran Islam.    Mengapa Persahabatan Ini Sangat Kuat?   - Ikatan Agama: Keduanya adalah negara Islam yang taat. Aceh memandang Sultan Ottoman sebagai pelindung seluruh umat Islam di dunia. - Musuh Bersama: Keduanya sama-sama menentang ekspansi bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, dan Belanda) yang ingin menguasai jalur rempah-rempah dan kekayaan dunia Islam. - Saling Menguntungkan: Aceh menjadi benteng pertahanan Ottoman di timur yang menjaga jalur rempah, sementara Ottoman menjadi pendukung utama ketahanan Aceh.    Perkembangan Selanjutnya   Hubungan ini terus berlanjut selama berabad-abad. Bahkan ketika Aceh menghadapi invasi Belanda di tahun 1873, Kesultanan Aceh kembali meminta bantuan dan perlindungan kepada Ottoman.   - Sayangnya, di masa itu kekuatan Ottoman sudah mulai melemah dan tidak bisa berperang terbuka melawan Belanda, namun dukungan moral dan diplomatik tetap diberikan sampai akhir.    Warisan Penting   Banyak jejak budaya dan arsitektur di Aceh yang dipengaruhi gaya Ottoman, seperti bentuk meriam, gaya bangunan masjid, hingga tradisi keagamaan. Hubungan ini membuktikan bahwa sejak dulu kerajaan di Nusantara sudah memiliki hubungan diplomatik yang setara dengan kekuatan besar dunia.#aligntmotion #sukasejarah #fyp
Persahabatan dan aliansi antara Kesultanan Aceh dan Kekaisaran Ottoman (Turki Utsmani),salah satu hubungan internasional terkuat dan paling bermanfaat dalam sejarah Nusantara. Hubungan ini bukan sekadar persahabatan biasa, melainkan ikatan persaudaraan Islam dan kerja sama strategis menghadapi musuh bersama. Latar Belakang Hubungan Hubungan ini mulai terjalin erat pada abad ke-16, di masa pemerintahan Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahar (Aceh) dan Suleiman Agung (Ottoman). - Saat itu, Aceh sedang gencar melawan Portugis di Malaka, sementara Ottoman adalah kekuatan Islam terbesar yang juga bersaing dengan bangsa Eropa di Lautan Hindia. - Aceh mengirimkan utusan dan surat kepada Sultan Ottoman untuk meminta bantuan militer dan dukungan, mengakui keutamaan Khalifah Istanbul.  Bentuk Kerjasama & Bantuan 1. Bantuan Militer & Teknologi - Ottoman mengirimkan ahli meriam, pengecoran senjata, dan insinyur militer ke Aceh. - Berkat ini, Aceh mampu memproduksi meriam besar dan senjata api canggih yang setara dengan kekuatan Eropa saat itu. - Kapal-kapal perang Ottoman juga sempat berlayar ke perairan Aceh untuk membantu pertahanan dan mengganggu jalur pelayaran musuh. 2. Perdagangan & Jalur Aman - Terbuka jalur perdagangan yang aman dari Aceh ke Laut Tengah melalui pelabuhan Mesir dan Suriah yang dikuasai Ottoman. - Pedagang Aceh mendapat perlindungan khusus di wilayah Ottoman, begitu juga sebaliknya. 3. Pendidikan & Kebudayaan - Ulama dan cendekiawan Aceh sering pergi ke pusat ilmu pengetahuan di Istanbul, Mekkah, atau Madinah (yang berada di bawah kekuasaan Ottoman) untuk belajar. - Terjadi pertukaran buku, karya sastra, dan pemikiran Islam.  Mengapa Persahabatan Ini Sangat Kuat? - Ikatan Agama: Keduanya adalah negara Islam yang taat. Aceh memandang Sultan Ottoman sebagai pelindung seluruh umat Islam di dunia. - Musuh Bersama: Keduanya sama-sama menentang ekspansi bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, dan Belanda) yang ingin menguasai jalur rempah-rempah dan kekayaan dunia Islam. - Saling Menguntungkan: Aceh menjadi benteng pertahanan Ottoman di timur yang menjaga jalur rempah, sementara Ottoman menjadi pendukung utama ketahanan Aceh.  Perkembangan Selanjutnya Hubungan ini terus berlanjut selama berabad-abad. Bahkan ketika Aceh menghadapi invasi Belanda di tahun 1873, Kesultanan Aceh kembali meminta bantuan dan perlindungan kepada Ottoman. - Sayangnya, di masa itu kekuatan Ottoman sudah mulai melemah dan tidak bisa berperang terbuka melawan Belanda, namun dukungan moral dan diplomatik tetap diberikan sampai akhir.  Warisan Penting Banyak jejak budaya dan arsitektur di Aceh yang dipengaruhi gaya Ottoman, seperti bentuk meriam, gaya bangunan masjid, hingga tradisi keagamaan. Hubungan ini membuktikan bahwa sejak dulu kerajaan di Nusantara sudah memiliki hubungan diplomatik yang setara dengan kekuatan besar dunia.#aligntmotion #sukasejarah #fyp

About