@.magicalcupcake: #fall #autumn #fyp #relateable #aesthetic

🪽
🪽
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 01 August 2026 04:09:28 GMT
791
145
2
5

Music

Download

Comments

To see more videos from user @.magicalcupcake, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Banjir Bandang Nepal-Tibet Terjang Rasuwa, Puluhan Tewas dan Ratusan Masih Hilang Banjir bandang dahsyat menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, pada Rabu, 26 Agustus 2026. Distrik Rasuwa di Nepal menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak setelah derasnya aliran air, lumpur, batu, dan material longsoran menerjang kawasan di sepanjang Sungai Bhote Koshi. Laporan terbaru menyebut sedikitnya 22 orang telah dikonfirmasi meninggal dunia, sementara puluhan hingga ratusan lainnya masih belum ditemukan. Rekaman CCTV dari Gyirong Port, Tibet, memperlihatkan dahsyatnya gelombang air bercampur lumpur dan material longsor yang datang secara tiba-tiba. Kendaraan dan fasilitas di kawasan pelabuhan perbatasan tersapu dalam hitungan detik. Peristiwa tersebut kemudian berdampak ke wilayah Rasuwa di Nepal, terutama kawasan Syapru Besi dan Timure, yang berada di jalur aliran Sungai Bhote Koshi. Penyebab pasti bencana masih dalam penyelidikan. Sejumlah laporan menyebut adanya dugaan longsoran batu dan es yang menghalangi aliran Sungai Lhende, kemudian memicu gelombang banjir besar. Kondisi ini diperparah oleh medan Himalaya yang ekstrem dan membuat proses evakuasi semakin sulit. Infrastruktur penting ikut rusak, termasuk jalan, jembatan, proyek pembangkit listrik tenaga air, serta jaringan komunikasi. Sekitar 430 MW kapasitas pembangkit listrik Nepal dilaporkan terdampak. Tim penyelamat Nepal telah dikerahkan untuk mencari korban dan warga yang masih terjebak, sementara cuaca buruk dan derasnya aliran air menghambat operasi evakuasi. Di sisi Tibet, otoritas China juga mengerahkan personel untuk menangani dampak longsor dan mencari orang yang hilang. Pemerintah kedua negara meningkatkan kewaspadaan karena masih terdapat risiko bencana susulan. Tragedi ini kembali menunjukkan betapa mematikannya banjir bandang di kawasan Himalaya yang dapat berubah menjadi gelombang kehancuran hanya dalam hitungan menit.
Banjir Bandang Nepal-Tibet Terjang Rasuwa, Puluhan Tewas dan Ratusan Masih Hilang Banjir bandang dahsyat menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, pada Rabu, 26 Agustus 2026. Distrik Rasuwa di Nepal menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak setelah derasnya aliran air, lumpur, batu, dan material longsoran menerjang kawasan di sepanjang Sungai Bhote Koshi. Laporan terbaru menyebut sedikitnya 22 orang telah dikonfirmasi meninggal dunia, sementara puluhan hingga ratusan lainnya masih belum ditemukan. Rekaman CCTV dari Gyirong Port, Tibet, memperlihatkan dahsyatnya gelombang air bercampur lumpur dan material longsor yang datang secara tiba-tiba. Kendaraan dan fasilitas di kawasan pelabuhan perbatasan tersapu dalam hitungan detik. Peristiwa tersebut kemudian berdampak ke wilayah Rasuwa di Nepal, terutama kawasan Syapru Besi dan Timure, yang berada di jalur aliran Sungai Bhote Koshi. Penyebab pasti bencana masih dalam penyelidikan. Sejumlah laporan menyebut adanya dugaan longsoran batu dan es yang menghalangi aliran Sungai Lhende, kemudian memicu gelombang banjir besar. Kondisi ini diperparah oleh medan Himalaya yang ekstrem dan membuat proses evakuasi semakin sulit. Infrastruktur penting ikut rusak, termasuk jalan, jembatan, proyek pembangkit listrik tenaga air, serta jaringan komunikasi. Sekitar 430 MW kapasitas pembangkit listrik Nepal dilaporkan terdampak. Tim penyelamat Nepal telah dikerahkan untuk mencari korban dan warga yang masih terjebak, sementara cuaca buruk dan derasnya aliran air menghambat operasi evakuasi. Di sisi Tibet, otoritas China juga mengerahkan personel untuk menangani dampak longsor dan mencari orang yang hilang. Pemerintah kedua negara meningkatkan kewaspadaan karena masih terdapat risiko bencana susulan. Tragedi ini kembali menunjukkan betapa mematikannya banjir bandang di kawasan Himalaya yang dapat berubah menjadi gelombang kehancuran hanya dalam hitungan menit.

About